Editor
KOMPAS.com - Ibadah haji dan umrah merupakan amalan yang sangat mulia dalam Islam dengan pahala besar bagi yang menunaikannya.
Namun, tidak semua Muslim memiliki kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci karena keterbatasan tertentu.
Meski demikian, terdapat sejumlah amalan yang disebut memiliki pahala setara haji dan umrah berdasarkan hadis Nabi SAW.
Dilansir dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), beberapa smalan ini dapat menjadi alternatif untuk meraih pahala besar sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca juga: Badal Haji: Pengertian, Dalil, Hukum, Syarat dan Ketentuan Lengkap
Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan dan memiliki keutamaan luar biasa.
Amalan-amalan ini dapat menjadi peluang bagi umat Muslim untuk tetap memperoleh pahala besar meski belum mampu berhaji atau berumrah.
Baca juga: Haji Tamattu: Pengertian, Syarat, Niat, dan Tata Cara Lengkap
Shalat Subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan dzikir hingga matahari terbit, kemudian ditutup dengan shalat dua rakaat (Isyraq), memiliki keutamaan besar.
من صلى الغداة في جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة
Artinya: "Siapa yang mengerjakan Shalat subuh berjemaah, kemudian dia tetap duduk sambil zikir sampai terbit matahari dan setelah itu mengerjakan Shalat dua rakaat, maka akan diberikan pahala haji dan umrah.” (HR. At-Tirmidzi)
Berbuat baik kepada orang tua merupakan amalan utama dalam Islam yang pahalanya sangat besar. Ridha Allah SWT bergantung pada ridha orang tua.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ : أَتَى رَجُلٌ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : إِنِّى أَشْتَهِى الْجِهَادَ وَلَا أَقْدِرُ عَلَيْهِ. قَالَ : هَلْ بَقِيَ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ؟ قَالَ : أُمِّي. قَالَ : فَأَبْلِ اللهَ فِى بِرِّهَا. فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ وَمُعْتَمِرٌ وَمُجَاهِدٌ. فَإِذَا رَضِيَتْ عَنْكَ أُمُّكَ فَاتَّقِ اللهَ وَبِرَّهَا
Artinya: “Dari Anas, ia berkata, ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah saw. kemudian berkata “Sesungguhnya aku ingin berjihad namun aku tidak mampu” Rasulullah saw. bersabda: “Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih ada?” Laki-laki itu menjawab: “Ibuku” Rasulullah saw. bersabda: “Perbaikilah hubunganmu dengan Allah Swt. dengan berbakti kepada ibumu. Ketika kamu telah melakukannya maka kamu adalah orang yang berhaji, umrah dan jihad. Ketika ibumu rida kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan berbaktilah kepada ibumu”. (Abu Ya'la Al-Maushuli, Musnad Abu Ya'la Al-Maushuli, Jilid V, halaman 150).
Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dan memiliki keutamaan besar jika dilakukan dengan niat yang benar.
من غدا إلى المسجد لايريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه، كان له كأجر حاج تاما حجته
Artinya, “Siapa yang berangkat ke masjid hanya untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, diberikan pahala seperti pahala ibadah haji yang sempurna hajinya” (HR. At-Thabarani).
Menjaga Shalat berjamaah lima waktu di masjid serta melaksanakan Shalat Dhuha juga memiliki keutamaan yang besar.
من خرج من بيته متطهرا إلى صلاة مكتوبة فأجره كأجر الحاج المحرم، ومن خرج إلى تسبيح الضحى لا ينصبه إلا إياه فأجره كأجر المعتمر
Artinya, “Siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan Shalat fardhu akan diberikan pahala ibadah haji. Sementara orang yang keluar rumah untuk mengerjakan Shalat dhuha dan tidak ada tujuan lain selain itu, maka akan diberikan pahala umrah,” (HR. Abu Daud).
Menunaikan umrah pada bulan Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar dan pahalanya setara dengan haji.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِامْرَأَةٍ مِنَ الْأَنْصَارِ… ” مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّينَ مَعَنَا ؟ ” قَالَتْ : كَانَ لَنَا نَاضِحٌ فَرَكِبَهُ أَبُو فُلَانٍ وَابْنُهُ … قَالَ : ” فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِي فِيهِ ؛ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ”
Artinya: “Rasulullah swa. berkata kepada seorang perempuan dari Kaum Anshar, “Apa yang menghalangimu untuk menunaikan haji bersama kami?” Perempuan itu berkata, “Dahulu kami memiliki seekor unta yang selalu digunakan oleh ayah fulan dan anaknya, maksudnya adalah suami dan anak dari perempuan itu, kemudian dia membiarkan unta tersebut untuk mengangkut air. Beliau berkata, “Apabila datang Ramadan, laksanakan umrah karena umrah pada bulan Ramadan seperti ibadah haji.” (HR Bukhari no 1657).
Amalan-amalan tersebut menunjukkan bahwa Islam memberikan banyak kesempatan bagi umatnya untuk meraih pahala besar.
Tidak hanya melalui ibadah haji dan umrah, tetapi juga melalui amalan sehari-hari yang dilakukan dengan niat yang ikhlas.
Dengan mengamalkan ibadah-ibadah tersebut, seorang Muslim tetap dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih keutamaan yang setara dengan haji dan umrah meskipun belum mampu berangkat ke Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang