Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Syawal 2026: Keutamaan Setara Setahun, Ini Tata Cara dan Waktunya

Kompas.com, 22 Maret 2026, 09:37 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Puasa Syawal menjadi amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ibadah ini dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal sebagai lanjutan dari puasa Ramadhan yang telah dijalani selama sebulan penuh.

Puasa Syawal memiliki keutamaan besar karena pahalanya disebut setara dengan puasa satu tahun penuh.

Umat Islam dianjurkan menjalankan ibadah ini sebagai bentuk konsistensi dalam menjaga kualitas ibadah setelah Ramadhan.

Baca juga: Khutbah Idul Fitri: Tanda Puasa Diterima, Apakah Kita Masih Istiqamah Setelah Ramadhan?

Keutamaan Puasa Syawal Setara Puasa Setahun

Keutamaan puasa Syawal dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW berikut:

“Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim).

Hadis ini menjadi dasar utama anjuran puasa Syawal karena menunjukkan besarnya pahala yang diberikan.

Perhitungan tersebut didasarkan pada konsep bahwa satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali.

Dengan demikian, puasa 30 hari Ramadhan ditambah enam hari Syawal setara dengan 360 hari atau satu tahun penuh.

Puasa Syawal juga menjadi tanda diterimanya amal Ramadhan karena menunjukkan keberlanjutan dalam kebaikan.

Amalan ini sekaligus menjadi bentuk kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT melalui ibadah yang berkesinambungan.

Baca juga: Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dan Puasa Syawal? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Ulama

Jaga Konsistensi dan Kualitas Ibadah

Puasa Syawal tidak hanya bernilai ibadah secara spiritual, tetapi juga menjadi sarana menjaga konsistensi atau istiqamah.

Ramadhan menjadi ajang latihan, sedangkan puasa Syawal menjadi bentuk nyata menjaga capaian ibadah tersebut.

Amalan ini juga berfungsi sebagai penghapus kekurangan dalam ibadah wajib, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai riwayat mengenai fungsi ibadah sunnah.

Selain itu, puasa Syawal berdampak pada pengendalian diri, baik secara fisik maupun psikologis.

Kebiasaan menahan diri selama Ramadhan dilanjutkan sehingga membantu membentuk pribadi yang lebih sabar dan terkendali.

Dari sisi sosial, puasa Syawal mendorong umat Islam untuk terus berlomba dalam kebaikan dan saling mengingatkan.

Tata Cara Puasa Syawal

Pelaksanaan puasa Syawal pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya.

Umat Islam perlu berniat puasa sunnah Syawal, baik pada malam hari maupun sebelum waktu zawal selama belum makan atau minum.

Selama berpuasa, seseorang menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Amalan ini juga dianjurkan diiringi dengan ibadah lain seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berdzikir.

Pelaksanaan puasa perlu dilakukan dengan keikhlasan dan semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

Puasa Syawal dilaksanakan mulai 2 Syawal hingga akhir bulan Syawal.

Pada 1 Syawal atau hari Idul Fitri, umat Islam diharamkan berpuasa karena merupakan hari raya.

Puasa dapat dilakukan secara berturut-turut atau terpisah sesuai kemampuan masing-masing.

Sebagian ulama menganjurkan untuk menyegerakan pelaksanaan puasa setelah Idulfitri agar lebih mudah menjaga konsistensi.

Bagi umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadhan, dianjurkan untuk mendahulukan qadha sebelum menjalankan puasa Syawal.

Namun, pelaksanaan puasa tetap fleksibel selama dilakukan dalam bulan Syawal.

Puasa Syawal sebagai Kelanjutan Spirit Ramadhan

Puasa Syawal menjadi jembatan yang menghubungkan semangat Ramadhan dengan kehidupan setelahnya.

Amalan ini mengajarkan bahwa ibadah tidak berhenti setelah bulan suci berakhir.

Dengan menjalankan puasa Syawal, umat Islam dapat mempertahankan kualitas spiritual yang telah dibangun selama Ramadhan.

Kesungguhan dalam menjalankan puasa ini menunjukkan komitmen untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Puasa Syawal menjadi kesempatan untuk meraih pahala besar sekaligus menjaga ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar