Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MUI Dukung Pemerintah Bersihkan Judi Online dan Konten Destruktif di Ruang Digital

Kompas.com, 3 April 2026, 22:54 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam membersihkan ruang digital dari praktik judi online dan konten destruktif.

MUI menganggap adanya fenomena konten negatif di dunia maya dinilai semakin marak dan mengkhawatirkan.

Kondisi ini apabila terus dibiarkan dinilai akan berdampak pada moral serta perkembangan generasi muda.

Karena itu, langkah tegas diperlukan untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan bermartabat.

Baca juga: Judi Online Kian Marak, Ini Penjelasan Lengkap Hukum dan Dampaknya dalam Islam Menurut MUI

MUI Tegaskan Dukungan untuk Bersihkan Ruang Digital

Dilansir dari MUI Digital, Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dalam menertibkan ruang digital.

Ia menyebut kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat.

“MUI secara khusus memberikan dukungan kepada Presiden Republik Indonesia, kepada Menteri Komdigi dan juga seluruh aparatur negara untuk mewujudkan ruang digital yang sehat dan bermartabat,” ungkap Kiai Ni’am di Jakarta, Jumat (3/4/2026).

Baca juga: Hukum Menghidupi Keluarga dari Hasil Judi Menurut Islam, Boleh atau Tidak? Berikut Penjelasan MUI

Menurutnya, ruang digital seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan positif seperti pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.

“Pada saat yang sama, kita memproteksi bahkan memerangi ekosistem digital destruktif yang merusak masa depan generasi muda,” kata Kiai Ni’am.

MUI Soroti Maraknya Konten Negatif di Dunia Maya

MUI menilai saat ini ruang digital Indonesia dipenuhi berbagai konten yang merusak, mulai dari pornografi hingga judi online.

Selain itu, terdapat pula konten permainan yang tidak bermanfaat, ujaran kebencian, hingga konten yang berpotensi meniru tindak kejahatan.

Fenomena ini dinilai semakin berbahaya karena terus berulang dan dianggap sebagai hal biasa oleh masyarakat.

Kondisi tersebut berpotensi merusak mentalitas dan karakter generasi muda.

“Karena kita tahu ada sekelompok orang yang mengambil manfaat dari kebebasan tanpa batas untuk meraut keuntungan ekonomi, sebagian elemen merusak generasi dengan tradisi, dengan konten yang bertentangan dengan norma agama, bertentangan dengan kesusilaan, bertentangan dengan asas kepatutan dan juga kepantasan di tengah masyarakat,” kata Kiai Ni’am.

MUI Dorong Penegakan Hukum dan Regulasi Digital

MUI juga mendorong pemerintah untuk memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran di ruang siber.

Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat sekaligus membangun generasi yang beradab.

Organisasi tersebut menilai regulasi yang kuat dibutuhkan untuk mencegah penyalahgunaan kebebasan digital oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan secara tidak bertanggung jawab.

MUI Ajak Masyarakat Perangi Kejahatan Siber

Selain peran pemerintah, MUI juga mengajak masyarakat untuk turut aktif dalam memerangi kejahatan berbasis digital.

Partisipasi publik dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat.

“Dukung terus Indonesia Bermartabat melalui regulasi ruang digital, hal ini semata untuk kepentingan kebaikan negeri dan ayo perang bersama terhadap kejahatan berbasis cyber termasuk pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari kebebasan tanpa batas itu,” ujar dia.

Upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menekan penyebaran judi online serta konten destruktif lainnya di ruang digital Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
PBNU Gelar PD-PKPNU di Bina Insan Mulia, Siapkan Santri Jadi Penggerak NU di 16 Negara
PBNU Gelar PD-PKPNU di Bina Insan Mulia, Siapkan Santri Jadi Penggerak NU di 16 Negara
Aktual
Mau Saksikan Langsung Wukuf di Arafah? Ini Link Live Streaming yang Bisa Ditonton dari Rumah
Mau Saksikan Langsung Wukuf di Arafah? Ini Link Live Streaming yang Bisa Ditonton dari Rumah
Aktual
Contoh Ucapan Selamat Idul Adha 2026 dalam Bahasa Jawa dan Artinya yang Penuh Doa
Contoh Ucapan Selamat Idul Adha 2026 dalam Bahasa Jawa dan Artinya yang Penuh Doa
Aktual
Doa Buka Puasa Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Buka Puasa Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Lokasi Shalat Idul Adha 2026 Muhammadiyah di Semarang, Rabu 27 Mei 2026
Lokasi Shalat Idul Adha 2026 Muhammadiyah di Semarang, Rabu 27 Mei 2026
Aktual
Puasa Sebelum Idul Adha Apakah Wajib? Ini Penjelasan Hukum Puasa Tarwiyah dan Larangannya Saat Hari Tasyrik
Puasa Sebelum Idul Adha Apakah Wajib? Ini Penjelasan Hukum Puasa Tarwiyah dan Larangannya Saat Hari Tasyrik
Aktual
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia Saat Wukuf di Arafah
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia Saat Wukuf di Arafah
Aktual
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Aktual
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Aktual
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
Aktual
PPIH Arab Saudi Gelar Safari Wukuf untuk Jamaah Haji Lansia dan Sakit
PPIH Arab Saudi Gelar Safari Wukuf untuk Jamaah Haji Lansia dan Sakit
Aktual
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Aktual
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Aktual
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com