PURWOREJO, KOMPAS.com — Persoalan utang kerap menjadi beban batin bagi banyak orang. Tidak hanya soal kemampuan finansial, tetapi juga tanggung jawab moral yang harus segera ditunaikan.
Menyikapi hal tersebut, Pengasuh Ponpes An-Nawawi Berjan, KH Achmad Chalwani, membagikan doa yang diyakini dapat membantu melunasi utang, sekaligus mengetuk pintu rezeki.
Doa pelunas hutang tersebut diungkapkan KH Achmad Chalwani dalam pengajian rutin Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Masjid Shiddieq Zarkasyi pada Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Ingin Berangkat Haji Tapi Masih Punya Utang, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Penjelasan Ulama
KH Achmad Chalwani menyampaikan doa tersebut menjelaskan bahwa doa tersebut bukan sekadar bacaan, melainkan amalan yang memiliki sanad keilmuan yang jelas dari para ulama besar.
“Saya dulu dikasih doa pelunas utang dari KH Nawawi Berjan ayah saya dan dari almaghfurlah Gus Cholil Yaqub dari Lirboyo Kediri,” ujar Rais ‘Aali Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) ini.
KH Achmad Chalwani Nawawi yang juga pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo ini menambahkan doa ini bagus sekali jika dibaca seseorang yang punya utang. Allah akan mempermudah seseorang membayar hutang jika mau mengamalkan doa ini.
"Semoga kalau kita punya utang bisa membayar. Yang bawa HP boleh direkam," kata KH Achmad Chalwani
Doa yang dimaksud berbunyi:
يَا كَبِيْرُ أَنْتَ الَّذِيْ لاَ يَهْتَدِى الْوَاصِفُوْنَ لِوَصْفِ عَظَمَتِهِ
"Yaa Kabiiru antal ladzii laa yahtadzil washifuuna liwashfi 'Adzomatihi"
“Ya Allah yang Maha Besar, tidak ada yang bisa mampu menyifati kehebatanMU, keagunganMU.”
Menurut dia, doa ini diamalkan secara rutin setelah shalat fardhu, minimal dibaca sebanyak tiga kali. Konsistensi dalam mengamalkan doa ini menjadi kunci utama, di samping niat yang tulus untuk menyelesaikan kewajiban utang.
“Minimal dibaca tiga kali setiap habis sholat, kalau tidak bisa ya satu kali setelah shalat," kata KH Achmad Chalwani.
Baca juga: Doa Pelunas Utang Lengkap dari Rasulullah SAW dan Para Sahabat
Pengasuh Ponpes An-Nawawi ini menyebut kalau doa ini diamalkan dengan sungguh-sungguh, Allah akan membukakan jalan, baik untuk melunasi utang maupun dimudahkan rezekinya.
Namun demikian, KH Achmad Chalwani menegaskan bahwa doa tidak boleh dijadikan jalan pintas tanpa diiringi usaha nyata. Ia mengingatkan pentingnya ikhtiar lahir dan batin berjalan seimbang.
“Doa itu batin, tapi lahirnya tetap harus usaha, bekerja dan berikhtiar. Jangan hanya berdoa tapi tidak berusaha,” tegasnya.
Dalam penjelasannya, KH Achmad Chalwani juga menyampaikan bahwa ia juga punya doa agar orang gampang memberikan utang kepada kita. Namun demikian doa tersebut belum akan diberikan kepada para jemaah.
"Saya juga punya doa agar orang mudah memberikan utang kepada kita, tapi belum akan saya kasihkan," kata Ulama sepuh ini disambut tawa para jemaah yang hadir.
Di akhir pengajian, KH Achmad Chalwani turut mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, terutama di bulan-bulan penuh berkah seperti Syawal setelah Ramadhan. Ia berharap umat Islam tidak hanya meningkatkan ibadah, tetapi juga memperbaiki kondisi hidup, termasuk dalam urusan keuangan.
“Semoga kita semua diberi kekuatan dalam ibadah, dimudahkan rezeki, dan yang punya utang segera dilunasi oleh Allah,” tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang