Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Heat Stroke Jadi Ancaman Jemaah, Petugas Haji 2026 Dilatih Tangani Kondisi Kegawatdaruratan

Kompas.com, 13 Januari 2026, 10:29 WIB
Pythag Kurniati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 dilatih menangani kondisi kegawatdaruratan untuk mengantisipasi berbagai risiko kesehatan yang bisa terjadi pada jemaah haji Indonesia.

Pelatihan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).

Sejumlah dokter dan tenaga medis menjadi narasumber dan memeragakan sejumlah situasi kegawatdaruratan yang bisa menimpa jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Seperti memberi bantuan hidup dasar dan penanganan pada jemaah yang terserang heat stroke atau serangan panas.

Baca juga: Petugas Haji 2026 Resmi Ditempa Semi Militer 20 Hari di Asrama Haji Jakarta

Dokter Aida Hastuti mengatakan bantuan hidup dasar bisa dilakukan jika jemaah mengalami kondisi gawat darurat baik di pelataran, hotel, dan di lokasi mana pun.

"Bantuan hidup dasar boleh dilakukan oleh siapa saja termasuk para petugas haji, " kata Aida Hastuti di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (13/1/2026).

Petugas yang mendapati jemaah yang mengalami henti napas dan henti jantung, tambahnya, bisa melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru atau RJP.

Petugas haji 2026 juga mendapatkan materi praktik bagaimana melakukan resusitasi jantung dan paru hingga memastikan jemaah haji benar-benar dalam kondisi aman.

Penanganan Heat Stroke

Sengatan panas (heat stroke) dan dehidrasi juga menjadi ancaman bagi jemaah haji Indonesia. Terlebih ibadah haji merupakan ibadah fisik. Jemaah dihadapkan pada cuaca panas, kering, dan kelembaban suhu yang rendah di Arab Saudi.

Doker Andi Nilagading mengungkapkan, heat stroke merupakan kondisi tubuh terpapar panas yang sangat lama.

"Jika tidak tertangani dengan cepat dan tepat dapat menyebabkan kerusakan organ permanen (otak) hingga kematian," kata dia saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (13/1/2026).

Adapun gejala heat stroke yang paling sering ditemukan yakni suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celcius, pusing, nyeri kepala, kulit teraba panas, tampak kemerahan, dan kering.

"Kemudian denyut jantung meningkat, laju pernapasan meningkat, pasien bahkan bisa merasa bingung, kejang hingga mengalami penurunan kesadaran," ujarnya.

Pertolongan pertama yg dapat dilakukan jika menemukan jamaah dengan gejala heat stroke yakni memindahkan ke tempat yang aman, sejuk, dan teduh.

Baca juga: Nusuk Hajj Dibuka, Saudi Mulai Pemilihan Paket Haji 2026 untuk Program Haji Langsung

Selanjutnya, baringkan pasien, longgarkan pakaian dan kompres dingin sesegera mungkin dengan es.

Petugas juga bisa menyemprot dengan air dingin sambil mengipasi.

"Yang tak kalah penting adalah edukasi untuk minum air sesering mungkin. Rujuk segera mungkin jika terjadi perburukan kondisi jamaah baik kejang atau kesadaran menurun," katanya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Ramadhan 2026 Pertengahan Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Puasa
Ramadhan 2026 Pertengahan Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Puasa
Aktual
Langkah Sunyi Menhan RI di Masjid Soeharto Sarajevo, Jejak Indonesia dalam Luka Sejarah Bosnia
Langkah Sunyi Menhan RI di Masjid Soeharto Sarajevo, Jejak Indonesia dalam Luka Sejarah Bosnia
Aktual
Doa Pembuka Pintu Rezeki yang Halal dan Berkah Lengkap dengan Artinya
Doa Pembuka Pintu Rezeki yang Halal dan Berkah Lengkap dengan Artinya
Doa dan Niat
Ekoteologi Islam dan Tanggung Jawab Manusia atas Alam
Ekoteologi Islam dan Tanggung Jawab Manusia atas Alam
Aktual
Heat Stroke Jadi Ancaman Jemaah, Petugas Haji 2026 Dilatih Tangani Kondisi Kegawatdaruratan
Heat Stroke Jadi Ancaman Jemaah, Petugas Haji 2026 Dilatih Tangani Kondisi Kegawatdaruratan
Aktual
Jelang Peresmian RDMP Balikpapan, Pertamina Mohon Doa Anak Yatim dan Difabel
Jelang Peresmian RDMP Balikpapan, Pertamina Mohon Doa Anak Yatim dan Difabel
Aktual
'Child Grooming' dan Kekerasan Seksual Anak dalam Perspektif Islam
"Child Grooming" dan Kekerasan Seksual Anak dalam Perspektif Islam
Aktual
MUI Buka Layanan Curhat Gratis soal Masalah Hidup hingga Hukum Islam
MUI Buka Layanan Curhat Gratis soal Masalah Hidup hingga Hukum Islam
Aktual
Istighfar dalam Islam: 10 Keutamaan & Manfaat Spiritual serta Duniawi
Istighfar dalam Islam: 10 Keutamaan & Manfaat Spiritual serta Duniawi
Doa dan Niat
Kumpulan Doa Perlindungan untuk Anak Agar Dijauhkan dari Berbagai Gangguan
Kumpulan Doa Perlindungan untuk Anak Agar Dijauhkan dari Berbagai Gangguan
Aktual
Mengalami Mimpi Buruk? Ini Adab dan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Mengalami Mimpi Buruk? Ini Adab dan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Aktual
Pendaftaran Murid Baru Madrasah 2026/2027 Dibuka, Ini Jadwal dan Ketentuannya
Pendaftaran Murid Baru Madrasah 2026/2027 Dibuka, Ini Jadwal dan Ketentuannya
Aktual
Talak Saat Marah, Apakah Sah Menurut Hukum Islam? Ini Penjelasan Ulama
Talak Saat Marah, Apakah Sah Menurut Hukum Islam? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Puasa Sunnah: Ibadah Ringan yang Menguatkan Iman dan Mendatangkan Keutamaan
Puasa Sunnah: Ibadah Ringan yang Menguatkan Iman dan Mendatangkan Keutamaan
Doa dan Niat
Menag Tegaskan Harus Efisiensi Anggaran untuk Hadapi Krisis Global
Menag Tegaskan Harus Efisiensi Anggaran untuk Hadapi Krisis Global
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com