Editor
KOMPAS.com - Bulan suci Ramadhan 2026 kian mendekat. Dengan waktu sekitar 35 hari lagi, umat Islam di berbagai belahan dunia mulai bersiap menyambut bulan penuh ibadah, refleksi, dan amal tersebut.
Berdasarkan prediksi astronomi awal yang dilansir Gulf News, Ramadhan 2026 diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Februari.
Meski demikian, penetapan resmi awal Ramadhan tetap menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit sesuai tradisi Islam.
Baca juga: Awal Puasa Ramadhan 2026 Berpotensi Beda, Umat Diimbau Tetap Rukun
Menurut "Hijri to Gregorian Date Conversion tool" milik Dubai’s Islamic Affairs and Charitable Activities Department (IACAD), awal Ramadhan diperkirakan jatuh antara 17 hingga 19 Februari 2026, dengan kemungkinan terkuat pada Rabu, 18 Februari 2026.
Namun, kepastian tanggal tersebut tetap bergantung pada hasil pengamatan hilal di masing-masing negara.
Dengan perkiraan waktu yang semakin dekat, umat Islam diimbau mulai mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026.
Di Indonesia, berdasarkan kalender Hijriah yang disusun pemerintah dan sejumlah organisasi Islam, awal Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Meski demikian, pemerintah tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026 untuk memastikan penetapan resmi awal puasa.
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan tersebut didasarkan pada penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menggantikan metode hisab wujudul hilal yang selama ini digunakan organisasi tersebut.
Dengan adanya perbedaan metode penetapan tersebut, terdapat potensi perbedaan satu hari antara pemerintah dan Muhammadiyah dalam memulai ibadah puasa Ramadhan tahun ini.
Menurut Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, perbedaan metode penetapan awal bulan—baik melalui hisab maupun rukyah—merupakan kekayaan tradisi keilmuan Islam yang telah berlangsung sejak lama.
Perbedaan tersebut, kata dia, seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan di tengah umat.
Ia menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, serta menghindari perdebatan yang dapat merusak persatuan umat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Salah satu malam paling dinantikan selama Ramadhan adalah Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan, yang diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan puasa.
Dalam kalender resmi hari besar dan peristiwa keagamaan IACAD untuk 2026, Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada Selasa malam, 17 Maret 2026.
Baca juga: Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H
Malam ini diyakini sebagai momentum istimewa untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sementara itu, Ramadhan 2026 diperkirakan akan berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026, dengan durasi 29 atau 30 hari, bergantung pada hasil pengamatan hilal.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang