Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Calon Jemaah Haji 2026 Asal Makassar Siap Berangkat, Mulai Masuk Asrama Haji Sudiang 21 April

Kompas.com, 6 April 2026, 22:59 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Dua kloter Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Makassar dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Sudiang pada 21 April 2026.

Setiap kloter terdiri dari 393 jemaah, sehingga total 786 orang akan tiba pada hari pertama.

Seluruh persiapan di tingkat daerah disebut telah rampung menjelang keberangkatan.

Pemerintah kini fokus pada pengaturan jadwal pelepasan jemaah oleh masing-masing pemerintah daerah.

Baca juga: Hukum Titip Doa ke Orang yang Berangkat Haji, Bolehkah dalam Islam? Ini Penjelasan Ulama

Kedatangan dua kloter awal menandai dimulainya proses pemberangkatan haji dari Embarkasi Makassar tahun 2026.

Total jemaah yang akan diberangkatkan dari Embarkasi Makassar mencapai 16.749 orang.

Proses kedatangan dilakukan bertahap untuk memastikan pelayanan berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan di asrama.

Baca juga: Mengenal Asrama Haji Sudiang Makassar, Pemilik Fasilitas Manasik Haji Terbaik dan Terbesar di Indonesia Timur

Persiapan Calon Jemaah Haji 2026 di Daerah Telah Rampung

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis di daerah sudah selesai.

“Persiapan di daerah sudah selesai. Tinggal penjadwalan pelepasan oleh pemda,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Saat ini, koordinasi difokuskan pada sinkronisasi jadwal keberangkatan antara daerah dan embarkasi.

Ikbal juga memastikan bahwa seluruh visa jemaah haji telah terbit. Kondisi ini menunjukkan kesiapan pihak Arab Saudi dalam menerima jemaah, khususnya dari Sulawesi Selatan.

Dengan terbitnya visa, tahapan administrasi utama bagi jemaah dinyatakan telah terpenuhi.

Fasilitas di Asrama Haji Sudiang juga telah dinyatakan siap untuk melayani jemaah. Saat ini, hanya dilakukan penyempurnaan kecil, seperti pengecatan trotoar guna memperindah lingkungan.

Kesiapan ini diharapkan mendukung kenyamanan jemaah selama masa transit sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Penekanan Kualitas Layanan Jemaah

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji.

Fasilitas utama seperti tempat tidur, pendingin ruangan, serta katering, terutama untuk jemaah lanjut usia, menjadi perhatian khusus pemerintah.

Ia juga mengingatkan bahwa penyedia layanan yang tidak memenuhi standar akan segera diganti.

Dalam aspek tata kelola, Menteri menegaskan agar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta Petugas Haji Daerah (PHD) tidak meminta perlakuan khusus di luar ketentuan.

“Kita harus adil. Petugas bertugas melayani seluruh jemaah, bukan kelompok tertentu,” tegasnya.

Dengan kesiapan teknis, administrasi, dan fasilitas yang telah dipastikan, Embarkasi Makassar menargetkan proses pemberangkatan haji 2026 berjalan lancar.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petugas lapangan menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan optimal selama menjalankan ibadah haji.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "786 JCH Kloter Perdana Masuk Asrama Sudiang Makassar 21 April".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Di Balik Arab Saudi Modern, Ini Perjuangan Ibnu Saud Menyatukan Jazirah Arab
Di Balik Arab Saudi Modern, Ini Perjuangan Ibnu Saud Menyatukan Jazirah Arab
Aktual
Doa Bersin dan Jawabannya Lengkap Sesuai Sunnah, Ini Adabnya
Doa Bersin dan Jawabannya Lengkap Sesuai Sunnah, Ini Adabnya
Aktual
Menhaj Wacanakan Sistem Haji Tanpa Antrean, Singgung “War Tiket Haji”
Menhaj Wacanakan Sistem Haji Tanpa Antrean, Singgung “War Tiket Haji”
Aktual
Wamenhaj: Jemaah Haji Bebas Kenaikan Avtur, Negara Bayar dari APBN
Wamenhaj: Jemaah Haji Bebas Kenaikan Avtur, Negara Bayar dari APBN
Aktual
Masjid Al-Aqsa Dibuka Kembali Setelah 40 Hari Ditutup, Jemaah Menangis dan Sujud Syukur
Masjid Al-Aqsa Dibuka Kembali Setelah 40 Hari Ditutup, Jemaah Menangis dan Sujud Syukur
Aktual
Dzikir Pagi Petang Lengkap Sesuai Sunnah: Amalan Penenang Hati
Dzikir Pagi Petang Lengkap Sesuai Sunnah: Amalan Penenang Hati
Doa dan Niat
Benarkah Setan Tertawa Saat Kita Menguap? Ini Penjelasan Ulama & Hadis
Benarkah Setan Tertawa Saat Kita Menguap? Ini Penjelasan Ulama & Hadis
Aktual
Banyak yang Belum Tahu, Ini Tata Cara Sholat Witir Lengkap dengan Niat dan Doanya
Banyak yang Belum Tahu, Ini Tata Cara Sholat Witir Lengkap dengan Niat dan Doanya
Doa dan Niat
Tak Lolos UIN? Tenang, Kemenag Siapkan Jalur Lain untuk Wujudkan Mimpi Kuliah
Tak Lolos UIN? Tenang, Kemenag Siapkan Jalur Lain untuk Wujudkan Mimpi Kuliah
Aktual
Hujan Lebat di Arab Saudi, 4,6 Juta Kubik Air Banjir Mengalir ke Bendungan
Hujan Lebat di Arab Saudi, 4,6 Juta Kubik Air Banjir Mengalir ke Bendungan
Aktual
DSN MUI Bahas Emas Digital, Tegaskan Transaksi Tak Boleh Tanpa Emas Fisik
DSN MUI Bahas Emas Digital, Tegaskan Transaksi Tak Boleh Tanpa Emas Fisik
Aktual
Doa dan Dzikir Sebelum Tidur: Amalan Sunnah agar Malam Lebih Tenang dan Dilindungi Allah
Doa dan Dzikir Sebelum Tidur: Amalan Sunnah agar Malam Lebih Tenang dan Dilindungi Allah
Doa dan Niat
Menhaj Genjot Digitalisasi Haji 2026, Luncurkan Aplikasi hingga Perketat Pengawasan
Menhaj Genjot Digitalisasi Haji 2026, Luncurkan Aplikasi hingga Perketat Pengawasan
Aktual
Prabowo Minta Terminal Haji Khusus di Arab Saudi, Masa Tunggu Dipangkas
Prabowo Minta Terminal Haji Khusus di Arab Saudi, Masa Tunggu Dipangkas
Aktual
Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, Menhaj: Negara Tanggung Penyesuaian
Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, Menhaj: Negara Tanggung Penyesuaian
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com