Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panduan Ruqyah Mandiri di Rumah Sesuai Sunnah, Lengkap Bacaannya

Kompas.com, 3 April 2026, 19:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dalam ajaran Islam, Al-Qur’an tidak hanya menjadi petunjuk hidup, tetapi juga diyakini sebagai penyembuh (syifa) bagi berbagai penyakit, baik fisik maupun batin.

Salah satu ikhtiar yang diajarkan Rasulullah SAW untuk meraih kesembuhan itu adalah melalui ruqyah.

Di tengah maraknya praktik pengobatan alternatif, ruqyah mandiri menjadi pilihan yang semakin banyak diamalkan karena dinilai lebih aman, sederhana, dan sesuai sunnah.

Lantas, bagaimana sebenarnya tata cara ruqyah mandiri di rumah yang benar? Bacaan apa saja yang dianjurkan?

Memahami Ruqyah: Antara Ikhtiar dan Ibadah

Secara bahasa, ruqyah berarti perlindungan atau doa yang dibacakan untuk menghindarkan seseorang dari bahaya.

Dalam praktiknya, ruqyah syar’iyyah adalah terapi dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Dalam buku Ruqyah Syar’iyyah untuk Gangguan Jin, Sihir, Hasad, dan ‘Ain karya Mochamad Mujadid Al Kautsar, dijelaskan bahwa ruqyah bukan sekadar metode penyembuhan, tetapi juga bentuk tawakal dan ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT.

Sementara itu, dalam Zad al-Ma’ad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, disebutkan bahwa ruqyah merupakan salah satu pengobatan paling efektif, terutama jika dilakukan dengan keyakinan penuh dan sesuai tuntunan syariat.

Ruqyah sudah dipraktikkan sejak zaman Nabi Muhammad, baik untuk melindungi diri dari gangguan makhluk halus, sihir, maupun penyakit yang bersifat non-medis.

Baca juga: Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, hingga Cara Mencegah dan Mengobatinya

Dalil Ruqyah Mandiri dalam Hadis

Salah satu dasar kuat ruqyah mandiri adalah hadis riwayat Imam Bukhari, yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW sebelum tidur:

Beliau mengumpulkan kedua telapak tangan, meniupnya, lalu membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Setelah itu, beliau mengusapkannya ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala dan wajah, dilakukan sebanyak tiga kali.

Dalam riwayat Imam Muslim, Rasulullah juga mengajarkan doa saat merasakan sakit:

“Letakkan tanganmu pada bagian yang sakit, lalu bacalah ‘Bismillah’ tiga kali dan lanjutkan dengan doa perlindungan sebanyak tujuh kali.”

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa ruqyah bisa dilakukan sendiri (mandiri), tanpa harus bergantung pada orang lain.

Persiapan Ruqyah Mandiri di Rumah

Sebelum memulai ruqyah, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar prosesnya lebih khusyuk dan sesuai sunnah.

Dalam buku Ar-Ruqyah Asy-Syar’iyyah: Terapi Gangguan Jin & Penyakit Hati karya Ustadz Arif Rahman, disebutkan bahwa kesiapan spiritual menjadi kunci utama keberhasilan ruqyah.

Beberapa persiapan yang dianjurkan antara lain:

  • Mensucikan diri dengan wudhu, atau lebih baik lagi mandi
  • Memilih tempat yang bersih dan tenang
  • Menghadirkan niat ikhlas untuk memohon kesembuhan kepada Allah
  • Menjauhkan diri dari hal-hal yang mengandung maksiat

Ruqyah bukan sekadar bacaan, tetapi juga proses mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: 5 Ayat Al-Quran yang Menenangkan Hati Saat Gelisah

Tata Cara Ruqyah Mandiri Sesuai Sunnah

Ruqyah mandiri dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana berikut:

Pertama, memulai dengan shalat sunnah dua rakaat untuk memohon pertolongan kepada Allah.

Kedua, membaca ta’awudz, basmalah, istighfar, dan shalawat sebagai pembuka.

Ketiga, membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang dianjurkan dalam ruqyah, sambil meniupkan sedikit ke telapak tangan.

Keempat, mengusapkan tangan ke bagian tubuh, terutama yang terasa sakit atau tidak nyaman.

Kelima, mengulang bacaan dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan.

Ruqyah dapat dilakukan secara rutin, terutama sebelum tidur atau setelah shalat.

Bacaan Ruqyah Mandiri yang Dianjurkan

Beberapa ayat yang paling sering digunakan dalam ruqyah mandiri antara lain:

1. Surah Al-Fatihah

Dikenal sebagai “Ummul Kitab”, surah ini memiliki keutamaan sebagai doa penyembuh.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn(a). Ar-raḥmānir-raḥīm(i). Māliki yaumid-dīn(i). Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn(u), Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a). Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim, gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."

2. Surah Al-Ikhlas

Menegaskan keesaan Allah dan menjadi perlindungan dari berbagai gangguan.

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

Qul huwallāhu aḥad(un). Allāhuṣ-ṣamad(u). Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad(un).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."

3. Surah Al-Falaq

Berisi permohonan perlindungan dari kejahatan makhluk, sihir, dan hasad.

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

Qul a'ūżu birabbil-falaq(i). Min syarri mā khalaq(a). Wa min syarri gāsiqin iżā waqab(a). Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad(i). Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad(a).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki'."

4. Surah An-Nas

Memohon perlindungan dari bisikan setan dan gangguan jin.

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

Qul a'ūżu birabbin-nās(i). Malikin-nās(i). Ilāhin-nās(i). Min syarril-waswāsil-khannās(i). Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i). Minal jinnati wan-nās(i).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia'."

Dalam praktiknya, keempat surah ini dibaca secara berulang, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Selain itu, sebagian ulama juga menganjurkan membaca ayat kursi dan beberapa ayat lain yang berkaitan dengan perlindungan diri.

Baca juga: Doa Agar Terhindar dari Penyakit Ain Beserta Artinya

Kapan Ruqyah Perlu Dilakukan?

Ruqyah mandiri bisa dilakukan dalam berbagai kondisi, seperti:

  • Saat merasa gelisah tanpa sebab jelas
  • Mengalami gangguan tidur atau mimpi buruk
  • Merasa lemah atau sakit yang sulit dijelaskan
  • Sebagai bentuk perlindungan harian

Namun, penting dipahami bahwa ruqyah bukan pengganti pengobatan medis. Ia adalah ikhtiar spiritual yang melengkapi usaha lahiriah.

Antara Keyakinan dan Kesabaran

Ruqyah bukanlah proses instan. Dalam banyak kasus, kesembuhan datang secara bertahap, seiring dengan kekuatan iman dan konsistensi dalam berdoa.

Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai literatur ulama, kekuatan utama ruqyah terletak pada keyakinan kepada Allah SWT, bukan sekadar pada bacaan itu sendiri.

Ikhtiar Sederhana yang Sarat Makna

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, ruqyah mandiri menjadi pengingat bahwa tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan cara materi. Ada dimensi spiritual yang juga perlu dijaga.

Melalui bacaan Al-Qur’an dan doa, seorang Muslim diajak kembali kepada sumber ketenangan sejati.

Bukan hanya untuk mencari kesembuhan, tetapi juga untuk memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

Dan mungkin, di situlah letak kekuatan terbesar dari ruqyah, bukan sekadar menyembuhkan, tetapi juga menenangkan jiwa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Perpres Ditjen Pesantren Diteken, Ini Lima Direktorat Strategis yang Disiapkan
Perpres Ditjen Pesantren Diteken, Ini Lima Direktorat Strategis yang Disiapkan
Aktual
Hukum Menghidupi Keluarga dari Harta Judi Menurut Islam, Boleh atau Tidak? Berikut Penjelasan MUI
Hukum Menghidupi Keluarga dari Harta Judi Menurut Islam, Boleh atau Tidak? Berikut Penjelasan MUI
Aktual
Judi Online Kian Marak, Ini Penjelasan Lengkap Hukum dan Dampaknya dalam Islam Menurut MUI
Judi Online Kian Marak, Ini Penjelasan Lengkap Hukum dan Dampaknya dalam Islam Menurut MUI
Aktual
Bacaan Tahlil Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Disertai Doa Tahlil untuk Orang Meninggal
Bacaan Tahlil Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Disertai Doa Tahlil untuk Orang Meninggal
Doa dan Niat
Haedar Nashir Tegas: Rezim Boleh Berganti, Muhammadiyah Tetap Kawal Arah Bangsa
Haedar Nashir Tegas: Rezim Boleh Berganti, Muhammadiyah Tetap Kawal Arah Bangsa
Aktual
MUI Serukan Perang Lawan Konten Amoral! Ruang Digital RI Disebut Darurat, Generasi Muda Terancam
MUI Serukan Perang Lawan Konten Amoral! Ruang Digital RI Disebut Darurat, Generasi Muda Terancam
Aktual
20 Sifat Wajib Allah SWT: Arti, Makna, dan Penjelasan Lengkap
20 Sifat Wajib Allah SWT: Arti, Makna, dan Penjelasan Lengkap
Aktual
Doa Menghadapi Musibah Gempa Bumi serta Hikmah Terjadinya Bencana dalam Islam
Doa Menghadapi Musibah Gempa Bumi serta Hikmah Terjadinya Bencana dalam Islam
Aktual
Kemenhaj Cegah Haji Ilegal, Bayar Rp 100 Juta Bisa Lolos ke Arab Saudi
Kemenhaj Cegah Haji Ilegal, Bayar Rp 100 Juta Bisa Lolos ke Arab Saudi
Aktual
Panduan Ruqyah Mandiri di Rumah Sesuai Sunnah, Lengkap Bacaannya
Panduan Ruqyah Mandiri di Rumah Sesuai Sunnah, Lengkap Bacaannya
Aktual
Kisah Runtuhnya Persia: Strategi Islam dari Abu Bakar ke Umar
Kisah Runtuhnya Persia: Strategi Islam dari Abu Bakar ke Umar
Aktual
Cegah Praktik Haji Ilegal, Kemenhaj Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian
Cegah Praktik Haji Ilegal, Kemenhaj Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian
Aktual
Daftar Vaksinasi Wajib dan Tambahan untuk Calon Jamaah Haji 2026
Daftar Vaksinasi Wajib dan Tambahan untuk Calon Jamaah Haji 2026
Aktual
Hati-hati, Ini Penyebab Doa Sulit Diijabah Menurut Islam
Hati-hati, Ini Penyebab Doa Sulit Diijabah Menurut Islam
Aktual
Asal Usul Hormuz hingga Duel Khalid bin Walid yang Mengubah Sejarah
Asal Usul Hormuz hingga Duel Khalid bin Walid yang Mengubah Sejarah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com