Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Zohran Mamdani Memilih 3 Mushaf Alquran saat Pelantikan Wali Kota New York?

Kompas.com, 2 Januari 2026, 08:55 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Zohran Mamdani menarik perhatian publik saat dilantik sebagai Wali Kota New York dengan memilih tiga mushaf Alquran dalam prosesi sumpah jabatannya.

Pilihan tersebut bukan sekadar simbol keagamaan, melainkan cerminan keimanan pribadi, sejarah keluarga, dan identitas multikultural kota New York.

Dilansir dari Gulfnews, dalam upacara tertutup yang digelar tengah malam di stasiun kereta bawah tanah Balai Kota yang sudah tidak beroperasi, Mamdani meletakkan tangannya di atas dua mushaf Alquran.

Baca juga: Zohran Mamdani Wali Kota New York Pertama yang Disumpah dengan Al Quran

3 Mushaf Alquran

Salah satu mushaf tersebut merupakan pusaka keluarga milik kakeknya.

Mushaf lainnya adalah Alquran berukuran saku yang berasal dari akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.

Alquran bersejarah tersebut merupakan bagian dari koleksi Schomburg Center for Research in Black Culture milik Perpustakaan Umum New York.

Pada pelantikan publik yang berlangsung di Balai Kota pada hari pertama tahun baru, Mamdani kembali menggunakan mushaf pusaka keluarga.

Dua mushaf yang digunakan dalam prosesi publik tersebut diketahui berasal dari kakek dan neneknya.

Tim kampanye Mamdani tidak mengungkapkan detail lebih lanjut mengenai latar belakang mushaf pusaka keluarga tersebut.

Baca juga: Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York yang Tantang Donald Trump

Pelantikan Zohran Mamdani

Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York ke-112 oleh Jaksa Agung Negara Bagian New York Letitia James.

Prosesi pelantikan tersebut turut disaksikan oleh sang istri, Rama Duwaji.

Pada usia 34 tahun, Mamdani mencetak sejarah sebagai wali kota Muslim pertama di New York.

Ia juga menjadi wali kota pertama berdarah Asia Selatan dan yang lahir di Afrika.

Selama ini, sebagian besar wali kota New York mengucapkan sumpah jabatan di atas Alkitab.

Namun, Konstitusi Amerika Serikat tidak mewajibkan penggunaan kitab suci tertentu dalam prosesi sumpah jabatan pejabat publik.

Baca juga: Mamdani Wali Kota Muslim Pertama New York, Muhammadiyah: Barat Lihat Kapasitas, Bukan Agamanya

Makna Simbolis

Manuskrip Alquran dari Schomburg Center memiliki makna simbolis yang kuat dalam konteks sejarah kota New York.

Kurator Studi Timur Tengah dan Islam di Perpustakaan Umum New York, Hiba Abid, menyebut mushaf tersebut sebagai penghubung antara nilai keimanan dan identitas dalam sejarah kota tersebut.

Menurut Abid, manuskrip itu mencerminkan keberagaman serta jangkauan komunitas Muslim yang telah lama menjadi bagian dari New York.

Mushaf Alquran tersebut diperoleh oleh Arturo Schomburg, sejarawan keturunan Afrika dan Puerto Rico.

Baca juga: Wali Kota New York Zohran Mamdani dan Imam Shamsi Ali Awali Hari Pemilihan dengan Baca Al-Fatihah

Koleksi Schomburg dikenal luas karena mendokumentasikan kontribusi global masyarakat keturunan Afrika.

Meski tidak diketahui secara pasti bagaimana Schomburg memperoleh mushaf tersebut, para peneliti meyakini keberadaannya mencerminkan ketertarikannya pada hubungan historis antara Islam dan budaya masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat serta Afrika.

Berbeda dengan manuskrip kerajaan yang dihiasi ornamen mewah, mushaf Alquran ini tampil sederhana.

Mushaf tersebut dijilid dengan kulit merah tua, dihiasi medali bunga sederhana, dan ditulis menggunakan tinta hitam serta merah.

Gaya tulisannya yang jelas dan mudah dibaca menunjukkan bahwa mushaf tersebut ditujukan untuk penggunaan sehari-hari.

“Nilai penting Alquran ini tidak terletak pada kemewahan, melainkan pada aksesibilitasnya,” ujar Abid.

Usai pelantikan, mushaf Alquran bersejarah tersebut dijadwalkan akan dipamerkan kepada publik di Perpustakaan Umum New York.

Pilihan tiga mushaf Alquran dalam pelantikan Zohran Mamdani akhirnya menjadi simbol pertemuan antara iman, sejarah keluarga, dan identitas kota yang dibangun dari keberagaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Asal Usul Hormuz hingga Duel Khalid bin Walid yang Mengubah Sejarah
Asal Usul Hormuz hingga Duel Khalid bin Walid yang Mengubah Sejarah
Aktual
Harta Rampasan Perang Khalid vs Hormuz: Fakta yang Jarang Dibahas
Harta Rampasan Perang Khalid vs Hormuz: Fakta yang Jarang Dibahas
Aktual
Ini Sosok Hormuz, Panglima Persia Penantang Khalid bin Walid
Ini Sosok Hormuz, Panglima Persia Penantang Khalid bin Walid
Aktual
Nama Hari dalam Bahasa Arab Sesuai Urutan dan Artinya Menurut Sejarah Islam
Nama Hari dalam Bahasa Arab Sesuai Urutan dan Artinya Menurut Sejarah Islam
Aktual
Mengapa Jumat disebut Sayyidul Ayyam? Ini Makna Julukan Rajanya Hari dalam Islam
Mengapa Jumat disebut Sayyidul Ayyam? Ini Makna Julukan Rajanya Hari dalam Islam
Aktual
Cegah Haji Ilegal 2026, Kemenhaj dan Imigrasi Perkuat Pengawasan
Cegah Haji Ilegal 2026, Kemenhaj dan Imigrasi Perkuat Pengawasan
Aktual
Serukan Persatuan, Din Syamsuddin Ajak Tak Pertentangkan Sunni-Syiah
Serukan Persatuan, Din Syamsuddin Ajak Tak Pertentangkan Sunni-Syiah
Aktual
Panduan Shalat Tasbih: Tata Cara, Niat, Waktu, dan Keutamaannya
Panduan Shalat Tasbih: Tata Cara, Niat, Waktu, dan Keutamaannya
Aktual
Pelantikan PCNU Banyuwangi 2026–2030 Digelar Mendadak, Dirangkai Haul Pendiri Pesantren
Pelantikan PCNU Banyuwangi 2026–2030 Digelar Mendadak, Dirangkai Haul Pendiri Pesantren
Aktual
20 Sifat Mustahil Allah SWT: Arti, Makna, dan Penjelasan Lengkapnya
20 Sifat Mustahil Allah SWT: Arti, Makna, dan Penjelasan Lengkapnya
Aktual
Jejak Kota Ubullah: Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid, Kini Tinggal Nama
Jejak Kota Ubullah: Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid, Kini Tinggal Nama
Aktual
Khutbah Jumat Hari Ini: Menjaga Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan, Jangan Kembali Lalai
Khutbah Jumat Hari Ini: Menjaga Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan, Jangan Kembali Lalai
Aktual
Doa Saat Stres dan Cemas: Arab, Latin dan Artinya
Doa Saat Stres dan Cemas: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Nabi Zakariya Memohon Anak: Harapan di Tengah Kemustahilan
Doa Nabi Zakariya Memohon Anak: Harapan di Tengah Kemustahilan
Doa dan Niat
Fantastis! 89 Juta Orang Kunjungi Arab Saudi untuk Hiburan Selama 2025
Fantastis! 89 Juta Orang Kunjungi Arab Saudi untuk Hiburan Selama 2025
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com