Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hitung Mundur Ramadhan 2026: Awal Puasa Diprediksi 18 atau 19 Februari

Kompas.com, 19 Januari 2026, 08:06 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Bulan suci Ramadhan selalu dinantikan setiap tahun oleh umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia. Tahun 2026 ini, tradisi hitung mundur Ramadhan 2026 pun semakin hangat dibicarakan, karena umat mulai menyiapkan diri secara spiritual dan praktis menyambut datangnya bulan penuh berkah.

Menurut prediksi kalender Hijriah yang banyak dirujuk, Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan dimulai pada pertengahan hingga akhir Februari 2026, dengan sebagian besar perhitungan mengarah pada tanggal 18 atau 19 Februari 2026 sebagai malam pertama puasa.

Tentu saja, tanggal pastinya akan ditetapkan setelah sidang isbat oleh pemerintah Indonesia berdasarkan rukyatul hilal (rukyat bulan) di akhir bulan Sya’ban.

Baca juga: Puasa Berapa Hari Lagi? Akhir Rajab, Ramadan 2026 Tinggal Sebulan

Prediksi ini menjadi acuan penting bagi jutaan umat Muslim yang ingin menyusun agenda ibadah mereka, mulai dari jadwal puasa hingga kegiatan sosial seperti buka puasa bersama dan program zakat.

Ketika hitungan mundur menunjukkan hanya beberapa minggu lagi, semangat untuk memperbaiki diri pun biasanya meningkat.

Ramadhan sendiri adalah bulan yang istimewa; selain wajib berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam, umat diajak untuk memperbanyak amal ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, salat tarawih, dan sedekah.

Banyak keluarga pun mulai menyiapkan menu berbuka dan sahur lebih awal serta memikirkan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah selama 30 hari penuh.

Berbeda dengan Ramadhan yang berfokus pada pengendalian diri dan refleksi spiritual, puncak perayaan datang saat Idul Fitri 2026.

Perayaan ini menandai berakhirnya bulan puasa dan waktunya bersyukur bersama keluarga dan sahabat.

Berdasarkan prediksi kalender Hijriah Kemenag, Hari Raya Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh pada sekitar 20 hingga 22 Maret 2026.

Beberapa sumber bahkan menyebut tanggal 20 Maret sebagai kemungkinan 1 Syawal atau awal Idul Fitri, sementara pemerintah juga mempertimbangkan tanggal 21–22 Maret 2026 sebagai hari libur nasional dan cuti bersama Lebaran.

Ini artinya, hitung mundur Ramadhan 2026 sekaligus menjadi hitung mundur menyambut Idul Fitri yang biasanya ditandai dengan tradisi mudik, saling bermaaf-maafan, dan saling kunjung ke sanak keluarga.

Tak hanya soal tanggal, hitung mundur Ramadhan 2026 juga menjadi momen untuk mengingatkan diri terhadap nilai-nilai penting dalam Islam: kesabaran, kepedulian, dan rasa syukur.

Banyak masjid serta komunitas keagamaan yang mulai mengadakan kajian pra-Ramadhan, lomba keagamaan, hingga program berbagi untuk kaum kurang mampu.

Menjelang Ramadhan, masyarakat sering membagikan pengingat harian di media sosial untuk memotivasi satu sama lain agar mulai memperbaiki ibadah, meningkatkan kebaikan, dan merencanakan amalan-amalan bermanfaat.

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis dan Mengganti Puasa Ramadhan, Bolehkah Digabung Sekaligus?

Dengan cara ini, hitung mundur Ramadhan 2026 bukan sekadar menunggu waktu, tetapi juga menata hati dan persiapan diri.

Akhirnya, ketika kalender sudah menunjukkan angka yang semakin mendekati pertengahan Februari, semangat menyambut Ramadhan pun semakin terasa. Dengan prediksi tanggal yang sudah ada, umat Islam dapat mulai menyiapkan rencana ibadah, kesehatan, dan kebersamaan bersama keluarga agar saat Ramadhan tiba, semua siap secara lahir dan batin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Aktual
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
Aktual
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Aktual
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
Aktual
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Aktual
Kisah Mansa Musa Pergi Haji 1324: Raja Terkaya yang Mengguncang Dunia
Kisah Mansa Musa Pergi Haji 1324: Raja Terkaya yang Mengguncang Dunia
Aktual
12 Tempat Ziarah Bersejarah di Madinah, Wajib Dikunjungi Jemaah Haji & Umrah
12 Tempat Ziarah Bersejarah di Madinah, Wajib Dikunjungi Jemaah Haji & Umrah
Aktual
Kisah Nenek 86 Tahun Nabung 16 Tahun dari Rumput Laut Demi Berangkat Haji
Kisah Nenek 86 Tahun Nabung 16 Tahun dari Rumput Laut Demi Berangkat Haji
Aktual
Kemenhaj Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam di Madinah, Jemaah Haji Diingatkan Waspada Dehidrasi
Kemenhaj Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam di Madinah, Jemaah Haji Diingatkan Waspada Dehidrasi
Aktual
Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat, 391 Jemaah Jakarta Mulai Masuk Asrama
Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat, 391 Jemaah Jakarta Mulai Masuk Asrama
Aktual
Doa Berangkat Haji Lengkap: Arab, Latin, Arti agar Selamat & Mabrur
Doa Berangkat Haji Lengkap: Arab, Latin, Arti agar Selamat & Mabrur
Doa dan Niat
Wamenhaj Imbau Daerah Kurangi Seremonial Pelepasan Haji
Wamenhaj Imbau Daerah Kurangi Seremonial Pelepasan Haji
Aktual
Shalat Safar Haji: Niat, Tata Cara, dan Doa Lengkap Sebelum Berangkat
Shalat Safar Haji: Niat, Tata Cara, dan Doa Lengkap Sebelum Berangkat
Doa dan Niat
Tanpa Visa Haji? Siap Didenda Rp 91 Juta dan Dilarang Masuk Saudi 10 Tahun
Tanpa Visa Haji? Siap Didenda Rp 91 Juta dan Dilarang Masuk Saudi 10 Tahun
Aktual
Kabut Tebal Tunda Keberangkatan Kloter Pertama Haji Palembang, Pesawat Baru Lepas Landas Pukul 08.15 WIB
Kabut Tebal Tunda Keberangkatan Kloter Pertama Haji Palembang, Pesawat Baru Lepas Landas Pukul 08.15 WIB
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com