Editor
KOMPAS.com - Tanaman liar musiman Bakhtari kembali tumbuh di wilayah perbatasan utara (Northern Border Province) seiring membaiknya kondisi iklim dan meningkatnya curah hujan.
Wilayah perbatasan utara atau Northern Border Province adalah provinsi yang terletak di ujung utara Kerajaan Saudi Arabia
Kemunculan ini menjadi indikator positif bagi pemulihan lingkungan gurun yang sebelumnya kering.
Baca juga: Apa Itu Side Hustle? Tren Baru Anak Muda Arab Saudi yang Ubah Cara Kerja dan Hidup
Perubahan cuaca tersebut mendorong pertumbuhan berbagai vegetasi alami yang memperkaya lanskap.
Fenomena ini juga memperlihatkan meningkatnya keanekaragaman hayati di kawasan tersebut, terutama saat musim semi.
Baca juga: Ribuan Sumur Kuno di Gurun Arab Saudi Jadi Bukti Kecerdikan Peradaban Masa Lalu
Dilansir dari Saudi Gazette, Munculnya kembali tanaman Bakhtari tidak terlepas dari kondisi cuaca yang lebih mendukung dalam beberapa waktu terakhir.
Curah hujan yang meningkat memberikan kelembapan yang cukup bagi pertumbuhan tanaman liar musiman.
Situasi ini turut mempercepat regenerasi vegetasi di wilayah gurun, sekaligus menciptakan pemandangan alam yang lebih hijau dan hidup dibandingkan sebelumnya.
Secara ilmiah, tanaman Bakhtari dikenal sebagai Roemeria. Tanaman ini termasuk jenis herba tahunan, yaitu tumbuhan berpembuluh dengan batang lunak dan lentur.
Bakhtari mampu tumbuh di lingkungan gurun maupun semi-gurun yang memiliki kondisi ekstrem.
Kemampuannya beradaptasi terhadap keterbatasan air menjadikannya cocok hidup di wilayah dengan sumber daya air yang minim.
Tanaman ini termasuk dalam keluarga poppy dan memiliki ciri khas berupa bunga berwarna ungu cerah, biji halus, serta daun yang lembut.
Selain memperindah lanskap, Bakhtari memiliki fungsi ekologis yang penting. Tanaman ini membantu menjaga kestabilan tanah dan berkontribusi terhadap keberlanjutan ekosistem lokal.
Keberadaannya juga mendukung keseimbangan lingkungan, terutama di wilayah gurun yang rentan terhadap degradasi tanah.
Dengan kondisi iklim yang masih mendukung, tanaman musiman seperti Bakhtari diperkirakan akan terus menyebar di kawasan tersebut.
Hal ini berpotensi meningkatkan daya tarik lingkungan sekaligus nilai wisata alam di wilayah utara.
Pertumbuhan vegetasi liar yang semakin luas dapat menciptakan lanskap yang lebih menarik bagi pengunjung.
Selain itu, kondisi ini juga menjadi bukti bahwa upaya pemulihan lingkungan mulai menunjukkan hasil positif.
Ke depan, keberlanjutan kondisi iklim yang stabil akan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman musiman.
Dengan demikian, kawasan ini tidak hanya kaya secara ekologis, tetapi juga memiliki potensi ekonomi melalui sektor pariwisata alam.
Fenomena kemunculan Bakhtari menjadi pengingat bahwa perubahan kecil dalam iklim dapat membawa dampak besar bagi kehidupan lingkungan gurun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang