Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahakarya Goa Kreo 2026: Saat Legenda Sunan Kalijaga Hidup Kembali di Gunungpati

Kompas.com, 27 Maret 2026, 17:52 WIB
Muchamad Dafi Yusuf,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Semarang menghadirkan perpaduan unik antara seni pertunjukan modern dan ritual adat sakral dalam rangkaian Mahakarya Goa Kreo dan Sesaji Rewanda yang digelar di kawasan Gunungpati.

Rangkaian acara dimulai dari pagelaran Mahakarya Legenda pada Jumat (27/3/2026) malam di Plaza Kandri, lalu berlanjut ke puncak ritual Sesaji Rewanda pada Sabtu (28/3/2026) pagi di Obyek Wisata Goa Kreo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan sejarah yang berkaitan dengan perjalanan dakwah Sunan Kalijaga.

Baca juga: Saat Dedi Mulyadi Jaga Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran yang Kian Langka

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa penggabungan dua konsep acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi menjaga keberlanjutan budaya di tengah perkembangan zaman.

"Kami tidak ingin tradisi hanya menjadi cerita masa lalu yang statis. Melalui Mahakarya Goa Kreo, kami memberi ruang bagi kreativitas generasi muda untuk merepresentasikan legenda secara artistik. Sementara melalui Sesaji Rewanda, kita membumikan kembali nilai-nilai spiritual dan rasa syukur kepada Sang Pencipta melalui penghormatan terhadap alam," ujar Agustina kepada awak media.

Prosesi sakral Sesaji Rewanda dimulai dengan kirab yang bergerak dari Masjid Al-Mabrur menuju pelataran Goa Kreo.

Dalam arak-arakan tersebut, replika kayu jati yang melambangkan sejarah perjuangan Sunan Kalijaga dipikul oleh delapan orang, diiringi sembilan Santri Kanjengan serta ikon khas kawasan tersebut, Kera Bangbintulu.

"Replika kayu jati ini menjadi pengingat bahwa pembangunan peradaban, seperti halnya Masjid Agung Demak dulu, membutuhkan gotong royong dan harmoni dengan alam. Kera-kera di Goa Kreo adalah bagian dari sejarah dakwah Sunan Kalijaga yang harus kita jaga habitatnya," lanjutnya.

Tahun ini, enam jenis gunungan turut diarak dalam prosesi, mulai dari Gunungan Sesaji, Buah, Nasi Kuning, Hasil Bumi, Kupat Lepet, hingga Nasi Golong. Gunungan tersebut didoakan sebelum dipersembahkan secara simbolis kepada kawanan kera, sebagai bentuk sedekah alam.

Setelah prosesi selesai, masyarakat turut menikmati isi gunungan dalam tradisi “ngalap berkah”, yang dipercaya membawa keberkahan dari hasil bumi.

Tak hanya sarat nilai budaya, kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca juga: Tradisi Ngapungkeun Balon Garut saat Lebaran, Warisan Budaya yang Sarat Nilai Kebersamaan

Dengan rangkaian acara yang berlangsung dari malam hingga pagi, wisatawan diharapkan menghabiskan lebih banyak waktu di kawasan Desa Wisata Kandri.

"Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan menyaksikan langsung sakralnya ritual ini. Selain edukasi sejarah, pengunjung juga bisa menikmati suasana alam Goa Kreo yang asri," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ingin Berangkat Haji Tapi Masih Punya Utang, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Penjelasan Ulama
Ingin Berangkat Haji Tapi Masih Punya Utang, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
7 Syarat Wajib Haji yang Harus Dipenuhi Jemaah, Lengkap dengan Penjelasan dan Persiapannya
7 Syarat Wajib Haji yang Harus Dipenuhi Jemaah, Lengkap dengan Penjelasan dan Persiapannya
Aktual
Khutbah Jumat Bahasa Sunda: Ngajauhan Panyakit Hate dina Kahirupan Sapopoe
Khutbah Jumat Bahasa Sunda: Ngajauhan Panyakit Hate dina Kahirupan Sapopoe
Aktual
Shalat Tahajud: Amalan Mustajab di Sepertiga Malam, Lengkap Niat, Hadis, dan Doa
Shalat Tahajud: Amalan Mustajab di Sepertiga Malam, Lengkap Niat, Hadis, dan Doa
Doa dan Niat
Menunda Pulang Demi Sesama, Kisah Dua Generasi Pramuka di Karya Bakti Lebaran
Menunda Pulang Demi Sesama, Kisah Dua Generasi Pramuka di Karya Bakti Lebaran
Aktual
Mahakarya Goa Kreo 2026: Saat Legenda Sunan Kalijaga Hidup Kembali di Gunungpati
Mahakarya Goa Kreo 2026: Saat Legenda Sunan Kalijaga Hidup Kembali di Gunungpati
Aktual
Wapres Gibran Silaturahmi ke Ponpes An Najah Boyolali, Tekankan Peran Pesantren dalam Perkuat Persatuan
Wapres Gibran Silaturahmi ke Ponpes An Najah Boyolali, Tekankan Peran Pesantren dalam Perkuat Persatuan
Aktual
Bacaan Doa Tahiyat Akhir Lengkap: Arab, Latin, Arti dan Posisi Tangan Sesuai Sunnah
Bacaan Doa Tahiyat Akhir Lengkap: Arab, Latin, Arti dan Posisi Tangan Sesuai Sunnah
Doa dan Niat
6 Amalan Sunnah Wanita di Hari Jumat, Raih Pahala Berlipat
6 Amalan Sunnah Wanita di Hari Jumat, Raih Pahala Berlipat
Aktual
3 Keutamaan Baca Surah Al-Kahfi di Jumat: Cahaya hingga Tangkal Dajjal
3 Keutamaan Baca Surah Al-Kahfi di Jumat: Cahaya hingga Tangkal Dajjal
Aktual
Keutamaan Bulan Syawal: Waktu Naik Level Iman Setelah Ramadhan
Keutamaan Bulan Syawal: Waktu Naik Level Iman Setelah Ramadhan
Aktual
Syawalan Kaliwungu Kendal Dimulai, Bupati Ajak Teladani Kyai Asy’ari
Syawalan Kaliwungu Kendal Dimulai, Bupati Ajak Teladani Kyai Asy’ari
Aktual
Kabar Baik! Saudi Buka Perpanjangan Visa Kedaluwarsa hingga 18 April 2026
Kabar Baik! Saudi Buka Perpanjangan Visa Kedaluwarsa hingga 18 April 2026
Aktual
Khutbah Jumat: Keutamaan Silaturahmi dan Memaafkan Sesama
Khutbah Jumat: Keutamaan Silaturahmi dan Memaafkan Sesama
Aktual
Saat Dedi Mulyadi Jaga Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran yang Kian Langka
Saat Dedi Mulyadi Jaga Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran yang Kian Langka
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com