Editor
KOMPAS.com – Sejumlah Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Ketua PWNU menggelar pertemuan silaturahmi di kawasan Cempaka Putih, tepatnya di Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada Senin (27/4/2026).
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan penting terkait pelaksanaan Muktamar NU yang ditujukan kepada Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), yang dikonfirmasi Kompas.com via sambungan telepon, Selasa (28/4/2026), membenarkan adanya surat kesepakatan itu.
"Iya pertemuannya kemarin, di Cempaka Putih (Jakarta)," ujar Gus Kikin.
Gus Kikin yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa forum PWNU bersepakat demi kemaslahatan jam’iyah agar NU dapat segera kembali fokus pada agenda besar kebangsaan dan keumatan.
Baca juga: Muktamar NU 2026 Disorot, Gus Kikin: Kembalikan ke Qanun Asasi dan Perkuat Ukhuwah
Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, juga membenarkan pertemuan tersebut serta hasilnya yang dicantumkan dalam sebuah dokumen format PDF dan tersebar luas di media sosial dan grup-grup WhatsApp.
"Betul," kata KH Juhadi saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.
Dalam dokumen tersebut terdapat tiga poin utama dalam kesepakatan para ketua PWNU:
Pertama, Forum Ketua PWNU meminta PBNU untuk segera melaksanakan Muktamar pada akhir Juli atau awal Agustus 2026. Keputusan ini merujuk pada hasil Rapat Pleno PBNU tanggal 29 Januari 2026.
"Apabila sampai dengan bulan Agustus 2026 Muktamar belum diselenggarakan, maka PWNU dan PCNU menyatakan sikap mosi tidak percaya kepada PBNU," tegas dokumen tersebut.
Kedua, PBNU diminta untuk konsisten melaksanakan keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU tertanggal 18 Maret 2026.
Hal ini mencakup penuntasan pembentukan Panitia Munas/Konbes dan Muktamar, serta percepatan penyelesaian Surat Keputusan (SK).
Ketiga, forum mendesak agar PBNU atau Steering Committee sudah menetapkan daftar peserta Muktamar (PWNU, PCNU, dan PCINU) paling lambat satu bulan sebelum pelaksanaan Muktamar dimulai.
Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh 23 pimpinan PWNU, baik yang hadir secara fisik di Jakarta maupun yang menyatakan kesepakatan melalui sambungan daring (online).
Selain Gus Kikin, tokoh-tokoh yang turut menandatangani antara lain Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, dan Ketua PWNU DKI Jakarta Dr KH Samsul Ma’arif.
Berikut isi lengkap keputusan Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) tertanggal 27 April 2026:
Kepada Yang Mulia
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Di Jakarta
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Demi kemaslahatan Jam’iyah dan agar NU dapat segera kembali fokus pada agenda-agenda besar kebangsaan dan keummatan, maka Forum Ketua PWNU bersepakat:
1. Meminta kepada PBNU untuk melaksanakan Muktamar pada akhir Juli atau awal Agustus 2026 sesuai keputusan Rapat Pleno PBNU tanggal 29 Januari 2026. Apabila sampai dengan bulan Agustus 2026, Muktamar belum diselenggarakan, maka PWNU dan PCNU menyatakan sikap mosi tidak percaya kepada PBNU.
2. Meminta kepada PBNU untuk konsisten melaksanakan keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU tanggal 18 Maret 2026, antara lain; penuntasan pembentukan Panitia Munas / Konbes dan Muktamar, dan percepatan penyelesaian SK.
3. PBNU / Steering Commite harus sudah menetapkan peserta Muktamar (PWNU, PCNU dan PCINU) paling lambat 1 bulan sebelum pelaksanaan Muktamar.
والله الموفق الى أقوم الطريق
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jakarta, 27 April 2026
Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama
Daftar Penandatangan/Pihak yang Bersepakat:
1. Tgk. H. Faisal Ali (Ketua PWNU NAD)
2. Dr. KH. Marahalim Harahap, S.Ag., M.Hum (Ketua PWNU SUMUT) - Hadir online
3. Prof. H. Ganefri, Ph.D (Ketua PWNU SUMBAR)
4. Prof. Dr. KH. Khairudin Wahid, M.Ag (Ketua PWNU Bengkulu)
5. KH. Hendri Zainudin Al Qodiri (a.n Ketua PWNU SUMSEL)
6. KH. R. Abdul Khalim Mahali, LLB., MPIR (Ketua PWNU Riau) - Hadir online
7. Dr. KH. Mahbub Daryanto (Ketua PWNU KEPRI) - Hadir online
8. KH. M. Iskandar Nasution, SH., M.Si (Ketua PWNU Jambi) - Hadir online
9. Dr. H. Puji Raharjo, S.Ag., SS., M.Hum (Ketua PWNU Lampung)
10. HM. Fauzi A. Bahar (Ketua PWNU KALTIM)
11. Dr. KH. M. Tambrin, M.Pd (Ketua PWNU KALSEL) - Hadir online
12. H. Alwan Saputra, S.Ps.I (Ketua PWNU KALTARA)
13. Dr. KH. Samsul Ma’arif, MA (Ketua PWNU DKI Jakarta)
14. KH. Juhadi Muhammad, SH (Ketua PWNU JABAR)
15. KH. Abdul Ghaffar Rozin (Ketua PWNU JATENG)
16. Dr. KH. Ahmad Zuhdi Muhdlor, SH., M.Hum (Ketua PWNU DIY)
17. KH. Abdul Hakim Mahfudz (Ketua PWNU JATIM)
18. H. Lalu Daud Nurjadi, SH., M.Kn (An. Ketua PWNU NTB)
19. Dr. KH. Adnan Nota, MA (Ketua PWNU SULBAR) - Hadir online
20. Prof. Dr. KH. Lukman S Thahir, M.Ag (Ketua PWNU SULTENG) - Hadir online
21. Drs. KH. Muslim (Ketua PWNU SULTRA) - Hadir online
22. KH. Mukhsin Rahakbauw (Ketua PWNU Papua Barat)
23. H. Abdul Qahar Yalipele, M.Pd.I (Ketua PWNU Papua Pegunungan)
Baca juga: Muktamar NU 2026 Makin Dekat, Gus Ipul: Panitia Sudah Dibentuk, Calon Ketum Belum Ada
Surat ini disusun berdasarkan pertemuan silaturrahim yang diadakan di Tavia Heritage Hotel Jakarta pada hari Senin, 27 April 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang