Penulis
KOMPAS.com - Bulan Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari. Tak sampai 40 hari, bulan suci itu akan segera tiba. Persiapan demi persiapan untuk menyambut datangnya bulan mulia harus mulai digalakkan.
Tanpa persiapan matang, datangnya bulan Ramadhan hanya akan menjadi sia-sia dan berlalu tanpa makna. Maka tak heran jika para Ulama sudah menyampaikan agar jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadhan.
Bulan Rajab merupakan saat yang tepat untuk mulai berbenah diri menyambut kehadiran bulan suci. Ada lima aspek yang harus dipersiapkan menyambut datangnya bulan Ramadhan. Apa saja 5 aspek tersebut, simak pembahasan lengkapnya.
Baca juga: Mengapa Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag dan BRIN
Persiapan ruhiyyah artinya mempersiapkan hati dan jiwa guna menyambut bulan suci. Dengan hati dan jiwa yang bersih dan suci, seseorang dapat beramal secara optimal karena kebersihan jiwa akan membawa pada ketaatan.
Jalan persiapan ruhiyyah yaitu dengan tazkiyatun nafs atau mensucikan jiwa. Caranya adalah dengan melakukan taubat nasuha, memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan sebagai langkah pertama.
Penyucian jiwa selanjutnya dilakukan dengan cara menghindari maksiat yang dapat mengotori jiwa dan memperbanyak dzikir dan istighfar untuk melunturkan dosa-dosa yang masih tersisa.
Persiapan 'amaliyyah artinya mempersiapkan diri agar bisa beramal dan beribadah secara maksimal di bulan Ramadhan. Persiapan ini dilakukan dengan cara mulai meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah.
Ibadah perlu dilatih agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika ibadah sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, maka tidak akan merasa berat untuk melaksanakannya di bulan Ramadhan.
Meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah meliputi perbaikan sholat, menambahkan sholat-sholat sunnah, memperbanyak membaca Al Quran, memperbanyak dzikir dan amal-amal kebaikan lainnya.
Selain itu, harus juga memasang target yang akan dicapai di bulan Ramadhan. Dengan target yang telah dicanangkan, panen pahala akan mudah didapatkan.
Baca juga: Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H
Persiapan 'ilmiyyah artinya mempersiapkan ilmu yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. Ada beberapa hadits lemah dan palsu seputar bulan Ramadhan yang banyak dipercayai masyarakat.
Adanya persiapan ilmu membuat seseorang lebih memahami apa yang seharusnya dilakukan di bulan Ramadhan dan apa yang tidak ada dasar tuntutannya baik dalam Al Quran maupun hadits.
Ilmu juga menuntun untuk mengetahui apa saja yang harus diprioritaskan dan mana yang bisa dikesampingkan. Misalnya menunggu datangnya buka puasa sebaiknya diisi dengan mainan handphone atau membaca Al Quran.
Kalau tidak ada ilmu, pastinya akan lebih memilih melakukan hal yang menyenangkan dibandingkan dengan aktivitas yang mendatangkan pahala.
Ibadah tanpa ilmu akan menjadi sia-sia saja. Semua ibadah harus didasarkan pada ajaran dan contoh yang telah dilakukan Rasulullah SAW. Tanpa tahu ilmunya, suatu ibadah atau amalan akan rusak dan tertolak.
Persiapan jasadiyah berarti mempersiapkan fisik untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Fisik penting untuk dipersiapkan mengingat untuk menjalankan puasa butuh kekuatan dan kesehatan prima.
Fisik yang lemah akan menjadikan berat melaksanakan puasa dan amal ibadah lainnya selama bulan Ramadhan. Sementara fisik yang prima akan lebih mudah untuk melaksanakan ibadah puasa dengan segala ujiannya.
Persiapan fisik dapat dilakukan dengan melaksanakan puasa sunnah agar fisik menjadi terbiasa untuk berpuasa. Selain itu, harus mulai meningkatkan kebugaran dengan berolahraga dan mengontrol pola makan.
Baca juga: Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa Ramadhan 2026, Bertepatan dengan Imlek
Persiapan maliyyah artinya persiapan harta. Ini penting karena di bulan Ramadhan biasanya pengeluaran menjadi lebih banyak. Selain itu, beramal di bulan Ramadhan dengan harta juga menjadi bentuk amalan yang akan mendatangkan panen pahala.
Memberi makan orang yang berbuka akan mendapat pahala puasa, berinfak dan sedekah di bulan Ramadhan pahalanya akan dilipatgandakan, memberi makan yang bergizi dan lezat untuk keluarga juga bentuk sedekah yang utama, dan membelikan pakaian baru juga menjadi sarana untuk membahagiakan keluarga.
Oleh karena itu, persiapan harta sangat penting untuk menjaga agar Ramadhan bisa dinikmati sebagai sebuah kebahagiaan yang berlipat ganda.
Semua persiapan menyambut bulan Ramadhan dimaksudkan untuk lebih bisa mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Sebab bulan Ramadhan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas diri.
Orang yang benar-benar siap melaksanakan puasa Ramadhan dengan segala amalan-amalan lainnya akan mendapatkan hasil dan optimal dan akan meraih tujuan puasa yaitu menjadi manusia yang bertakwa.
dengan takwa, seseorang akan mendapatkan kedudukan mulai di sisi Allah SWT. Sedangkan di dunia, Allah SWT akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan akan memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang