Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ucapan Marhaban Ya Ramadhan: Tulisan Arab, Latin, Arti, Hukum dan Contoh Penggunaanya

Kompas.com, 12 Februari 2026, 18:49 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ucapan Marhaban Ya Ramadhan kerap disampaikan umat Islam saat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Tradisi ini dilakukan menjelang puasa sebagai bentuk ekspresi kegembiraan dan kesiapan menjalankan ibadah.

Ungkapan tersebut digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Secara makna, kalimat ini merupakan doa dan sambutan penuh hormat kepada bulan Ramadhan.

Menjelang bulan puasa, ucapan Marhaban Ya Ramadhan menjadi bagian dari budaya religius masyarakat Muslim.

Kalimat tersebut mencerminkan rasa syukur atas kesempatan bertemu kembali dengan bulan penuh berkah.

Cara Penulisan “Marhaban Ya Ramadhan”

Dilansir dari Antara, penulisan Marhaban Ya Ramadhan yang benar dalam bahasa Arab adalah:

مَرْحَبًا يَا رَمَضَان

Secara bahasa, kalimat ini berarti “Selamat datang, wahai bulan Ramadhan.”

Ungkapan tersebut digunakan untuk menyambut kedatangan bulan suci dengan penuh penghormatan dan kebahagiaan.

Arti Kata Marhaban dalam Bahasa Arab

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata marhaban merupakan kata seru yang berarti “selamat datang” dan digunakan untuk menyambut atau menghormati kedatangan seseorang.

Dalam KBBI, marhaban juga merujuk pada jenis lagu puji-pujian yang dilantunkan dalam acara keagamaan.

Mengacu pada laman resmi Kementerian Agama Sulawesi Utara, kata marhaban berasal dari akar kata Arab “rahb” atau “rohba” yang berarti luas, lapang, atau lebar.

Makna ini menggambarkan sikap menerima tamu dengan hati yang terbuka dan penuh kelapangan.

Dalam konteks Ramadhan, ucapan Marhaban Ya Ramadhan menunjukkan kesiapan menyambut bulan suci dengan hati yang lapang, penuh kegembiraan, dan niat untuk memaksimalkan ibadah demi meraih ampunan Allah SWT.

Selain itu, rohba juga diartikan sebagai tempat beristirahat bagi musafir untuk memperbaiki kendaraan dan mengisi perbekalan sebelum melanjutkan perjalanan.

Dalam makna spiritual, Ramadhan menjadi momentum memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meningkatkan ketakwaan.

Hukum Mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan

Ucapan selamat pada dasarnya termasuk dalam ranah kebiasaan (al-‘adaat). Hukum asal kebiasaan dalam Islam dalam mengucapkan selamat, termasuk mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan adalah mubah atau diperbolehkan, selama tidak mengandung unsur yang dilarang.

Karena itu, mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan tidak menjadi kewajiban maupun larangan.

Bahkan, di dalamnya terdapat maslahat berupa saling mendoakan antarsesama Muslim dengan doa yang baik dan sesuai.

Apakah Non Muslim Boleh Mengucapkannya?

Ucapan Marhaban Ya Ramadhan juga boleh disampaikan oleh non Muslim sebagai bentuk penghormatan dan toleransi sosial (muamalah).

Umat Islam dapat menjawabnya dengan ucapan terima kasih sebagai wujud keramahan dan sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.

Contoh Ucapan Marhaban Ya Ramadhan

Berikut adalah contoh ucapan Marhaban Ya Ramadhan yang bisa digunakan untuk saling berbagi kebahagiaan menjelang datangnya bulan suci.

  1. Marhaban Ya Ramadhan.
  2. Marhaban Ya Ramadhan 1447 H.
  3. Selamat datang bulan suci, Marhaban Ya Ramadhan.
  4. Marhaban Ya Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa.
  5. Ramadan Kareem, Marhaban Ya Ramadhan.
  6. Marhaban Ya Ramadhan, semoga kita diberi kesehatan menjalani puasa.
  7. Marhaban Ya Ramadhan, semoga penuh berkah dan ampunan.
  8. Selamat datang Ramadhan, semoga hati semakin bersih dan tenang.
  9. Marhaban Ya Ramadhan, semoga ibadah kita diterima Allah SWT.
  10. Ramadan Mubarak, semoga menjadi bulan penuh rahmat.
  11. arhaban Ya Ramadhan, bulan penuh rahmat dan maghfirah telah tiba.
  12. Dengan hati yang lapang, kami ucapkan Marhaban Ya Ramadhan.
  13. Marhaban Ya Ramadhan, saatnya memperbaiki diri dan memperbanyak amal.
  14. Selamat datang bulan suci, semoga Ramadhan membawa kedamaian.
  15. Marhaban Ya Ramadhan, mari sambut dengan penuh syukur dan suka cita.
  16. Marhaban Ya Ramadhan, semoga Allah SWT memberi kita kekuatan, kesehatan, dan kelapangan hati dalam menjalankan ibadah puasa.
  17. Selamat datang bulan suci Ramadhan, semoga setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan setiap dosa diampuni.
  18. Marhaban Ya Ramadhan, semoga bulan ini menjadi momentum meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.
  19. Dengan penuh hormat dan kegembiraan, kami mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan, semoga menjadi bulan penuh keberkahan.
  20. Marhaban Ya Ramadhan, semoga kita dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan.
  21. Marhaban Ya Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa.
  22. Dengan rasa syukur dan kebahagiaan, kami menyambut datangnya bulan suci. Marhaban Ya Ramadhan, semoga setiap langkah kita dipenuhi rahmat dan ampunan.
  23. Marhaban Ya Ramadhan 1447 H, semoga Ramadhan kali ini membawa keberkahan, kesehatan, dan kebahagiaan untuk kita dan keluarga.
  24. Selamat datang bulan penuh ampunan. Marhaban Ya Ramadhan, semoga hati kita dibersihkan dari segala dosa dan diberikan kekuatan menjalankan ibadah dengan istiqamah.
  25. Marhaban Ya Ramadhan, bulan suci yang dinanti telah tiba. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, menghapus dosa, menerima amal ibadah, serta mempertemukan kita dengan hari kemenangan dalam keadaan terbaik.

Ucapan Lain Selain Marhaban Ya Ramadhan

Selain Marhaban Ya Ramadhan, terdapat beberapa ucapan lain yang sering digunakan untuk menyambut bulan puasa, antara lain:

  • Ramadan Kareem (رمضان كريم), artinya: Ramadhan yang mulia atau Semoga Ramadhan penuh kemuliaan.
  • Ramadhan Mubarak, (رمضان مبارك), artinya: Ramadhan yang diberkahi atau Semoga Ramadhan penuh berkah.
  • Ahlan wa Sahlan Ya Ramadhan (أَهْلًا وَسَهْلًا يَا رَمَضَان) artinya: Selamat datang, wahai Ramadhan (dengan penuh kehangatan).

Ucapan-ucapan tersebut sama-sama bermakna doa dan harapan agar bulan Ramadhan membawa kebaikan.

Ungkapan Bermakna Spiritual dalam Menyambut Ramadhan

Ramadhan bukan sekadar bulan untuk menjalankan ibadah puasa, melainkan momentum meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal kebaikan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan, seseorang menegaskan kesiapan hati dalam menyambut bulan suci dengan penuh keikhlasan.

Ungkapan ini juga menjadi simbol harapan agar Ramadhan menghadirkan keberkahan, ampunan, dan kesempatan memperbaiki diri, baik secara spiritual maupun sosial.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kue Lebaran 2026 Apa Saja? Ini Daftar Suguhan Wajib dan Ide Unik yang Lagi Tren
Kue Lebaran 2026 Apa Saja? Ini Daftar Suguhan Wajib dan Ide Unik yang Lagi Tren
Aktual
30 Prompt Gemini AI untuk Membuat Kartu Ucapan Selamat Ramadhan 1447 H/2026
30 Prompt Gemini AI untuk Membuat Kartu Ucapan Selamat Ramadhan 1447 H/2026
Aktual
Jadwal Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Lengkap dengan Link, Cara Daftar, dan Jumlah Maksimal Pecahannya
Jadwal Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Lengkap dengan Link, Cara Daftar, dan Jumlah Maksimal Pecahannya
Aktual
BI Buka Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Mulai 13 Februari, Cek Jadwal dan Cara Pesan di PINTAR
BI Buka Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Mulai 13 Februari, Cek Jadwal dan Cara Pesan di PINTAR
Aktual
Razia Ramadhan di Dubai, Pengemis Kedapatan Punya 3 Mobil Mewah
Razia Ramadhan di Dubai, Pengemis Kedapatan Punya 3 Mobil Mewah
Aktual
50 Ucapan Selamat Ramadhan 1447 H/2026 Penuh Doa dan Harapan untuk Dibagikan di Media Sosial
50 Ucapan Selamat Ramadhan 1447 H/2026 Penuh Doa dan Harapan untuk Dibagikan di Media Sosial
Aktual
MUI Minta Langkah di Board of Peace Tidak Menyimpang dari Prinsip
MUI Minta Langkah di Board of Peace Tidak Menyimpang dari Prinsip
Aktual
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan: Tulisan Arab, Latin, Arti, Hukum dan Contoh Penggunaanya
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan: Tulisan Arab, Latin, Arti, Hukum dan Contoh Penggunaanya
Aktual
Mudik Gratis Klaten 2026 Dibuka, Warga Jabodetabek Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya
Mudik Gratis Klaten 2026 Dibuka, Warga Jabodetabek Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya
Aktual
Rapat Perdana BoP, MUI Ingatkan BoP Harus Jamin Kemerdekaan Palestina
Rapat Perdana BoP, MUI Ingatkan BoP Harus Jamin Kemerdekaan Palestina
Aktual
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, hingga Cara Mencegah dan Mengobatinya
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, hingga Cara Mencegah dan Mengobatinya
Aktual
Tak Sekadar Toleransi, Maluku Cetak Duta Perdamaian dari Ruang Kelas
Tak Sekadar Toleransi, Maluku Cetak Duta Perdamaian dari Ruang Kelas
Aktual
Surat Yasin: Jumlah Ayat, Riwayat, Keutamaan, dan Tradisi Yasinan
Surat Yasin: Jumlah Ayat, Riwayat, Keutamaan, dan Tradisi Yasinan
Aktual
MUI: Rencana Gedung Umat untuk Perkuat Pengelolaan Zakat dan Wakaf
MUI: Rencana Gedung Umat untuk Perkuat Pengelolaan Zakat dan Wakaf
Aktual
Pesantren di Abad Kedua NU: Berani Berubah atau Tetap di Pinggiran Kekuasaan?
Pesantren di Abad Kedua NU: Berani Berubah atau Tetap di Pinggiran Kekuasaan?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com