Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gamis Bini Orang Jadi Tren Lebaran 2026, Siluet Dewasa dan Minimalis

Kompas.com, 23 Februari 2026, 21:24 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Istilah “gamis bini orang” belakangan ramai di media sosial dan kerap muncul dalam percakapan menjelang Lebaran.

Meski terdengar jenaka, frasa ini sebenarnya merujuk pada satu kecenderungan gaya: gamis dengan siluet dewasa, warna kalem, dan detail minimalis yang memberi kesan elegan serta matang.

Memasuki Lebaran 2026, model gamis seperti ini diprediksi semakin diminati. Arah tren menunjukkan pergeseran ke desain yang lebih bersih, potongan rapi, dan warna-warna netral yang mudah dipadukan. Lalu, seperti apa sebenarnya karakter gamis yang disebut-sebut sebagai tren tersebut?

Fenomena “Gamis Bini Orang” dan Pergeseran Selera

Secara sederhana, istilah ini menggambarkan tampilan perempuan yang terlihat anggun, tidak berlebihan, tetapi tetap berkelas. Bukan soal status pernikahan, melainkan aura kedewasaan yang terpancar dari pilihan busana.

Dalam buku The Psychology of Fashion karya Carolyn Mair, dijelaskan bahwa pilihan pakaian sering kali merefleksikan kebutuhan psikologis dan identitas sosial seseorang.

Busana yang lebih tenang dan minimalis kerap dipilih ketika seseorang ingin menampilkan citra matang dan percaya diri.

Sementara itu, dalam Modest Fashion: Styling Bodies, Mediating Faith karya Reina Lewis, modest fashion dipahami sebagai negosiasi antara nilai religius, budaya, dan ekspresi personal.

Artinya, gamis tidak lagi sekadar busana tertutup, tetapi juga medium gaya yang kontekstual dengan perkembangan zaman.

Kombinasi dua pendekatan ini menjelaskan mengapa gamis model dewasa semakin relevan untuk Lebaran 2026.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026, Siluet Minimalis Kian Diminati

Ciri Model Gamis Lebaran 2026 yang Elegan

Tren gamis Lebaran 2026 terbaru mengarah pada siluet minimalis dengan potongan yang jatuh alami.

Modelnya tidak terlalu lebar, tetapi juga tidak ketat. Umumnya berbentuk A-line lembut atau lurus dengan efek flowy.

Beberapa ciri yang menonjol antara lain:

  • Potongan clean tanpa banyak layer berlebihan
  • Detail sederhana seperti lipit halus atau kancing depan
  • Bahu dan lengan dengan struktur rapi
  • Panjang gamis proporsional sehingga terlihat jenjang

Bahan yang digunakan pun cenderung ringan dan jatuh, seperti crepe premium, satin matte, atau silk blend. Tekstur kain yang halus memberi kesan mewah tanpa perlu tambahan ornamen mencolok.

Model seperti ini banyak dipilih karena tetap nyaman digunakan dari pagi hingga sore saat bersilaturahmi.

Warna Tren Baju Lebaran 2026 yang Mendukung Tampilan Dewasa

Selain model, warna memegang peranan penting. Warna trend baju Lebaran 2026 diprediksi masih didominasi nuansa earth tone dan pastel lembut.

Beberapa warna yang diperkirakan populer:

  • Mocca
  • Olive
  • Sage green
  • Dusty blue
  • Maroon gelap
  • Ivory

Warna-warna ini memberi kesan tenang, hangat, dan elegan. Selain itu, warna netral juga memudahkan untuk dipadukan dengan hijab polos maupun motif subtle.

Pilihan warna kalem inilah yang membuat model gamis dewasa terlihat “mahal” meski desainnya sederhana.

Baca juga: 26 Hari Jelang Lebaran 2026, Tren Gamis Abaya Ini Diprediksi Laris Manis

Mengapa Gamis Minimalis Makin Disukai?

Jika dicermati, tren busana global memang bergerak ke arah desain yang lebih timeless. Konsumen tidak lagi membeli pakaian hanya untuk satu momen, tetapi mempertimbangkan fleksibilitas pemakaian jangka panjang.

Gamis dengan desain minimalis bisa digunakan kembali untuk acara keluarga, pengajian, atau undangan formal. Modelnya tidak cepat terasa usang karena tidak terlalu mengikuti tren musiman yang ekstrem.

Selain itu, potongan yang bersih cenderung membuat siluet tubuh terlihat lebih proporsional. Banyak perempuan memilih model ini karena memberi efek visual lebih ramping dan tinggi.

Gamis Bini Orang Cocok untuk Siapa?

Model gamis Lebaran 2026 dengan siluet dewasa ini umumnya cocok untuk:

  • Perempuan usia 25 tahun ke atas
  • Ibu muda yang ingin tampil anggun
  • Pemakai yang menyukai gaya kalem dan tidak terlalu ramai
  • Mereka yang ingin terlihat rapi tanpa usaha berlebihan

Namun, bukan berarti hanya untuk kelompok usia tertentu. Remaja pun dapat mengenakannya dengan memilih warna lebih cerah atau memadukannya dengan aksesori yang segar.

Baca juga: Desainer Sebut Tren Baju Lebaran 2026 Lebih Tenang dan Timeless, Gen Z Disebut Suka yang Simple

Tips Memilih Gamis Lebaran 2026

Sebelum membeli, pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Pilih bahan yang tidak mudah kusut dan tetap adem. Aktivitas Lebaran yang padat menuntut kenyamanan maksimal.
  • Perhatikan potongan di bagian bahu dan pinggang agar tidak terlalu longgar atau terlalu ketat. Siluet yang tepat akan membuat tampilan lebih elegan.
  • Utamakan warna yang mudah dipadukan dengan koleksi hijab yang sudah dimiliki.
  • Cermati kualitas jahitan dan finishing, karena detail kecil sangat memengaruhi kesan keseluruhan.

Lebaran, Kesederhanaan, dan Ekspresi Diri

Lebaran identik dengan pembaruan, tetapi bukan berarti harus tampil mencolok. Tren gamis Lebaran 2026 menunjukkan bahwa kesederhanaan justru menjadi daya tarik utama.

Model yang bersih, warna yang tenang, dan potongan yang rapi mencerminkan kematangan gaya sekaligus nilai modest fashion yang tetap relevan.

Di tengah dinamika tren yang terus berubah, gamis dengan siluet dewasa tampaknya akan menjadi pilihan banyak perempuan.

Bukan sekadar mengikuti istilah viral, tetapi karena desainnya memang menjawab kebutuhan: nyaman, elegan, dan dapat dikenakan lebih dari satu musim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com