Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengalami Mimpi Buruk? Ini Adab dan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW

Kompas.com, 12 Januari 2026, 23:26 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Mimpi buruk kerap membuat seseorang terbangun secara tiba-tiba di tengah malam dengan perasaan cemas dan takut.

Bayangan mimpi yang menakutkan sering kali masih melekat di pikiran sehingga membuat tidur kembali terasa sulit. Kondisi ini dapat mengganggu ketenangan batin dan kualitas istirahat.

Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan tentang cara menyikapi mimpi buruk agar tidak menimbulkan dampak negatif dan tidak menjadi kenyataan.

Baca juga: Mimpi Buruk dalam Islam: Adab dan Doa agar Hati Tetap Tenang

Dengan mengikuti adab yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, seorang Muslim dapat menjaga ketenangan jiwa sekaligus memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Adab Menghadapi Mimpi Buruk Menurut Hadis

Dilansir dari Antara, dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Sunni, Rasulullah SAW mengajarkan beberapa langkah yang dianjurkan ketika seseorang mengalami mimpi buruk.

1. Meludah ke kiri sebanyak tiga kali

Meludah ke arah kiri tanpa mengeluarkan air liur dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap gangguan setan yang menimbulkan mimpi buruk.

2. Membaca ta’awudz

Mengucapkan A‘ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm sebanyak tiga kali sebagai permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan.

3. Membaca doa perlindungan

Rasulullah SAW menganjurkan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الْأَحْلَامِ

Allāhumma innī a‘ūdzu bika min ‘amalisy-syaithāni wa sayyi’ātil-ahlām.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan keburukan mimpi.”

Baca juga: Bertemu dengan Orang yang Sudah Meninggal dalam Mimpi, Nyata atau Ilusi?

4. Mengubah posisi tidur

Berpindah posisi tidur dianjurkan sebagai ikhtiar agar mimpi buruk tidak terulang.

5. Melaksanakan sholat dua rakaat

Bangun dari tidur lalu mengerjakan sholat dua rakaat menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah sekaligus memohon perlindungan dan ketenangan hati.

6. Tidak menceritakan mimpi buruk kepada orang lain

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika seseorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang ia sukai, hendaknya ia memuji Allah dan menceritakannya kepada orang yang ia cintai. Namun, jika ia bermimpi sesuatu yang tidak disukai, hendaknya ia berlindung kepada Allah dari keburukannya dan tidak menceritakannya kepada siapa pun, maka mimpi itu tidak akan membahayakannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Hadits tentang Mimpi Buruk dan Doa yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Doa Agar Mimpi Buruk Tidak Menjadi Kenyataan

Selain doa sebelumnya, terdapat doa lain yang dianjurkan untuk dibaca saat terbangun akibat mimpi buruk:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا فِيهَا

Allāhumma innī a‘ūdzu bika min syarrihā wa min syarri mā fīhā.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang ada di dalamnya.”

Doa ini dibaca sebagai bentuk ikhtiar agar mimpi buruk tidak membawa dampak buruk dalam kehidupan nyata.

Menghadapi mimpi buruk dengan doa dan adab yang diajarkan Rasulullah SAW dapat membantu seseorang memperoleh ketenangan batin dan perlindungan dari Allah SWT.

Sikap ini juga mengajarkan umat Islam untuk tidak menafsirkan mimpi buruk secara berlebihan atau negatif karena hal tersebut dapat memengaruhi kondisi psikologis.

Dengan mengamalkan tuntunan tersebut, diharapkan setiap Muslim dapat menjaga kesehatan mental dan spiritual, serta memperoleh tidur yang lebih tenang tanpa gangguan mimpi buruk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com