Editor
KOMPAS.com - Bulan suci Ramadhan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan suka cita, persiapan batin, dan tradisi yang sarat makna.
Dari masjid hingga rumah, dari pengajian hingga lini masa media sosial, ucapan “Marhaban ya Ramadhan” menggema sebagai tanda kerinduan pada bulan penuh ampunan ini.
Namun di balik tradisi tersebut, ada istilah-istilah yang sering muncul dan belum tentu dipahami secara utuh, seperti tarhib Ramadhan, bahkan salah kaprah penulisan tahrib Ramadhan.
Lalu, apa sebenarnya makna istilah-istilah itu? Dan mengapa keutamaan bulan Ramadhan begitu ditekankan dalam banyak sumber ajaran Islam?
Baca juga: Pemerintah Gelontorkan Paket Stimulus Ekonomi Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026
Berikut ulasan Ramadhan yang dirangkum dari sumber-sumber otoritatif keislaman seperti Kementerian Agama Republik Indonesia, NU, dan Muhammadiyah.
Dalam Al Quran, Ramadhan disebut sebagai bulan diturunkannya wahyu pertama. Hal ini menjadi landasan utama mengapa Ramadhan memiliki kedudukan istimewa.
Beberapa keutamaan bulan Ramadhan yang sering dijelaskan para ulama antara lain:
1. Bulan diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185)
2. Pintu ampunan dibuka seluas-luasnya
3. Setan dibelenggu, sehingga peluang berbuat maksiat berkurang
4. Terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan
5. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya
Sumber kajian dari Kemenag dan NU Online kerap menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, tetapi momentum transformasi spiritual.
Istilah tarhib Ramadhan sering terdengar menjelang datangnya bulan puasa. Secara bahasa, tarhib berasal dari kata Arab rahhaba–yurahhibu yang berarti menyambut dengan lapang dada, kegembiraan, dan penghormatan.
Artinya, tarhib Ramadhan adalah rangkaian kegiatan, ucapan, dan persiapan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan suka cita.
Bentuk tarhib ini bisa berupa:
Para ulama menjelaskan bahwa tarhib bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesiapan hati menyambut bulan ibadah.
Di masyarakat, kadang muncul penulisan atau penyebutan tahrib Ramadhan. Padahal, dalam bahasa Arab, tahrib berarti merusak atau menghancurkan.
Karena itu, istilah yang benar adalah tarhib, bukan tahrib. Kekeliruan ini biasanya terjadi karena salah dengar atau salah tulis.
Para penulis di NU Online dan Kemenag beberapa kali meluruskan bahwa istilah yang tepat dalam tradisi Islam adalah tarhib Ramadhan.
Ucapan “Marhaban ya Ramadhan” hampir selalu terdengar menjelang puasa. Secara bahasa: Marhaban berarti selamat datang/sambutan hangat dan Ya Ramadhan berarti wahai Ramadhan
Sehingga, marhaban ya Ramadhan artinya “Selamat datang wahai bulan Ramadhan”.
Ucapan ini bukan sekadar formalitas, tetapi doa dan harapan agar dapat memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Banyak kajian dari Muhammadiyah dan Kemenag menekankan bahwa keistimewaan Ramadhan terletak pada peluang memperbaiki diri:
Ramadhan menjadi “madrasah ruhani” selama 30 hari.
Di Indonesia, tarhib Ramadhan hadir dalam ragam budaya:
Semua tradisi ini memiliki benang merah: menyambut Ramadhan dengan bahagia.
Tarhib membuat umat Islam tidak “kaget” memasuki Ramadhan. Ada proses transisi mental:
Inilah hikmah tarhib yang jarang disadari.
Para ulama mengingatkan, menyambut Ramadhan tidak cukup dengan ucapan marhaban ya Ramadhan, tetapi harus diikuti:
Karena esensi Ramadhan adalah kesiapan hati.
Ramadhan diibaratkan tamu agung. Maka cara menyambutnya pun tidak boleh biasa. Dengan memahami keutamaan bulan Ramadhan, mengetahui bahwa tarhib Ramadhan adalah tradisi menyambut dengan kegembiraan, meluruskan kekeliruan istilah tahrib Ramadhan, serta memahami marhaban ya Ramadhan artinya, umat Islam diharapkan lebih siap secara ilmu dan hati.
Baca juga: Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda, Kemenag Jelaskan Penyebabnya
Semoga Ramadhan kali ini bukan sekadar lewat, tetapi benar-benar membekas dalam perubahan diri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang