Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peringatan Isra Mi’raj 2026, Ini Cara Masyarakat Merayakannya

Kompas.com, 16 Januari 2026, 16:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang tahun ini jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, kembali menjadi momen penting bagi umat Islam di Indonesia.

Selain dimaknai sebagai peristiwa spiritual yang menandai perjalanan agung Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha, Isra Mi’raj juga hidup dalam praktik sosial masyarakat melalui beragam tradisi lokal yang diwariskan lintas generasi.

Di berbagai daerah, peringatan Isra Mi’raj tidak hanya diisi dengan pengajian dan doa bersama, tetapi juga dirayakan dalam bentuk ritual budaya yang merefleksikan pertemuan antara ajaran Islam dan kearifan lokal.

Keragaman tradisi ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai keislaman beradaptasi dengan konteks sosial-budaya Nusantara tanpa kehilangan esensi ajaran, terutama pesan tentang shalat, ketakwaan, dan solidaritas sosial.

Tradisi Isra Mi’raj yang Mengakar di Berbagai Daerah

Pawai Obor di Jawa Barat

Di sejumlah wilayah Jawa Barat, terutama Bandung dan sekitarnya, peringatan Isra Mi’raj kerap dimeriahkan dengan pawai obor.

Tradisi ini biasanya digelar pada malam hari menjelang peringatan. Warga dari berbagai usia berjalan beriringan menyusuri kampung sambil membawa obor dan melantunkan shalawat.

Selain menjadi simbol penerangan dan cahaya iman, pawai obor juga berfungsi sebagai sarana mempererat kebersamaan antarwarga.

Baca juga: Peringatan Isra Miraj dan Tradisi Muslim di Berbagai Negara

Rejeban Peksi Buraq di Yogyakarta

Yogyakarta memiliki tradisi khas yang dikenal sebagai Rejeban Peksi Buraq. Tradisi ini dilaksanakan dalam lingkungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melalui upacara yang memadukan unsur keislaman dan budaya Jawa.

Peksi buraq yang melambangkan kendaraan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj, dihadirkan sebagai simbol spiritual sekaligus budaya.

Melalui prosesi ini, masyarakat diajak mengenang perjalanan Rasulullah SAW dengan pendekatan kultural yang sarat makna simbolik.

Ngurisan di Lombok

Di Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok, peringatan Isra Mi’raj sering diisi dengan tradisi Ngurisan atau prosesi cukur rambut bayi.

Ritual ini biasanya dilakukan di masjid atau musala dan melibatkan tokoh agama serta masyarakat setempat.

Selain sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak, Ngurisan juga dimaknai sebagai doa agar generasi baru tumbuh dalam nilai keislaman yang kuat.

Khataman Kitab Arjo di Temanggung

Masyarakat Temanggung, Jawa Tengah, memiliki tradisi membaca Kitab Arjo dalam rangka memperingati Isra Mi’raj.

Kitab ini ditulis dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab Pegon dan memuat kisah perjalanan Rasulullah SAW secara naratif.

Melalui khataman kitab, masyarakat tidak hanya mengenang peristiwa Isra Mi’raj, tetapi juga melestarikan tradisi literasi keislaman lokal yang telah berkembang sejak abad ke-19.

Baca juga: Isi Libur Isra Miraj dengan Amalan Penuh Pahala dan Keberkahan

Nyadran Siwarak di Semarang

Di Semarang, tradisi Nyadran Siwarak menjadi bagian dari peringatan Isra Mi’raj. Prosesi ini ditandai dengan kirab budaya yang mengarak replika burung siwarak yang dihias dengan hasil bumi.

Selain menampilkan kesenian tradisional, kegiatan ini juga mengandung pesan syukur atas rezeki dan ajakan untuk menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

Rajaban di Cirebon

Di wilayah Cirebon, tradisi Rajaban telah menjadi agenda rutin setiap akhir bulan Rajab. Rangkaian kegiatan biasanya meliputi ziarah ke makam tokoh penyebar Islam, pengajian, dan jamuan makan bersama.

Keraton Kasepuhan turut berperan dalam menjaga tradisi ini sebagai bagian dari warisan sejarah Islam di pesisir utara Jawa.

Nganggung di Bangka Belitung

Masyarakat Melayu Bangka Belitung mengenal tradisi Nganggung yang dilakukan dengan membawa hidangan dari rumah ke satu titik pertemuan.

Setelah doa dan ceramah agama, makanan tersebut disantap bersama. Tradisi ini merepresentasikan nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial yang menjadi ciri kuat budaya Melayu.

Ambengan di Magelang

Di Magelang, peringatan Isra Mi’raj sering diwarnai dengan tradisi Ambengan. Warga membawa nasi dan lauk pauk ke masjid atau musala untuk disantap bersama setelah rangkaian doa dan pengajian.

Ambengan tidak sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan dalam bingkai ibadah.

Baca juga: Isra Miraj 2026 Hari Ini: Makna, Sejarah, dan Hikmah Peristiwa Agung Nabi Muhammad SAW

Kerja Tahun di Tanah Karo

Di wilayah Karo, Sumatera Utara, Isra Mi’raj diperingati melalui tradisi Kerja Tahun yang menyerupai pesta panen.

Meski memiliki latar budaya lokal yang kuat, tradisi ini diadaptasi sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil bumi dan rezeki yang diterima. Kerja Tahun juga berfungsi sebagai sarana memperkuat ikatan sosial antarwarga desa.

Makna Sosial dan Spiritual Tradisi Isra Mi’raj

Beragam tradisi Isra Mi’raj di Indonesia menunjukkan bahwa peringatan hari besar Islam tidak hanya berlangsung dalam ruang ibadah formal, tetapi juga meresap ke dalam praktik budaya masyarakat.

Dalam perspektif sosiologis, tradisi-tradisi ini berperan sebagai media transmisi nilai keagamaan kepada generasi muda sekaligus memperkuat identitas kolektif umat.

Di sisi lain, esensi Isra Mi’raj tetap berpijak pada pesan utama peristiwa tersebut, yaitu peneguhan kewajiban shalat dan penguatan hubungan manusia dengan Allah SWT.

Tradisi lokal menjadi sarana untuk membumikan pesan itu dalam konteks kehidupan sehari-hari, sehingga nilai spiritual tidak terlepas dari realitas sosial.

Dengan keberagaman tradisi yang terus dijaga, Isra Mi’raj di Indonesia bukan hanya menjadi peringatan ritual tahunan, tetapi juga ruang perjumpaan antara iman, budaya, dan kebersamaan.

Di tengah dinamika masyarakat modern, perayaan ini menjadi pengingat bahwa nilai spiritual dapat terus hidup dan berkembang melalui kearifan lokal yang inklusif dan bermakna.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Mengapa Isra Miraj Bukan Hari Libur di Arab Saudi dan UEA?
Mengapa Isra Miraj Bukan Hari Libur di Arab Saudi dan UEA?
Aktual
Makna Dialog Nabi Muhammad dan Nabi Musa dalam Isra Miraj
Makna Dialog Nabi Muhammad dan Nabi Musa dalam Isra Miraj
Doa dan Niat
Haedar Nashir: Isra Miraj Harus Bangun Kesadaran Murakabah
Haedar Nashir: Isra Miraj Harus Bangun Kesadaran Murakabah
Aktual
Peringatan Isra Mi’raj 2026, Ini Cara Masyarakat Merayakannya
Peringatan Isra Mi’raj 2026, Ini Cara Masyarakat Merayakannya
Aktual
Transisi Kemenhaj, 90 Persen Urusan Haji Resmi Lepas dari Kemenag
Transisi Kemenhaj, 90 Persen Urusan Haji Resmi Lepas dari Kemenag
Aktual
20 Ucapan Isra Mi’raj 2026 Penuh Doa untuk Caption Media Sosial
20 Ucapan Isra Mi’raj 2026 Penuh Doa untuk Caption Media Sosial
Aktual
Isra Mi’raj 2026 Hari Ini, 10 Amalan Isi Libur Lebih Bermakna
Isra Mi’raj 2026 Hari Ini, 10 Amalan Isi Libur Lebih Bermakna
Aktual
Khutbah Jumat 16 Januari 2026 tentang Isra Miraj: Perjalanan Penuh Hikmah dan Perintah Shalat
Khutbah Jumat 16 Januari 2026 tentang Isra Miraj: Perjalanan Penuh Hikmah dan Perintah Shalat
Doa dan Niat
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Mulai Dibuka Akhir Januari, Catat Jadwal War Pertamanya!
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Mulai Dibuka Akhir Januari, Catat Jadwal War Pertamanya!
Aktual
Seperti Apa Sidratul Muntaha? Simak Penjelasan Para Ulama
Seperti Apa Sidratul Muntaha? Simak Penjelasan Para Ulama
Doa dan Niat
Makna Isra Miraj bagi Dedi Mulyadi: Kesunyian, Keikhlasan, dan Introspeksi Seorang Pemimpin
Makna Isra Miraj bagi Dedi Mulyadi: Kesunyian, Keikhlasan, dan Introspeksi Seorang Pemimpin
Aktual
20 Ucapan Isra Miraj 2026 Penuh Makna untuk Status WhatsApp
20 Ucapan Isra Miraj 2026 Penuh Makna untuk Status WhatsApp
Aktual
Cerita Dahnil soal Jamaah Haji Asal Lampung, Jual Rumah dan Hidup Menumpang demi Berhaji
Cerita Dahnil soal Jamaah Haji Asal Lampung, Jual Rumah dan Hidup Menumpang demi Berhaji
Aktual
Isra Miraj 2026 Hari Ini: Makna, Sejarah, dan Hikmah Peristiwa Agung Nabi Muhammad SAW
Isra Miraj 2026 Hari Ini: Makna, Sejarah, dan Hikmah Peristiwa Agung Nabi Muhammad SAW
Aktual
Masjid Al Jabbar: Dari Ikon Kebanggaan Jadi Beban Anggaran Jabar
Masjid Al Jabbar: Dari Ikon Kebanggaan Jadi Beban Anggaran Jabar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com