Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PCNU Tasikmalaya Peringati 100 Tahun, Tegaskan Semangat Abad Kedua

Kompas.com, 14 Februari 2026, 16:32 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya memperingati 100 tahun perjalanan organisasi dalam kalender Masehi dengan menggelar harlah di kompleks Pondok Pesantren Darussalam, Rajapolah, Sabtu (14/2/2026).

Ribuan warga Nahdliyin memadati lokasi kegiatan sejak pagi. Barisan Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, IPNU, IPPNU hingga unsur lembaga di bawah naungan NU hadir mengikuti rangkaian acara yang berlangsung khidmat.

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan satu abad bukan sekadar seremoni. Ia menyebut momentum ini sebagai titik awal penguatan gerakan di abad kedua.

Menurut dia, besarnya jumlah warga NU harus diimbangi dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Kami berharap dalam harlah ini ada peningkatan-peningkatan dalam berbagai hal. Saatnya kita bangkit dan bergerak lebih masif untuk kemaslahatan umat," ujar KH. Atam.

Baca juga: KH Imam Jazuli: Tajdid Ekologis NU Harga Mati untuk Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim

Dalam kesempatan itu, KH Atam juga menyampaikan harapan agar rencana pembangunan pusat kegiatan NU di atas lahan hibah yang telah diberikan pemerintah daerah dapat segera direalisasikan.

"Dulu Pak Bupati sebelumnya memberikan hibah tanah, mungkin Pak Bupati Cecep sekarang bisa memberikan dukungan untuk membangun gedungnya," ungkap KH. Atam

 Harapan tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Tasikmalaya, H Cecep Nurul Yakin, yang hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Menanggapi hal itu, Bupati Cecep menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah dirintis sebelumnya. Ia memastikan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan akan terus dijaga. 

"Hal baik yang sudah dilakukan oleh bupati sebelumnya, pasti akan diteruskan oleh saya sebagai pelanjutnya," ucap Cecep.

Baca juga: Pesantren di Abad Kedua NU: Berani Berubah atau Tetap di Pinggiran Kekuasaan?

Peringatan harlah juga diisi kegiatan sosial. Panitia menggelar santunan bagi anak yatim dan lansia, donor darah massal, serta pembagian ribuan porsi konsumsi bagi jamaah.

Rangkaian acara turut diisi tausiyah oleh pengasuh Pesantren Sukahideng, KH Aam Abdussalam.

Selepas seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang membahas agenda strategis organisasi.

Forum tersebut membagi pembahasan dalam sidang Bahtsul Masail, komisi program kerja, serta komisi rekomendasi sebagai pijakan langkah di masa mendatang.

Baca juga: PWNU Jatim: Mujahadah Kubro 1 Abad NU Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

Sejumlah tokoh daerah dan pengasuh pesantren turut hadir, di antaranya pimpinan Yayasan Pesantren Cipasung dan jajaran syuriah PCNU. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai peneguhan komitmen pengabdian.

Melalui peringatan satu abad ini, PCNU Kabupaten Tasikmalaya menegaskan kesiapan memasuki fase baru dengan penguatan organisasi, pelayanan sosial, dan kolaborasi lintas sektor demi kemajuan umat di tingkat daerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama IDM Rute Jakarta–Yogyakarta, Cek Syarat, Cara Daftar dan Kuotanya
Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama IDM Rute Jakarta–Yogyakarta, Cek Syarat, Cara Daftar dan Kuotanya
Aktual
Jadwal Belajar dan Libur Ramadan 2026, Tak Boleh Ada Tugas Berat!
Jadwal Belajar dan Libur Ramadan 2026, Tak Boleh Ada Tugas Berat!
Aktual
Pemprov DKI Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadhan
Pemprov DKI Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadhan
Aktual
Tradisi Munggahan Sebelum Puasa, Ini Kegiatan dan Menu yang Wajib Ada
Tradisi Munggahan Sebelum Puasa, Ini Kegiatan dan Menu yang Wajib Ada
Aktual
PCNU Tasikmalaya Peringati 100 Tahun, Tegaskan Semangat Abad Kedua
PCNU Tasikmalaya Peringati 100 Tahun, Tegaskan Semangat Abad Kedua
Aktual
Arti Allahumma Ballighna Ramadhan dan Keutamaannya
Arti Allahumma Ballighna Ramadhan dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Arti Marhaban Ya Ramadhan, Kareem, dan Mubarak, Mana yang Tepat?
Arti Marhaban Ya Ramadhan, Kareem, dan Mubarak, Mana yang Tepat?
Aktual
Mudik Gratis Pelni 2026 Dibuka, Simak Cara Daftar, Syarat, dan Rutenya
Mudik Gratis Pelni 2026 Dibuka, Simak Cara Daftar, Syarat, dan Rutenya
Aktual
Jadwal Sholat Hari Ini Kabupaten Sidoarjo Sabtu, 14 Februari 2026
Jadwal Sholat Hari Ini Kabupaten Sidoarjo Sabtu, 14 Februari 2026
Aktual
Tren Gamis Bini Orang Diburu Jelang Lebaran 2026, Elegan dan Modern
Tren Gamis Bini Orang Diburu Jelang Lebaran 2026, Elegan dan Modern
Aktual
Tren Warna Lebaran 2026: Taupe Jadi Primadona, Elegan, Hangat, dan Cocok untuk Semua Undertone
Tren Warna Lebaran 2026: Taupe Jadi Primadona, Elegan, Hangat, dan Cocok untuk Semua Undertone
Aktual
Gamis Rompi Lepas Jadi Incaran karena Bisa 2 Gaya dalam 1 Baju
Gamis Rompi Lepas Jadi Incaran karena Bisa 2 Gaya dalam 1 Baju
Aktual
KH Imam Jazuli: Tajdid Ekologis NU Harga Mati untuk Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim
KH Imam Jazuli: Tajdid Ekologis NU Harga Mati untuk Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim
Aktual
Ramadhan 2026 Mulai 19 Februari? Ini Penetapan Resmi Sejumlah Negara
Ramadhan 2026 Mulai 19 Februari? Ini Penetapan Resmi Sejumlah Negara
Aktual
Intip Gamis Lebaran 2026 Terbaru: Dari Tren Rompi Lepas hingga Gamis Bini Orang yang Viral
Intip Gamis Lebaran 2026 Terbaru: Dari Tren Rompi Lepas hingga Gamis Bini Orang yang Viral
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com