Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gemerlap Takbiran di Danau Maninjau: Festival Rakik-rakik Hidupkan Tradisi di Tengah Duka

Kompas.com, 22 Maret 2026, 10:02 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Malam takbiran di Danau Maninjau turun perlahan, seperti tirai yang menutup langit. Riak air memantulkan cahaya, gema takbir bersahutan dari masjid, sementara angin malam membawa suasana yang syahdu sekaligus magis.

Di tepian Nagari Maninjau, puluhan warga mulai berkumpul. Dari kejauhan, cahaya-cahaya kecil berpendar di atas permukaan danau—menjadi tanda dimulainya tradisi yang telah lama mengakar: Festival Rakik-Rakik.

Sekitar tiga puluh pemuda terlihat sigap mengusung miniatur Rumah Gadang berbahan kertas plastik menuju rakit yang telah disiapkan.

Baca juga: 5 Momen Halalbihalal yang Selalu Dirindukan Saat Lebaran

Miniatur itu, yang dikenal sebagai telong-telong, menjadi pusat perhatian dalam perhelatan malam takbiran.

“Awas aia angek (air panas),” seru seorang pemuda, memecah kesunyian yang sempat menyelimuti suasana.

Rakit tradisional sepanjang sekitar 10 meter itu berdiri kokoh di atas drum dan papan kayu. Dihiasi kerangka bambu dan dedaunan kering, rakit tampak sederhana namun sarat makna.

Di atasnya, miniatur Rumah Gadang berdampingan dengan Rangkiang—lumbung padi khas Minangkabau yang melambangkan kesejahteraan.

Seiring waktu, cahaya lampu LED mulai menyala, berpadu dengan obor-obor yang melingkari bagian depan rakit. Pendar hangat itu memantul di air gelap, menciptakan panorama yang memukau.

Suasana semakin hidup ketika dentuman batuang atau meriam bambu mulai terdengar. Ledakan yang dihasilkan dari reaksi kalium karbida memecah malam, berpadu dengan tabuhan gendang tambua tansa yang menggema dari tepian danau.

Warga yang semula duduk santai pun serentak berdiri. Ponsel diangkat, momen diabadikan. Malam takbiran bukan lagi sekadar ritual, melainkan perayaan budaya yang menghidupkan kebersamaan.

Festival Rakik-Rakik sendiri bukan tradisi yang muncul tiba-tiba. Sehari sebelum acara, para pemuda telah berkumpul di Kubu Baru Panyinggahan untuk menyiapkan rakit secara gotong royong. Tali-temali diikat dengan ketelitian, mencerminkan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi.

Baca juga: Lebaran Penuh Makna di Jambi: Ritual “Injak Bumi” untuk Bayi Jadi Tradisi Turun-temurun

Namun, tahun ini suasana terasa sedikit berbeda. Semangat kompetisi belum sepenuhnya menyala, seolah masih diselimuti bayang-bayang bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025.

Meski begitu, tradisi tetap berjalan. Di tengah duka dan tantangan, Festival Rakik-Rakik menjadi simbol ketahanan masyarakat—bahwa budaya, harapan, dan kebersamaan tetap hidup, mengapung di atas riak Danau Maninjau yang tak pernah benar-benar sunyi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Niat Puasa Qadha Kapan Dibaca? Waktu, Niat dan Ketentuannya
Niat Puasa Qadha Kapan Dibaca? Waktu, Niat dan Ketentuannya
Doa dan Niat
Surat Yasin Lengkap Bahasa Indonesia: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Surat Yasin Lengkap Bahasa Indonesia: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Aktual
Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Menjaga Ruh Ramadhan di Bulan Syawal dan Seterusnya
Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Menjaga Ruh Ramadhan di Bulan Syawal dan Seterusnya
Aktual
Sekolah Tetap Masuk usai Lebaran 2026, Pemerintah Batalkan Wacana Belajar Hybrid
Sekolah Tetap Masuk usai Lebaran 2026, Pemerintah Batalkan Wacana Belajar Hybrid
Aktual
Hukum Menggabung Puasa Qadha dan Syawal, Boleh atau Harus Dipisah? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menggabung Puasa Qadha dan Syawal, Boleh atau Harus Dipisah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Halal Bihalal dengan ASN, Wabup Bangkalan Minta Kinerja Pegawai Tak Menurun Hingga Hemat BBM
Halal Bihalal dengan ASN, Wabup Bangkalan Minta Kinerja Pegawai Tak Menurun Hingga Hemat BBM
Aktual
Parenting 'Orang Kaya' Disorot, Islam Ajarkan Adab & Karakter Anak
Parenting "Orang Kaya" Disorot, Islam Ajarkan Adab & Karakter Anak
Aktual
Cuaca Ekstrem Ancam Makkah dan Madinah, Saudi Keluarkan Peringatan
Cuaca Ekstrem Ancam Makkah dan Madinah, Saudi Keluarkan Peringatan
Aktual
Inspirasi Outfit Pria Muslim April 2026: Koko Oversize, Kurta, hingga Warna Earth Tone
Inspirasi Outfit Pria Muslim April 2026: Koko Oversize, Kurta, hingga Warna Earth Tone
Aktual
Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap
Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap
Aktual
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Aktual
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Doa dan Niat
Kalender Jawa April 2026 Lengkap dengan Weton: Tanggal Islam, Pasaran, dan Hari Baik
Kalender Jawa April 2026 Lengkap dengan Weton: Tanggal Islam, Pasaran, dan Hari Baik
Aktual
Waspada Microsleep Saat Balik Lebaran, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya
Waspada Microsleep Saat Balik Lebaran, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya
Aktual
Libur April 2026: Ini Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend yang Bisa Dimanfaatkan
Libur April 2026: Ini Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend yang Bisa Dimanfaatkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com