Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan 2026 Pertengahan Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Puasa

Kompas.com, 13 Januari 2026, 11:50 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Bulan suci Ramadhan 2026 kian mendekat. Dengan waktu sekitar 35 hari lagi, umat Islam di berbagai belahan dunia mulai bersiap menyambut bulan penuh ibadah, refleksi, dan amal tersebut.

Berdasarkan prediksi astronomi awal yang dilansir Gulf News, Ramadhan 2026 diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Februari.

Meski demikian, penetapan resmi awal Ramadhan tetap menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit sesuai tradisi Islam.

Baca juga: Awal Puasa Ramadhan 2026 Berpotensi Beda, Umat Diimbau Tetap Rukun

Menurut "Hijri to Gregorian Date Conversion tool" milik Dubai’s Islamic Affairs and Charitable Activities Department (IACAD), awal Ramadhan diperkirakan jatuh antara 17 hingga 19 Februari 2026, dengan kemungkinan terkuat pada Rabu, 18 Februari 2026.

Namun, kepastian tanggal tersebut tetap bergantung pada hasil pengamatan hilal di masing-masing negara.

Dengan perkiraan waktu yang semakin dekat, umat Islam diimbau mulai mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026.

Potensi Perbedaan Awal Ramadhan di Indonesia

Di Indonesia, berdasarkan kalender Hijriah yang disusun pemerintah dan sejumlah organisasi Islam, awal Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Meski demikian, pemerintah tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026 untuk memastikan penetapan resmi awal puasa.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan tersebut didasarkan pada penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menggantikan metode hisab wujudul hilal yang selama ini digunakan organisasi tersebut.

Dengan adanya perbedaan metode penetapan tersebut, terdapat potensi perbedaan satu hari antara pemerintah dan Muhammadiyah dalam memulai ibadah puasa Ramadhan tahun ini.

Perbedaan Bukan Alasan Perpecahan

Menurut Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, perbedaan metode penetapan awal bulan—baik melalui hisab maupun rukyah—merupakan kekayaan tradisi keilmuan Islam yang telah berlangsung sejak lama.

Perbedaan tersebut, kata dia, seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan di tengah umat.

Ia menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, serta menghindari perdebatan yang dapat merusak persatuan umat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Perkiraan Lailatul Qadar 2026

Salah satu malam paling dinantikan selama Ramadhan adalah Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan, yang diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan puasa.

Dalam kalender resmi hari besar dan peristiwa keagamaan IACAD untuk 2026, Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada Selasa malam, 17 Maret 2026.

Baca juga: Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H

Malam ini diyakini sebagai momentum istimewa untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sementara itu, Ramadhan 2026 diperkirakan akan berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026, dengan durasi 29 atau 30 hari, bergantung pada hasil pengamatan hilal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar