Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Jakarta ke Board of Peace, Diplomasi Prabowo Dinilai GP Ansor Jadi Jembatan Perdamaian Dunia

Kompas.com, 19 Februari 2026, 13:42 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Di tengah situasi global yang dipenuhi ketegangan, konflik berkepanjangan, dan polarisasi antarnegara, Indonesia kembali menunjukkan perannya di panggung internasional.

Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam forum Board of Peace (BOP) dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan suara damai dari Asia Tenggara.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin menyebut partisipasi Indonesia dalam forum tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari diplomasi aktif yang membumi.

“Indonesia hadir bukan dengan suara keras, tetapi dengan pesan yang jelas: perdamaian harus diperjuangkan bersama,” ujar Addin dalam keterangan persnya, Kamis (19/2/2026).

Baca juga: Gedung MUI 40 Lantai di HI Dikaitkan dengan Board of Peace, Menag dan MUI: Tak Ada Kaitannya

Diplomasi yang Tenang, Tapi Tegas

Board of Peace dikenal sebagai ruang pertemuan para pemimpin dan tokoh dunia untuk membahas resolusi konflik, stabilitas global, hingga solusi kemanusiaan. Dalam forum itu, Indonesia dinilai mengambil posisi sebagai jembatan dialog di tengah dunia yang terbelah.

GP Ansor melihat setidaknya ada tiga pesan kuat dari langkah diplomasi Presiden Prabowo.

Pertama, dunia membutuhkan dialog, bukan sekadar saling tuding. Kedua, kemanusiaan harus diletakkan di atas kepentingan politik jangka pendek. Ketiga, stabilitas global menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan seluruh bangsa, termasuk Indonesia.

Menurut Addin, strategi ini mengingatkan pada tradisi diplomasi Indonesia sejak era Soekarno yang berani mengambil posisi strategis di tengah dinamika global.

“Sejarah menunjukkan bahwa keberanian membaca momentum adalah bagian penting dalam menjaga kepentingan nasional,” ujarnya.

Sikap Konsisten soal Palestina–Israel

Dalam isu konflik Palestina–Israel, Presiden Prabowo disebut tetap membawa sikap konsisten Indonesia: mendukung kemerdekaan Palestina, mendorong gencatan senjata permanen, serta memperjuangkan solusi dua negara sesuai hukum internasional.

Bagi GP Ansor, posisi tersebut mencerminkan wajah diplomasi Indonesia yang tegas dalam prinsip namun tetap bijak dalam pendekatan. Selain menyuarakan sikap politik, Indonesia juga aktif dalam misi dan bantuan kemanusiaan.

Lebih dari Sekadar Simbol

Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace dinilai memiliki makna strategis. Negara yang stabil dan aktif memperjuangkan perdamaian akan memperoleh kepercayaan global yang lebih kuat.

Stabilitas internasional berdampak langsung pada perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan kata lain, diplomasi perdamaian bukan hanya soal citra, tetapi juga tentang menjaga kesejahteraan rakyat.

Baca juga: MUI Minta Langkah di Board of Peace Tidak Menyimpang dari Prinsip

GP Ansor meyakini langkah Presiden Prabowo di forum global tersebut merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia.

“Di tengah dunia yang gaduh, Indonesia memilih menjadi suara yang menenangkan. Itulah diplomasi kita,” tutup Addin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com