Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kalender Islam 2026: Berapa Hari Lagi Menuju Puasa Ramadhan?

Kompas.com, 18 Januari 2026, 21:24 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan adalah salah satu momen paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia.

Selain menjadi waktu ibadah puasa dari fajar hingga maghrib, Ramadhan juga penuh dengan amalan, doa, dan refleksi spiritual yang dipandang sangat penting dalam tradisi Islam.

Prediksi Awal Ramadhan 2026

Berdasarkan Kalender Hijriah 1447 H dan berbagai referensi kalender Islam 2026:

  • 1 Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 18–19 Februari 2026 Masehi.
  • Versi Muhammadiyah menetapkan awal puasa pada Rabu, 18 Februari 2026
  • Prediksi pemerintah Indonesia (Kementerian Agama) menggunakan Kalender Hijriah Indonesia memprediksi Kamis, 19 Februari 2026 sebagai awal puasa, namun tetap menunggu sidang isbat resmi.
  • Penetapan resmi awal Ramadhan baru ditentukan melalui sidang isbat berdasarkan pengamatan hilal (bulan sabit) di akhir bulan Sya’ban.

Baca juga: Ramadhan Datang Senyap, Pergi Terlalu Cepat: Mengapa Bulan Suci Selalu Terasa Singkat?

Hitung Mundur Puasa 2026

Karena tanggal awal puasa 2026 diperkirakan sekitar 18–19 Februari 2026, dari awal Januari 2026 biasanya umat Islam sudah menghitung mundur berapa hari lagi menuju Ramadhan. Misalnya pada awal Januari:

Diperkirakan sekitar 30–31 hari lagi menuju hari pertama puasa Ramadhan 2026. 

Hitungan ini bisa berubah tergantung pada keputusan resmi dari otoritas keagamaan di masing-masing negara.

Kalender Islam 2026: Selain Ramadhan

Kalender Islam tidak hanya memuat jadwal puasa Ramadhan, tetapi juga hari-hari penting lainnya, misalnya:

  • Puasa Ayyamul Bidh di bulan Syaban dan Syawal
  • Idul Fitri di awal Syawal
  • Hari Arafah dan Idul Adha di Dzulhijjah

Kenapa Tanggal Bisa Berbeda?

Penentuan awal Ramadhan di kalender Islam berbeda dengan tanggal dalam kalender Masehi karena:

- Kalender Islam mengikuti siklus bulan (lunar), bukan matahari.

- Awal setiap bulan baru ditentukan oleh rukyatul hilal (rukyat hilal) atau hisab (perhitungan astronomi)

Karena itu, meskipun kalender prediksi dapat membantu merencanakan ibadah dan aktivitas, keputusan akhir tetap bergantung pada keputusan otoritas Islam setempat setelah melihat bulan sabit.

Baca juga: Ramadhan 2026 Pertengahan Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Puasa

Kalender Islam 2026 menunjukkan bahwa puasa Ramadhan diperkirakan dimulai pada pertengahan Februari 2026, sekitar 30–31 hari lagi dari awal tahun, bergantung pada metode penetapan awal bulan Hijriah.

Untuk informasi resmi di Indonesia, keputusan final akan diumumkan setelah sidang isbat oleh Kementerian Agama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Potensi Ziswaf Indonesia Tembus Rp343 Triliun, Sedekah Jadi Terbesar
Potensi Ziswaf Indonesia Tembus Rp343 Triliun, Sedekah Jadi Terbesar
Aktual
Reaksi Gus Irfan Lihat Jemaah Sulsel Berbaju Bling-bling di Bandara Jeddah: Ini Ciri Khas
Reaksi Gus Irfan Lihat Jemaah Sulsel Berbaju Bling-bling di Bandara Jeddah: Ini Ciri Khas
Aktual
5 Dzikir Pendek Berpahala Besar, Ringan di Lisan Berat di Timbangan
5 Dzikir Pendek Berpahala Besar, Ringan di Lisan Berat di Timbangan
Aktual
Mengapa Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Tidak Dikirim ke Tanah Air? Ini Penjelasannya
Mengapa Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Tidak Dikirim ke Tanah Air? Ini Penjelasannya
Aktual
Kenapa Makkah Disebut Tanah Haram? Ini Sejarah, Makna, dan Alasannya
Kenapa Makkah Disebut Tanah Haram? Ini Sejarah, Makna, dan Alasannya
Aktual
8 Dzikir dan Doa Ibu Hamil agar Anak Menjadi Saleh dan Berkah
8 Dzikir dan Doa Ibu Hamil agar Anak Menjadi Saleh dan Berkah
Aktual
3 Doa Menyambut Jamaah Haji Pulang dari Tanah Suci, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
3 Doa Menyambut Jamaah Haji Pulang dari Tanah Suci, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Arab Saudi Hapus Paket D untuk Haji 2027, Ini Dampaknya bagi Jemaah
Arab Saudi Hapus Paket D untuk Haji 2027, Ini Dampaknya bagi Jemaah
Aktual
Kemenag Catat Sejarah Baru, 15 Perempuan Dilantik Jadi Kepala KUA
Kemenag Catat Sejarah Baru, 15 Perempuan Dilantik Jadi Kepala KUA
Aktual
Pedoman Pemulasaraan Jenazah dalam Islam, dari Memandikan hingga Pemakaman
Pedoman Pemulasaraan Jenazah dalam Islam, dari Memandikan hingga Pemakaman
Aktual
Menag Dorong Pesantren Tampil Menjawab Tantangan Masa Depan
Menag Dorong Pesantren Tampil Menjawab Tantangan Masa Depan
Aktual
3 Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, Mengharap Ridha Allah Jadi yang Utama
3 Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, Mengharap Ridha Allah Jadi yang Utama
Aktual
Marak Konvoi Penjemputan Haji, Kemenhaj Sumenep Minta Warga Tidak Berlebihan
Marak Konvoi Penjemputan Haji, Kemenhaj Sumenep Minta Warga Tidak Berlebihan
Aktual
6 Perbuatan yang Diam-Diam Menghapus Pahala Muslim, Ghibah hingga Riya
6 Perbuatan yang Diam-Diam Menghapus Pahala Muslim, Ghibah hingga Riya
Aktual
Keutamaan Sedekah dalam Islam, Kisah Sayyidina Ali yang Mendapat Balasan Berlipat
Keutamaan Sedekah dalam Islam, Kisah Sayyidina Ali yang Mendapat Balasan Berlipat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com