Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Awal Puasa Ramadhan 2026 Berpotensi Beda, Umat Diimbau Tetap Rukun

Kompas.com, 12 Januari 2026, 11:35 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Waktu terus bergerak cepat. Tahun 2026 baru saja dimulai, namun umat Islam di Indonesia sudah mulai menatap satu momen paling dinanti: bulan suci Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada Februari–Maret 2026.

Seiring mendekatnya bulan penuh berkah itu, perbincangan soal awal puasa Ramadhan 2026 kembali mengemuka.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan bahwa perbedaan penetapan awal puasa sangat mungkin terjadi, sebagaimana yang kerap berlangsung di Indonesia.

Baca juga: Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengimbau masyarakat untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak dan tetap menjaga persatuan.

“Sangat dimungkinkan terjadinya perbedaan dalam mengawali puasa. Di Indonesia hal ini sudah biasa terjadi dan tidak perlu dipersoalkan. Namun kami tetap mengimbau agar publik dapat mengikuti keputusan pemerintah,” ujar Thobib, dilansir dari Kompas.com, Minggu (11/1/2026).

Potensi Perbedaan Awal Puasa 2026

Dalam kalender Hijriah yang disusun pemerintah dan sejumlah organisasi Islam, awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Namun demikian, pemerintah tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026 untuk memastikan penetapan resmi.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan tersebut didasarkan pada penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menggantikan metode hisab wujudul hilal.

Dengan demikian, terdapat potensi perbedaan satu hari antara pemerintah dan Muhammadiyah dalam memulai puasa Ramadhan tahun ini.
Perbedaan Bukan Alasan Perpecahan

Menurut Thobib, perbedaan metode penetapan awal bulan—baik melalui hisab maupun rukyah—merupakan kekayaan tradisi keilmuan Islam yang telah berlangsung lama.

Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, serta menghindari perdebatan yang dapat merusak persatuan umat.

Dalil hisab merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an:

ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.” (QS. Ar-Rahman: 5)

Sementara rukyah berlandaskan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim tentang kewajiban berpuasa setelah melihat hilal.

Ramadhan, Momentum Persiapan Spiritual

Lebih dari sekadar penentuan tanggal, Ramadhan adalah momentum penting untuk mempersiapkan diri secara spiritual.

Ulama klasik Abu Bakr Al-Balkhi, sebagaimana dikutip Ibnu Rajab, mengingatkan bahwa Rajab adalah masa menanam, Sya’ban menyiram, dan Ramadhan memanen.

Baca juga: Awal Puasa 2026 Diprediksi Berbeda, Kemenag Imbau Publik Ikut Pemerintah

Artinya, umat Islam dianjurkan mulai membersihkan hati, memperbanyak tobat, dan membiasakan ibadah sejak jauh hari agar ketika Ramadhan tiba, kesiapan lahir dan batin sudah optimal.

Dengan sikap dewasa dan saling menghormati perbedaan, Ramadhan 2026 diharapkan tetap menjadi bulan pemersatu umat, sarana memperkuat ketakwaan, dan momentum memperdalam nilai-nilai kebangsaan. (Adhyasta Dirgantara | Dani Prabowo | Agus Susanto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Doa dan Niat
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Aktual
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Aktual
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Doa dan Niat
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Aktual
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Aktual
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Aktual
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Aktual
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Aktual
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Aktual
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Aktual
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Aktual
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar