Editor
KOMPAS.com - Membagikan daging kurban bukan sekadar tradisi, tetapi bagian penting dari ibadah yang memiliki aturan jelas dalam Islam.
Berdasarkan Panduan Ringkas Ibadah Qurban karya Wahyu Dwi Prastyo Lc yang diterbitkan Pondok Pesantren Islam Salman Al-Farisi Karangnyar pembagian daging kurban dianjurkan mengikuti prinsip berikut:
Ulama menganjurkan daging kurban dibagi menjadi tiga bagian:
Ketentuan ini disebutkan dalam pembahasan “Pembagian Daging” pada halaman 20, yang menegaskan pentingnya keseimbangan antara konsumsi pribadi dan berbagi kepada sesama.
Baca juga: Outfit Lebaran Idul Adha 2026: Dari Shalat Id hingga Nonton Kurban, Hindari Warna Mencolok
Meski boleh dibagi tiga, para ulama menilai lebih utama jika sebagian besar daging disedekahkan. Bahkan dianjurkan hanya mengambil sedikit untuk dimakan sebagai bentuk mengambil keberkahan ibadah.
Daging yang diberikan kepada fakir miskin wajib dalam kondisi mentah, bukan olahan.
Hal ini agar mereka memiliki kebebasan dalam mengolah dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan.
Selain aturan, ada beberapa larangan penting yang wajib diperhatikan agar ibadah kurban sah dan tidak melanggar syariat:
Semua bagian hewan kurban tidak boleh diperjualbelikan, termasuk daging, kulit, kepala, dan kaki
Memberikan daging sebagai bayaran jasa penyembelih tidak diperbolehkan. Namun, jika diberikan sebagai hadiah atau sedekah tanpa kesepakatan upah, maka diperbolehkan.
Pengurban tidak boleh menghabiskan seluruh daging untuk diri sendiri. Jika hal ini terjadi, maka ia wajib mengganti bagian yang seharusnya diberikan kepada fakir miskin.
Daging yang menjadi hak fakir miskin setempat tidak boleh dipindahkan ke daerah lain, kecuali dalam kondisi tertentu.
1. Kurban Nazar dan untuk Orang Meninggal
Jika kurban bersifat wajib (karena nazar) atau untuk orang yang telah wafat:
Panitia memiliki peran penting dalam distribusi daging. Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan:
Pembagian daging kurban bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga mengandung nilai besar:
Sebagaimana dijelaskan dalam buku panduan tersebut, ibadah kurban adalah amalan yang sangat dicintai Allah pada hari Idul Adha, sehingga pelaksanaannya harus sesuai tuntunan syariat.
Baca juga: Idul Adha 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur dan Jadwal Lengkapnya
Membagikan daging kurban harus dilakukan dengan benar agar ibadah menjadi sah dan bernilai maksimal. Kunci utamanya adalah ikhlas, tepat sasaran, dan sesuai aturan syariat.
Dengan memahami panduan ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah kurban dengan lebih sempurna dan penuh keberkahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang