Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MUI Masih Kaji Nisab Zakat 2026 Berbasis Emas 14 Karat Versi Baznas

Kompas.com, 2 Maret 2026, 12:49 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi menetapkan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 sebesar 85 gram emas atau setara Rp 91.681.728 per tahun dan Rp 7.640.144 per bulan.

Ketetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Ketua BAZNAS Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026.

Keputusan ini diumumkan pada awal Maret 2026 sebagai pedoman bagi umat Islam dalam menghitung kewajiban zakat penghasilan.

Dalam keputusan tersebut, emas yang dijadikan acuan adalah emas 14 karat dengan kandungan 58,33–62,49 persen.

Baca juga: Menag Minta Maaf: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Dasar Hukum Nisab Zakat Penghasilan 2026

Penetapan nisab zakat penghasilan 2026 oleh BAZNAS mengacu pada standar 85 gram emas sebagaimana praktik yang berlaku dalam perhitungan zakat pendapatan dan jasa.

Nilai Rp 91.681.728 per tahun atau Rp 7.640.144 per bulan menjadi batas minimal penghasilan wajib zakat apabila telah mencapai nisab dalam satu tahun.

Penggunaan emas 14 karat sebagai acuan menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian publik dan lembaga keagamaan.

Baca juga: Nisab Zakat Penghasilan 2026: Setara Rp 91 Juta per Tahun, Kini Pakai Emas 14 Karat

MUI Tegaskan Fatwa Zakat Penghasilan Masih Berlaku

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan masih mengkaji acuan kadar karat emas dalam nisab zakat penghasilan dan jasa.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda, menyampaikan bahwa MUI telah menerbitkan Fatwa Nomor 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan.

Fatwa tersebut memuat empat diktum utama terkait ketentuan zakat penghasilan.

Pertama, ketentuan umum yang menjelaskan bahwa penghasilan adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal.

Penghasilan tersebut dapat bersifat rutin seperti pejabat negara, pegawai, atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan pekerjaan bebas lainnya.

Baca juga: Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal: Jangan Sampai Keliru, Ini Penjelasan Lengkapnya

Kedua, ketentuan hukum yang menyatakan seluruh penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah mencapai nisab dalam satu tahun, yakni senilai 85 gram emas.

Ketiga, waktu pembayaran zakat dapat dilakukan saat menerima penghasilan apabila sudah mencapai nisab.

Apabila belum mencapai nisab, penghasilan dikumpulkan selama satu tahun dan zakat dikeluarkan ketika penghasilan bersih telah memenuhi batas nisab.

Keempat, kadar zakat penghasilan ditetapkan sebesar 2,5 persen.

MUI Kaji Acuan Karat Emas

Komisi Fatwa MUI mengakui bahwa dalam Fatwa Nomor 3 Tahun 2003 belum disebutkan secara spesifik kadar karat emas yang dijadikan ukuran nilai emas dalam zakat penghasilan.

"Tetapi fatwa ini masih relevan. Keadaan harga emas yang semakin naik dan potensi berkurangnya muzaki belum menjadi illah yang kuat untuk mereview fatwa tentang zakat penghasilan," kata Miftah, Senin (2/3/2026) dilansir dari MUI.

Miftah menegaskan hingga saat ini MUI belum memberikan rekomendasi kepada pihak luar, termasuk BAZNAS, terkait kadar karat emas yang digunakan sebagai ukuran nilai zakat penghasilan.

"Secara internal MUI masih mengkaji apakah nilai karat emas itu 24, 22, 21, atau 14 sesuai dengan keputusan Baznas," kata Kiai Miftah.

Kajian internal tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara ketentuan fikih, perkembangan harga emas, dan kebijakan lembaga pengelola zakat nasiona

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com