KOMPAS.com - Dalam kalender hijriah, Rajab, Sya’ban, dan Ramadan menempati posisi yang istimewa. Para ulama memandang ketiganya bukan sebagai bulan yang berdiri sendiri, melainkan satu rangkaian pembinaan ruhani.
Keberkahan yang diraih di bulan Ramadan sangat ditentukan oleh bagaimana seseorang mempersiapkan diri sejak Rajab dan Sya’ban.
Al-Qur’an menegaskan bahwa waktu memiliki kedudukan mulia di sisi Allah. Dikutip dari buku Tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir, disebutkan bahwa penetapan bulan-bulan tertentu sebagai bulan haram menunjukkan adanya keutamaan waktu yang harus dihormati dan diisi dengan amal saleh.
Rajab termasuk di dalamnya, sebagai momentum awal untuk menata kembali kehidupan spiritual.
Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Kalender dan Amalan Utamanya
Rajab sering dipahami sebagai bulan untuk membangunkan kesadaran hati. Dikutip dari buku Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab al-Hanbali, Rajab adalah waktu yang tepat untuk menghentikan kebiasaan buruk dan memulai langkah perbaikan diri. Ulama klasik memandang Rajab sebagai pintu masuk menuju bulan-bulan ibadah berikutnya.
Cara meraih keberkahan di bulan Rajab bukan dengan ritual khusus yang tidak berdasar, melainkan dengan memperbanyak taubat, istighfar, dan muhasabah.
Pada fase ini, seorang Muslim diajak menata niat, memperbaiki hubungan dengan Allah, serta menahan diri dari dosa-dosa yang sering dianggap ringan. Rajab menjadi titik balik agar hati tidak memasuki Ramadhan dalam keadaan lalai.
Baca juga: Kisah Isra Mi’raj 2026: 27 Rajab 1447 H Jatuh 16 Januari, Ini Makna dan Hikmahnya
Jika Rajab adalah bulan menyadarkan hati, maka Sya’ban merupakan bulan melatih konsistensi amal.
Peningkatan ibadah Nabi Muhammad Saw. di bulan Sya’ban menunjukkan pentingnya persiapan bertahap sebelum Ramadhan.
Rasulullah Saw. dikenal memperbanyak puasa sunnah di bulan ini, bukan semata-mata sebagai ibadah individual, tetapi juga sebagai latihan fisik dan spiritual.
Sya’ban menjadi waktu untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an, menjaga sholat sunnah, serta memperhalus akhlak dalam keseharian.
Tanpa persiapan di Sya’ban, Ramadan sering kali terasa berat dan berlalu tanpa perubahan berarti.
Ramadan adalah puncak dari rangkaian ini. Hal ini karena Ramadhan dipahami sebagai sekolah ketakwaan yang dirancang Allah untuk membentuk pribadi Muslim yang lebih jujur, sabar, dan berempati.
Puasa Ramadan tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih pengendalian diri secara menyeluruh.
Sholat tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, dan i’tikaf merupakan sarana untuk memperdalam hubungan dengan Allah dan memperbaiki relasi sosial.
Keberkahan Ramadan hanya dapat diraih oleh mereka yang memasukinya dengan kesiapan iman dan kesungguhan amal.
Baca juga: Kalender Ramadhan 2026 Lengkap: Awal Puasa, Nuzulul Quran, hingga Perkiraan Lailatul Qadar
Para ulama sepakat bahwa keberkahan tidak datang secara tiba-tiba. Dikutip dari buku Ihya’ Ulumuddin karya Imam al-Ghazali, amal yang bernilai di sisi Allah adalah amal yang dilakukan secara sadar, ikhlas, dan berkesinambungan. Rajab, Sya’ban, dan Ramadan mengajarkan pentingnya proses dalam ibadah.
Rajab menanamkan kesadaran dan taubat, Sya’ban membentuk kebiasaan amal, sementara Ramadan mematangkan ketakwaan.
Siapa yang melewati ketiganya dengan sungguh-sungguh, berpeluang besar keluar dari Ramadan dengan jiwa yang lebih bersih dan arah hidup yang lebih jelas.
Rangkaian Rajab, Sya’ban, dan Ramadan adalah kesempatan langka yang Allah berikan setiap tahun.
Waktu-waktu ini bukan sekadar penanda kalender, melainkan momentum perubahan diri. Dengan memuliakan Rajab melalui taubat, menghidupkan Sya’ban dengan amal, dan memaksimalkan Ramadan dengan ibadah dan akhlak, seorang Muslim dapat menjemput keberkahan yang tidak hanya terasa sesaat, tetapi berbekas sepanjang hidup.
Semoga Allah Swt. menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mampu memanfaatkan waktu mulia dan diberi keberkahan dalam iman serta amal.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang