Editor
KOMPAS.com – Kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi disebut hampir mencapai 100 persen. Pemerintah pun menekankan pentingnya manasik haji sebagai bekal utama bagi jamaah agar ibadah berjalan tertib, aman, dan sesuai syariat.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Moch Irfan Yusuf saat menghadiri kegiatan manasik haji Kota Blitar di Masjid Ar Rahman, Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (25/3/2026), sebagaimana dikutip dari MUI Digital, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, serta sejumlah pejabat kementerian, tokoh agama, dan masyarakat.
Baca juga: Hukum Menunda Haji bagi yang Mampu, Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait Pelaksanaan Rukun Islam Kelima
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Haji menegaskan bahwa manasik bukan sekadar formalitas, melainkan kunci keberhasilan ibadah haji.
“Bapak dan Ibu adalah orang-orang yang beruntung. Manasik ini menjadi bekal penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar, disiplin, dan penuh kebersamaan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah.
“Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadirkan layanan terbaik bagi jamaah, mulai dari pembinaan, pelayanan, hingga perlindungan,” ujar Menhaj.
Menteri Haji menjelaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan langkah strategis dari Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan yang lebih fokus dan terintegrasi.
“Kementerian ini hadir untuk memastikan pelayanan yang berpusat pada jemaah, sejak persiapan, pelaksanaan, hingga kembali ke Tanah Air,” lanjutnya.
Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, penyelenggaraan haji bertujuan memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan agar jamaah dapat menjalankan ibadah sesuai syariat.
Konsep yang diusung adalah Tri Sukses Haji, meliputi:
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah program strategis, di antaranya:
Pada penyelenggaraan tahun ini, pemerintah mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.”
“Kami memastikan layanan yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh jamaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” tegasnya.
Terkait kesiapan teknis, pemerintah memastikan hampir seluruh aspek telah siap.
“Akomodasi di Makkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan. Penerbitan visa juga telah mencapai lebih dari 95 persen,” jelasnya.
Pemberangkatan kloter pertama jamaah haji Indonesia dijadwalkan mulai 22 April 2026.
Selain itu, pemerintah juga telah bekerja sama dengan pihak syarikah di Arab Saudi untuk menjamin kualitas layanan, termasuk distribusi kartu Nusuk yang akan diterima jamaah saat di embarkasi.
Baca juga: Ingin Berangkat Haji Tapi Masih Punya Utang, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Penjelasan Ulama
Menutup pernyataannya, Menteri Haji mengajak seluruh pihak untuk mendoakan kelancaran ibadah haji di tengah dinamika global.
“Kita semua berharap situasi di Timur Tengah tetap kondusif sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang