Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inovasi Unik Dubai: Masjid Jadi Lokasi Pengisian Mobil Listrik

Kompas.com, 9 April 2026, 12:18 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Terobosan baru dilakukan di Dubai. Masjid-masjid kini tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga bertransformasi menjadi fasilitas modern dengan menghadirkan stasiun pengisian kendaraan listrik (EV charging).

Langkah inovatif ini diwujudkan melalui kerja sama antara Islamic Affairs and Charitable Activities Department (IACAD) dan Emarat EV Charging Stations Company (UAEV).

Keduanya menandatangani perjanjian untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur pengisian mobil listrik di area parkir masjid di seluruh emirat.

Kesepakatan ini berlaku selama delapan tahun dan dapat diperpanjang, mencerminkan komitmen jangka panjang dalam mengembangkan solusi energi bersih dan infrastruktur pintar.

Baca juga: Bantah Narasi Dubai Akan Runtuh, Media Pemerintah: Kota Ini Makin Tangguh

Masjid Jadi Pusat Inovasi dan Keberlanjutan

Direktur Jenderal IACAD, Ahmed Darwish Al Muhairi, menegaskan bahwa proyek ini menjadi langkah besar dalam mengubah wajah layanan masjid.

Menurutnya, masjid kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat komunitas modern yang mendukung keberlanjutan dan teknologi.

“Proyek ini mencerminkan transformasi dari layanan tradisional menuju ekosistem yang berorientasi masa depan,” ujarnya.

Fasilitas Canggih dan Serba Digital

Dalam proyek ini, berbagai fasilitas modern akan dihadirkan, seperti:

  • Stasiun pengisian kendaraan listrik berteknologi tinggi
  • Sistem pembayaran digital yang aman
  • Pemantauan kinerja secara real-time
  • Teknologi manajemen energi pintar

Tak hanya itu, pengguna juga dapat mengakses aplikasi digital untuk menemukan lokasi stasiun pengisian terdekat, sehingga pengalaman menjadi lebih praktis dan efisien.

Dorong Transportasi Ramah Lingkungan

Anggota dewan UAEV, Ahmed Al Kaabi, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam mendorong mobilitas berkelanjutan di Uni Emirat Arab.

“Infrastruktur ini akan membantu mempercepat adopsi kendaraan listrik dan mengintegrasikan transportasi ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Plt CEO UAEV, Ali Al Darwish, yang menilai proyek ini sebagai solusi nyata menghadirkan layanan EV di lokasi yang dekat dengan masyarakat.

Dirancang Fleksibel dan Siap Masa Depan

Konsultan teknik Ali Al Halyan Al Suwaidi menjelaskan bahwa infrastruktur ini dibangun dengan teknologi terkini, standar keamanan tinggi, serta desain yang fleksibel dan dapat dikembangkan di masa depan.

Hal ini penting mengingat penggunaan kendaraan listrik di Dubai terus meningkat pesat.

Baca juga: Razia Ramadhan di Dubai, Pengemis Kedapatan Punya 3 Mobil Mewah

Proyek ini mempertegas peran masjid sebagai bagian dari ekosistem kota pintar dan berkelanjutan. Integrasi nilai keagamaan dengan teknologi modern menjadi contoh bagaimana fasilitas publik dapat berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Dengan langkah ini, Dubai kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu kota terdepan dalam inovasi global—bahkan hingga ke lingkungan masjid.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
6 Calon Petugas Haji 2026 Gugur saat Diklat PPIH Arab Saudi, Terkendala Masalah Kesehatan dan Disiplin
6 Calon Petugas Haji 2026 Gugur saat Diklat PPIH Arab Saudi, Terkendala Masalah Kesehatan dan Disiplin
Aktual
DPR Tegas! Kenaikan Biaya Penerbangan Haji Harus Ditanggung Negara, Bukan Jemaah
DPR Tegas! Kenaikan Biaya Penerbangan Haji Harus Ditanggung Negara, Bukan Jemaah
Aktual
Halalbihalal Kompas Gramedia: Tradisi Tahunan yang Menyatukan Keberagaman
Halalbihalal Kompas Gramedia: Tradisi Tahunan yang Menyatukan Keberagaman
Aktual
Pasutri Pedagang Pecel Lele di Bekasi Tertipu Modus Percepatan Haji, Uang Rp600 Juta Raib
Pasutri Pedagang Pecel Lele di Bekasi Tertipu Modus Percepatan Haji, Uang Rp600 Juta Raib
Aktual
Penipuan Percepatan Haji Ditemukan di Bekasi, Puluhan Warga Hampir Jadi Korban
Penipuan Percepatan Haji Ditemukan di Bekasi, Puluhan Warga Hampir Jadi Korban
Aktual
Persiapan Jemaah Haji Bengkulu Masuk Tahap Akhir, Jemaah Mulai Masuk Asrama 23 April
Persiapan Jemaah Haji Bengkulu Masuk Tahap Akhir, Jemaah Mulai Masuk Asrama 23 April
Aktual
Kesiapan Haji 2026 Dibahas di DPR, Menhaj Soroti Fasilitas hingga Biaya Penerbangan
Kesiapan Haji 2026 Dibahas di DPR, Menhaj Soroti Fasilitas hingga Biaya Penerbangan
Aktual
6 Penghalang Doa dalam Islam, Ini Penyebab Doa Sulit Dikabulkan
6 Penghalang Doa dalam Islam, Ini Penyebab Doa Sulit Dikabulkan
Doa dan Niat
Haji 2026 Hanya untuk Pemegang Visa Resmi, Arab Saudi Tegaskan Sanksi Berat bagi Pelanggar
Haji 2026 Hanya untuk Pemegang Visa Resmi, Arab Saudi Tegaskan Sanksi Berat bagi Pelanggar
Aktual
Kuota Haji Fakfak 2026 Turun Jadi 17 Orang, Antrean Tembus 1.227 Calon Jemaah
Kuota Haji Fakfak 2026 Turun Jadi 17 Orang, Antrean Tembus 1.227 Calon Jemaah
Aktual
Doa Mustajab di Makam Ibrahim Saat Tawaf, Ini Bacaan Lengkapnya
Doa Mustajab di Makam Ibrahim Saat Tawaf, Ini Bacaan Lengkapnya
Aktual
Apakah Telinga Berdengung Tanda Dibicarakan? Ini Menurut Islam & Medis
Apakah Telinga Berdengung Tanda Dibicarakan? Ini Menurut Islam & Medis
Aktual
Bacaan Doa Awal Bulan Zulkaidah: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Bacaan Doa Awal Bulan Zulkaidah: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Aktual
Hukum Kurban untuk Orang Meninggal, Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
Hukum Kurban untuk Orang Meninggal, Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
Aktual
Biaya Penerbangan Haji 2026 Naik Rp 1,77 Triliun, Kemenhaj Gandeng Kejagung Cari Solusi
Biaya Penerbangan Haji 2026 Naik Rp 1,77 Triliun, Kemenhaj Gandeng Kejagung Cari Solusi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com