KOMPAS.com - Silaturahmi dan sikap saling memaafkan bukan sekadar tradisi sosial yang menguat saat momen hari raya, tetapi merupakan ajaran fundamental dalam Islam yang berkaitan langsung dengan kualitas iman seseorang.
Dalam realitas kehidupan modern yang kerap diwarnai konflik, individualisme, dan jarak emosional, dua nilai ini menjadi semakin relevan untuk dihidupkan kembali.
Khutbah Jumat dengan tema ini tidak hanya mengajak jamaah untuk memahami dalil-dalilnya, tetapi juga mendorong implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Harta Bukan Tujuan Hidup, Khutbah Jumat KH M Cholil Nafis MUI tentang Ekonomi Islam
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam akhlak sosial, khususnya dalam menjaga hubungan dengan sesama manusia.
Salah satu bentuk nyata dari ketakwaan adalah menjaga silaturahmi dan membiasakan diri untuk saling memaafkan. Dua hal ini sering dianggap sederhana, namun sesungguhnya memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran Islam.
Allah SWT berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: “Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang bertakwa, yaitu orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”
Baca juga: Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Harta Bukan Segalanya, Ini Cara Islam Mengelolanya
Ayat ini menunjukkan bahwa memaafkan bukan sekadar pilihan, tetapi merupakan ciri orang bertakwa yang dicintai oleh Allah SWT.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Silaturahmi adalah bagian dari iman. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi, dan hendaklah ia berkata baik atau diam.”
Hadis ini menegaskan bahwa kualitas iman seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia menjaga hubungan dengan sesamanya. Orang yang beriman tidak mudah memutus hubungan, tidak gemar menyakiti, dan selalu berusaha menebarkan kebaikan.
Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi menjelaskan bahwa silaturahmi mencakup seluruh bentuk hubungan kebaikan, baik kepada keluarga, tetangga, maupun sesama Muslim. Bahkan kepada orang yang pernah menyakiti, kita tetap dianjurkan untuk menyambung hubungan.
Silaturahmi membawa banyak keutamaan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
Ini menunjukkan bahwa silaturahmi tidak hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan.
Hadirin rahimakumullah,
Selain menjaga silaturahmi, kita juga diperintahkan untuk saling memaafkan. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Oleh karena itu, Islam mengajarkan agar kita tidak menyimpan dendam.
Dalam tafsirnya, Quraish Shihab menjelaskan bahwa memaafkan adalah cara membersihkan hati dari beban emosi negatif. Orang yang memaafkan akan hidup lebih tenang, sementara yang menyimpan dendam akan terus gelisah.
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa dosa yang berkaitan dengan sesama manusia harus diselesaikan di dunia. Jika tidak, maka di akhirat akan dibayar dengan pahala, bahkan bisa menanggung dosa orang lain.
Maka dari itu, jangan menunda untuk meminta maaf dan jangan berat untuk memberi maaf.
Baca juga: Teks Khutbah Jumat Syawal: Menjaga Istiqamah Ibadah Usai Ramadan
Hadirin jamaah Jumat yang berbahagia,
Mari kita renungkan kehidupan kita. Betapa sering terjadi kesalahpahaman dalam keluarga, perselisihan dengan teman, bahkan konflik dengan tetangga. Semua itu jika tidak diselesaikan akan merusak silaturahmi.
Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri untuk introspeksi, memperbaiki lisan, menjaga sikap, serta menumbuhkan empati. Jangan biarkan ego menghalangi kita untuk meminta maaf atau memaafkan.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang gemar menyambung silaturahmi dan mudah memaafkan.
بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita terus menjaga silaturahmi dan memperbanyak sikap saling memaafkan dalam kehidupan kita. Jangan biarkan permusuhan, iri hati, dan kesalahpahaman merusak persaudaraan kita.
Ingatlah, memaafkan tidak akan mengurangi kemuliaan seseorang, justru akan mengangkat derajatnya di sisi Allah SWT.
Mari kita tutup khutbah ini dengan doa:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ الرَّحِمَ وَيَعْفُوْنَ عَنِ النَّاسِ.
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang