Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Peresmian RDMP Balikpapan, Pertamina Mohon Doa Anak Yatim dan Difabel

Kompas.com, 13 Januari 2026, 10:06 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual menjelang pengoperasian infrastruktur energi strategis nasional, PT Pertamina (Persero) menggelar kegiatan Doa dan Santunan Bersama Anak Yatim Piatu dan Penyandang Disabilitas di Kantor Kilang Pertamina Indonesia (KPI) Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dijadwalkan akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia.

Melalui doa bersama tersebut, Pertamina berharap proyek strategis nasional (PSN) RDMP Balikpapan dapat berjalan lancar, penuh keberkahan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi.

Baca juga: MUI Buka Layanan Curhat Gratis soal Masalah Hidup hingga Hukum Islam

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa RDMP Balikpapan merupakan langkah konkret Pertamina dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

“Kami memohon doa adik-adik sekalian agar seluruh proses operasional infrastruktur energi terintegrasi ini berjalan lancar dan penuh keberkahan. RDMP Balikpapan adalah komitmen kita bersama untuk memastikan Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam pemenuhan energi, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat,” ujar Simon dilansir dari situs Pertamina.go.id.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa pelibatan anak yatim dan penyandang disabilitas memiliki makna penting dalam nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual yang dijunjung perusahaan.

“Keberhasilan proyek sebesar RDMP Balikpapan tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga dukungan dan doa dari masyarakat. Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin memastikan kehadiran Pertamina memberikan dampak sosial yang nyata dan inklusif,” kata Baron.

Ia berharap, dengan doa dan kepedulian sosial tersebut, langkah Pertamina menuju swasembada energi senantiasa dimudahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

RDMP Balikpapan sendiri merupakan salah satu tonggak penting bagi kedaulatan energi Indonesia.

Proyek ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan kilang, tetapi juga menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan, sehingga mampu menekan ketergantungan impor dan memperkuat devisa negara.

Baca juga: Kumpulan Doa Perlindungan untuk Anak Agar Dijauhkan dari Berbagai Gangguan

Acara ditandai dengan doa bersama, pemotongan tumpeng sebagai simbol kesiapan Pertamina dalam mengoperasikan infrastruktur energi masa depan Indonesia, serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada anak-anak dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Baitul Yatama dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Balikpapan.

Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi nasional, Pertamina terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dan mendorong program yang berdampak langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang mengedepankan tata kelola, keberlanjutan usaha, kepedulian sosial, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com