Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa untuk Ferry Irawan Korban ATR 42-500: Mengetuk Pintu Langit, Semoga Diselamatkan Allah

Kompas.com, 19 Januari 2026, 06:35 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga Ferry Irawan, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan.

Keluarga, tetangga, dan rekan kerja menggelar doa bersama di rumah orangtua Ferry di Jalan Haji Kunen, Kelurahan Jati Melati, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Minggu (18/1/2026) malam.

Sejak sekitar pukul 20.30 WIB, para pelayat mulai berdatangan. Mereka kompak mengenakan busana muslim dan kopyah, memenuhi ruang dalam rumah hingga tenda yang disiapkan di halaman.

Baca juga: Menag Usahakan Al-Azhar Buka di Indonesia, Mahasiswa Tak Perlu ke Mesir

Sejumlah rekan Ferry dari Kementerian KP juga tampak hadir, bahkan ada yang masih mengenakan seragam dinas.

Pengajian diawali dengan sambutan singkat dari perwakilan keluarga. Dengan suara bergetar, seorang pria memanjatkan doa penuh harap.

“Mengetuk pintu langit, mudah-mudahan saudara Ferry Irawan diselamatkan Allah Subhanahu wa ta’ala dan bisa kembali berkumpul bersama kita,” ucapnya melalui pengeras suara, disambut amin para jemaah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin seorang ustaz setempat.

Lantunan ayat suci terdengar khusyuk, mengiringi harapan agar proses pencarian korban segera membuahkan hasil.

Para tetangga mengaku sengaja datang untuk memberi dukungan moral kepada keluarga.

“Kami semua berdoa yang terbaik. Semoga ada keajaiban untuk Mas Ferry,” ujar salah seorang warga.

Hingga saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros.

Baca juga: Doa Naik Pesawat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Termasuk Doa Saat Turbulensi

Keluarga Ferry berharap doa yang dipanjatkan menjadi penguat di tengah penantian yang penuh kecemasan.

Pengajian ditutup dengan doa khusus memohon keselamatan Ferry Irawan serta ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Malam itu, dari sebuah sudut Bekasi, harapan seolah terus terbang menuju langit.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Keluarga Gelar Doa Bersama untuk Ferry Irawan Korban Pesawat ATR 42-500: Mengetuk Pintu Langit,

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Hitung Mundur Ramadhan 2026: Awal Puasa Diprediksi 18 atau 19 Februari
Hitung Mundur Ramadhan 2026: Awal Puasa Diprediksi 18 atau 19 Februari
Aktual
Kemenag Alokasikan Rp 1,6 Triliun KIP Kuliah 2026 untuk PTKN, Dorong Beasiswa Mahasiswa Asing
Kemenag Alokasikan Rp 1,6 Triliun KIP Kuliah 2026 untuk PTKN, Dorong Beasiswa Mahasiswa Asing
Aktual
Puasa Berapa Hari Lagi? Akhir Rajab, Ramadan 2026 Tinggal Sebulan
Puasa Berapa Hari Lagi? Akhir Rajab, Ramadan 2026 Tinggal Sebulan
Aktual
Doa untuk Ferry Irawan Korban ATR 42-500: Mengetuk Pintu Langit, Semoga Diselamatkan Allah
Doa untuk Ferry Irawan Korban ATR 42-500: Mengetuk Pintu Langit, Semoga Diselamatkan Allah
Aktual
Menag Usahakan Al-Azhar Buka di Indonesia, Mahasiswa Tak Perlu ke Mesir
Menag Usahakan Al-Azhar Buka di Indonesia, Mahasiswa Tak Perlu ke Mesir
Aktual
Ramadhan 2026: Apakah Sekolah Libur 1 Bulan Selama Puasa?
Ramadhan 2026: Apakah Sekolah Libur 1 Bulan Selama Puasa?
Aktual
Niat Puasa Senin Kamis dan Mengganti Puasa Ramadhan, Bolehkah Digabung Sekaligus?
Niat Puasa Senin Kamis dan Mengganti Puasa Ramadhan, Bolehkah Digabung Sekaligus?
Doa dan Niat
Kalender Islam 2026: Berapa Hari Lagi Menuju Puasa Ramadhan?
Kalender Islam 2026: Berapa Hari Lagi Menuju Puasa Ramadhan?
Aktual
6 Langkah Menuju Sholat Berkualitas, Bukan Sekadar Rutinitas
6 Langkah Menuju Sholat Berkualitas, Bukan Sekadar Rutinitas
Doa dan Niat
7 Tempat Mustajab Berdoa di Masjid Nabawi yang Perlu Diketahui
7 Tempat Mustajab Berdoa di Masjid Nabawi yang Perlu Diketahui
Doa dan Niat
Saat Sakit, Allah Kirim Malaikat? Ini Penjelasan Menurut Islam
Saat Sakit, Allah Kirim Malaikat? Ini Penjelasan Menurut Islam
Doa dan Niat
Umar bin Abdul Aziz dan Kepemimpinan Singkat yang Menghadirkan Kemakmuran Rakyat
Umar bin Abdul Aziz dan Kepemimpinan Singkat yang Menghadirkan Kemakmuran Rakyat
Doa dan Niat
Insya Allah Bukan Alasan Ingkar Janji, Ini Penjelasan Islam
Insya Allah Bukan Alasan Ingkar Janji, Ini Penjelasan Islam
Aktual
Keistimewaan Bulan Sya’ban: Momentum Taubat dan Persiapan Ramadan
Keistimewaan Bulan Sya’ban: Momentum Taubat dan Persiapan Ramadan
Aktual
Doa Mustajab di Masjid Nabawi: Melangitkan Harapan di Kota Rasulullah
Doa Mustajab di Masjid Nabawi: Melangitkan Harapan di Kota Rasulullah
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com