Editor
KOMPAS.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah guru besar terbanyak di Indonesia.
Kampus ini mengukuhkan tujuh profesor baru dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar pada Rabu, sehingga total Guru Besar UIN Jakarta kini mencapai 151 orang.
Rektor UIN Jakarta, Asep Saepuddin Jahar, menegaskan bahwa gelar guru besar bukan sekadar capaian akademik tertinggi, melainkan amanah besar yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat dan komitmen terhadap integritas keilmuan.
Baca juga: Ringkasan Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dalam Satu Malam
“Guru Besar adalah amanah sebagai pencapaian tertinggi. Ilmu bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk masyarakat. Komitmen dan integritas harus dibangun di atas segalanya,” ujar Asep di Kampus UIN Jakarta, dilansir dari Antaranews.com, Rabu (14/1/2025).
Menurut Asep, penambahan guru besar ini menjadi bagian penting dari transformasi besar UIN Jakarta menuju kampus berkelas dunia. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa status profesor membawa tanggung jawab moral yang jauh melampaui syarat administratif.
Ia menekankan bahwa kewajiban akademik seperti publikasi jurnal atau penulisan buku setiap tiga tahun merupakan standar minimal. Lebih dari itu, para guru besar diharapkan bergerak karena kecintaan pada ilmu pengetahuan dan tanggung jawab sosial.
“Jangan hanya mengejar tunjangan, tetapi mengabdilah karena cinta kepada ilmu. Jadilah garda terdepan pembangunan pendidikan Islam, sebagaimana dirintis tokoh-tokoh besar seperti Prof. Harun Nasution dan Prof. Azyumardi Azra,” katanya.
Adapun tujuh profesor yang dikukuhkan berasal dari beragam bidang keilmuan strategis, yakni Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si. (Ilmu Komunikasi Politik), Prof. Dr. Agus Salim, S.Ag., M.Si. (Biologi Terapan/Ekologi), dan Prof. Husni Teja Sukmana, S.T., M.Sc., Ph.D. (Kecerdasan Artifisial).
Baca juga: Menag Dorong Dana Umat Lebih Aktif, Masjid Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Syariah
Selain itu, dikukuhkan pula Prof. Dr. H. M. Yakub, M.A. (Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam), Prof. Dr. Drs. KH. Mujar Ibnu Syarif, S.H., M.Ag. (Hukum Ketatanegaraan Islam Perbandingan), Prof. Dr. H. Mahsusi, M.M. (Manajemen SDM Pendidikan Islam), serta Prof. Dr. H. Kholid Al Walid, M.Ag. (Filsafat Islam).
Dengan total 151 Guru Besar, UIN Jakarta optimistis dapat terus memimpin inovasi pendidikan Islam serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional di tengah tantangan era modern dan globalisasi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang