Editor
KOMPAS.com – Di tengah situasi global yang dipenuhi ketegangan, konflik berkepanjangan, dan polarisasi antarnegara, Indonesia kembali menunjukkan perannya di panggung internasional.
Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam forum Board of Peace (BOP) dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan suara damai dari Asia Tenggara.
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin menyebut partisipasi Indonesia dalam forum tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari diplomasi aktif yang membumi.
“Indonesia hadir bukan dengan suara keras, tetapi dengan pesan yang jelas: perdamaian harus diperjuangkan bersama,” ujar Addin dalam keterangan persnya, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Gedung MUI 40 Lantai di HI Dikaitkan dengan Board of Peace, Menag dan MUI: Tak Ada Kaitannya
Board of Peace dikenal sebagai ruang pertemuan para pemimpin dan tokoh dunia untuk membahas resolusi konflik, stabilitas global, hingga solusi kemanusiaan. Dalam forum itu, Indonesia dinilai mengambil posisi sebagai jembatan dialog di tengah dunia yang terbelah.
GP Ansor melihat setidaknya ada tiga pesan kuat dari langkah diplomasi Presiden Prabowo.
Pertama, dunia membutuhkan dialog, bukan sekadar saling tuding. Kedua, kemanusiaan harus diletakkan di atas kepentingan politik jangka pendek. Ketiga, stabilitas global menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan seluruh bangsa, termasuk Indonesia.
Menurut Addin, strategi ini mengingatkan pada tradisi diplomasi Indonesia sejak era Soekarno yang berani mengambil posisi strategis di tengah dinamika global.
“Sejarah menunjukkan bahwa keberanian membaca momentum adalah bagian penting dalam menjaga kepentingan nasional,” ujarnya.
Dalam isu konflik Palestina–Israel, Presiden Prabowo disebut tetap membawa sikap konsisten Indonesia: mendukung kemerdekaan Palestina, mendorong gencatan senjata permanen, serta memperjuangkan solusi dua negara sesuai hukum internasional.
Bagi GP Ansor, posisi tersebut mencerminkan wajah diplomasi Indonesia yang tegas dalam prinsip namun tetap bijak dalam pendekatan. Selain menyuarakan sikap politik, Indonesia juga aktif dalam misi dan bantuan kemanusiaan.
Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace dinilai memiliki makna strategis. Negara yang stabil dan aktif memperjuangkan perdamaian akan memperoleh kepercayaan global yang lebih kuat.
Stabilitas internasional berdampak langsung pada perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan kata lain, diplomasi perdamaian bukan hanya soal citra, tetapi juga tentang menjaga kesejahteraan rakyat.
Baca juga: MUI Minta Langkah di Board of Peace Tidak Menyimpang dari Prinsip
GP Ansor meyakini langkah Presiden Prabowo di forum global tersebut merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia.
“Di tengah dunia yang gaduh, Indonesia memilih menjadi suara yang menenangkan. Itulah diplomasi kita,” tutup Addin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang