Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuaca Ekstrem Ancam Makkah dan Madinah, Saudi Keluarkan Peringatan

Kompas.com, 25 Maret 2026, 16:36 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi kembali mengingatkan warganya akan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah, termasuk kawasan suci umat Islam seperti Makkah dan Madinah.

Peringatan ini disampaikan oleh National Center for Meteorology (NCM), yang memantau adanya ketidakstabilan atmosfer di kawasan Semenanjung Arab.

Kondisi ini berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa badai petir, hujan deras, angin kencang, hingga banjir bandang di berbagai wilayah.

Fenomena ini menjadi perhatian serius, terutama karena terjadi di kawasan yang setiap tahunnya menjadi tujuan jutaan jamaah umrah dan haji dari seluruh dunia.

Cuaca Ekstrem Mengintai Wilayah Luas Saudi

Dalam laporan resminya, NCM menyebutkan bahwa cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi tersebar di banyak wilayah strategis seperti Riyadh, Jazan, Qassim, hingga Provinsi Timur.

Wilayah barat seperti Makkah dan Madinah juga masuk dalam zona waspada, bersama daerah pegunungan seperti Asir dan Al-Baha.

Adapun dampak yang diperkirakan melansir dari Saudi Gazette meliputi:

  • Angin kencang yang membawa debu dan pasir
  • Hujan lebat disertai petir
  • Hujan es di beberapa wilayah
  • Penurunan jarak pandang secara signifikan
  • Risiko banjir bandang di daerah lembah (wadi)

Bahkan di wilayah utara seperti Tabuk, fenomena yang lebih jarang terjadi juga diprediksi muncul, seperti hujan salju ringan di dataran tinggi.

Baca juga: Kisah Qurh, Jejak Kota Dagang Kuno di Tengah Gurun Arab Saudi

Ancaman Bagi Jamaah dan Aktivitas Keagamaan

Cuaca ekstrem di kawasan seperti Makkah dan Madinah tentu memiliki dampak signifikan, terutama bagi jamaah yang tengah menjalankan ibadah.

Kondisi hujan lebat dan angin kencang dapat memengaruhi aktivitas di sekitar Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Selain itu, badai debu yang kerap terjadi di wilayah gurun dapat mengganggu kesehatan, khususnya bagi lansia dan anak-anak.

Dalam konteks ini, kesiapsiagaan menjadi sangat penting. Pemerintah Saudi melalui Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Saudi mengimbau masyarakat untuk:

  • Menghindari area rawan banjir seperti lembah
  • Tidak bepergian saat kondisi cuaca memburuk
  • Mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat
  • Penyebab Ilmiah: Ketidakstabilan Atmosfer

Fenomena cuaca ekstrem ini bukan terjadi tanpa sebab. NCM menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh interaksi antara udara panas di permukaan dengan udara dingin di lapisan atas atmosfer.

Dalam kajian meteorologi, kondisi ini dikenal sebagai pembentukan awan cumulonimbus, yaitu awan tebal yang sering membawa badai petir, hujan deras, dan angin kencang.

Penjelasan serupa juga dapat ditemukan dalam buku Atmospheric Science: An Introductory Survey karya John M. Wallace dan Peter V. Hobbs, yang menyebutkan bahwa ketidakstabilan atmosfer menjadi pemicu utama terbentuknya badai konvektif di wilayah tropis dan subtropis.

Sementara itu, dalam buku The Weather and Climate of the Middle East karya Michael J. Field, dijelaskan bahwa kawasan Timur Tengah memiliki karakteristik iklim ekstrem yang rentan terhadap perubahan mendadak, terutama pada masa transisi musim.

Baca juga: Selain Ancaman Banjir Bandang, Arab Saudi Diterjang Hujan Es

Perubahan Iklim dan Intensitas Cuaca Ekstrem

Fenomena ini juga tidak bisa dilepaskan dari isu perubahan iklim global. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan frekuensi kejadian cuaca ekstrem.

Hujan lebat yang sebelumnya jarang terjadi kini menjadi lebih sering, bahkan di wilayah gurun yang dikenal kering.

Para ilmuwan menyebut bahwa pemanasan global memengaruhi pola sirkulasi atmosfer, sehingga meningkatkan intensitas badai dan curah hujan di wilayah tertentu.

Hal ini menjadi pengingat bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Antara Ikhtiar dan Kewaspadaan

Dalam perspektif kehidupan sehari-hari, fenomena ini mengajarkan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar dan kewaspadaan.

Perjalanan ke tanah suci bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik dan pengetahuan terhadap kondisi lingkungan.

Cuaca ekstrem di Makkah dan Madinah menjadi pengingat bahwa alam memiliki dinamika yang tidak selalu dapat diprediksi secara pasti.

Baca juga: Arab Saudi Larang Overstay Umrah 2026, Jemaah Terancam Deportasi

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Pada akhirnya, keselamatan tetap menjadi hal yang paling utama, baik bagi warga lokal maupun para jamaah.

Mengikuti arahan otoritas, memantau perkembangan cuaca, serta tidak memaksakan aktivitas di tengah kondisi ekstrem adalah langkah sederhana yang dapat menyelamatkan banyak hal.

Di tengah cuaca yang tidak menentu, satu hal yang pasti: kewaspadaan adalah kunci.

Dan dalam setiap perjalanan, termasuk perjalanan ibadah, keselamatan selalu menjadi bagian dari tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Parenting 'Orang Kaya' Disorot, Islam Ajarkan Adab & Karakter Anak
Parenting "Orang Kaya" Disorot, Islam Ajarkan Adab & Karakter Anak
Aktual
Cuaca Ekstrem Ancam Makkah dan Madinah, Saudi Keluarkan Peringatan
Cuaca Ekstrem Ancam Makkah dan Madinah, Saudi Keluarkan Peringatan
Aktual
Inspirasi Outfit Pria Muslim April 2026: Koko Oversize, Kurta, hingga Warna Earth Tone
Inspirasi Outfit Pria Muslim April 2026: Koko Oversize, Kurta, hingga Warna Earth Tone
Aktual
Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap
Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap
Aktual
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Aktual
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Doa dan Niat
Kalender Jawa April 2026 Lengkap dengan Weton: Tanggal Islam, Pasaran, dan Hari Baik
Kalender Jawa April 2026 Lengkap dengan Weton: Tanggal Islam, Pasaran, dan Hari Baik
Aktual
Waspada Microsleep Saat Balik Lebaran, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya
Waspada Microsleep Saat Balik Lebaran, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya
Aktual
Libur April 2026: Ini Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend yang Bisa Dimanfaatkan
Libur April 2026: Ini Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend yang Bisa Dimanfaatkan
Aktual
Qatar Akhiri Kebijakan WFH, Situasi Kembali Normal usai Diserang Iran
Qatar Akhiri Kebijakan WFH, Situasi Kembali Normal usai Diserang Iran
Aktual
Jangan Berhenti di Lebaran, Ini Ibadah Sunnah di Bulan Syawal
Jangan Berhenti di Lebaran, Ini Ibadah Sunnah di Bulan Syawal
Aktual
Apakah Boleh Puasa Qadha Digabung Senin Kamis? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Boleh Puasa Qadha Digabung Senin Kamis? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Puasa Qadha Hari Jumat, Bolehkah? Ini Dalil dan Hukumnya
Puasa Qadha Hari Jumat, Bolehkah? Ini Dalil dan Hukumnya
Aktual
Cuti Bersama 2026 Lebaran: Ini Jadwal Libur Sekolah Resmi Pemerintah
Cuti Bersama 2026 Lebaran: Ini Jadwal Libur Sekolah Resmi Pemerintah
Aktual
Bolehkah Puasa Syawal Digabung Senin Kamis? Ini Niat, Cara & Hukumnya
Bolehkah Puasa Syawal Digabung Senin Kamis? Ini Niat, Cara & Hukumnya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com