Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa yang Benar untuk Korban Banjir Sumatera: Penuh Adab dan Empati

Kompas.com, 4 Desember 2025, 12:33 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menimbulkan korban jiwa 770 orang serta membuat ribuan warga kehilangan rumah, keluarga, dan rasa aman.

Di tengah duka ini, doa menjadi salah satu bentuk empati paling sederhana namun bermakna.

Dilansir dari MUIDigital, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau seluruh umat Islam Indonesia untuk mendoakan dan membantu para korban dengan cara yang benar dan beradab.

Baca juga: 25 Ucapan Doa dan Bela Sungkawa Untuk Korban Bencana Banjir di Sumatera

Adab Mendoakan Korban Bencana

Agar doa menjadi wujud kepedulian, ada adab yang dianjurkan:

1. Tidak menyalahkan korban

Bencana adalah ujian, bukan hukuman.


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya:

“Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah ayat 155)

2. Memberi doa yang menenangkan

Pilih kalimat yang lembut, menguatkan, dan tidak melukai perasaan penyintas.

3. Sertai doa dengan empati nyata

Jika mampu, berikan bantuan: tenaga, dana, makanan, pakaian, atau layanan psikososial.

4. Doakan secara ikhlas, tidak menghakimi

Nabi SAW bersabda:

“Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya dikabulkan.” (HR. Muslim)

Imbauan Resmi MUI: 7 Langkah Solidaritas

MUI mengeluarkan imbauan nasional (30 November 2025), ditandatangani KH Cholil Nafis dan Buya Amirsyah Tambunan. Isinya:

1. Shalat ghaib dan qunut nazilah untuk para korban.

2. Masjid dan pesantren di wilayah aman diarahkan menjadi pusat pengungsian dan trauma healing.

3. Para dai dan khatib diminta menyampaikan pesan dakwah yang menenangkan dan menguatkan jiwa.

4. Apresiasi untuk pemerintah yang sigap mengevakuasi dan memberi bantuan kemanusiaan.

5. Penyaluran donasi melalui BAZNAS dan ormas Islam.

6. Penyintas diimbau tetap menjaga shalat sesuai fiqih keadaan darurat.

7. Pelaku usaha diminta menjaga alam untuk mencegah banjir dan longsor di masa depan.

Contoh Doa untuk Korban Banjir

Doa untuk keselamatan dan kekuatan

Arab:

اللَّهُمَّ احْفَظْ إِخْوَانَنَا فِي سُومَاطْرَا، وَارْفَعْ عَنْهُمُ الْبَلَاءَ، وَامْنَحْهُمُ الصَّبْرَ وَالْقُوَّةَ.

Arti:

“Ya Allah, lindungi saudara-saudara kami di Sumatera. Angkatlah musibah ini, dan berilah mereka kesabaran dan kekuatan.”

Doa untuk korban wafat

Arab:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ، وَارْحَمْهُمْ، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الشُّهَدَاءِ.

Arti:

“Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, dan jadikanlah mereka termasuk para syuhada.”

Hadis:

“Orang yang mati tenggelam adalah syahid.” (HR. Bukhari & Muslim)

Doa untuk pemulihan dan ketenangan

Arab:

اللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَاهُمْ، وَاجْبُرْ كَسْرَهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ.

Arti:

“Ya Allah, sembuhkan yang sakit, kuatkan hati yang terluka, dan satukan kembali hati mereka dalam ketenangan.”

Baca juga: Khutbah Jumat: Renungan Bencana Banjir di Sumatera dan Seruan Muhasabah

Mengapa Doa Itu Penting?

  • Memberi dukungan moral kepada penyintas.
  • Menjadi ikhtiar spiritual di tengah musibah besar.
  • Menguatkan solidaritas nasional.
  • Menghindarkan narasi negatif yang menyalahkan korban.

Islam menekankan:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan.” (QS. Al-Māidah: 2)

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar