Editor
KOMPAS.com-Layanan transportasi Bus Shalawat gratis bagi jemaah haji Indonesia di Makkah akan mulai beroperasi pada 30 April 2026.
Layanan ini disiapkan untuk menyambut kedatangan jemaah gelombang pertama dari Madinah.
Sebanyak 12 kloter awal dijadwalkan mulai tiba di Makkah pada tahap awal operasional.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan armada telah siaga di masing-masing sektor pelayanan.
Baca juga: Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menyampaikan bahwa layanan Bus Shalawat tahun ini memberi perhatian khusus pada aksesibilitas jemaah.
"Beroperasi resminya tahap pertama pra-Armuzna mulai tanggal 30 April. Kita sudah siapkan untuk 12 kloter awal yang datang ke Makkah, busnya sudah siaga di sektor masing-masing," kata Syarif di Makkah, Rabu (29/4/2026) dilansir dari Antara.
Jumlah bus khusus disabilitas ditingkatkan dari 52 unit pada tahun sebelumnya menjadi 56 unit pada tahun ini.
Bus ini ditujukan untuk melayani jemaah pengguna kursi roda dan berkebutuhan khusus.
Berbeda dengan bus reguler yang beroperasi 24 jam penuh, bus disabilitas menggunakan sistem pemesanan atau by order.
Sistem ini diterapkan untuk meningkatkan efektivitas layanan.
Setiap kloter yang memiliki minimal lima jemaah pengguna kursi roda diwajibkan memesan layanan tersebut, terutama untuk pelaksanaan umrah wajib.
Baca juga: Daftar 21 Rute dan Warna Bus Shalawat untuk Jemaah Haji Indonesia di Makkah
Seluruh layanan Bus Shalawat disediakan secara gratis bagi jemaah haji Indonesia.
Transportasi ini melayani perjalanan dari pemondokan menuju Masjidil Haram dan sebaliknya.
Layanan diberikan sejak jemaah tiba di Makkah hingga kepulangan kloter terakhir.
Operasional bus dikelola oleh konsorsium enam perusahaan angkutan, yakni Syarikah Rawaheel sebagai ketua bersama Dallah, Hafil, Abu Sarhad, Mawakib, dan Rawaf.
Armada yang digunakan merupakan bus standar kota dengan kapasitas total 70 penumpang.
Setiap bus memiliki 40 tempat duduk dan 30 pegangan tangan.
Fasilitas pendukung seperti sabuk pengaman dan pendingin air minum juga tersedia di setiap armada.
Pengetatan aturan haji tahun ini diperkirakan membuat arus lalu lintas di Makkah lebih lancar.
Hasil simulasi menunjukkan waktu tempuh rata-rata bus dari pemondokan ke Masjidil Haram berkisar antara 15 hingga 20 menit.
"Waktu tempuh terlama dari Syisyah ke Terminal Syieb Amir itu hanya sekitar 20 menit. Kalau dari Aziziyah, Jarwal ke Jabal Ka'bah, atau Misfalah ke Ajyad rata-rata 15 menit," ujar Syarif.
Bus Shalawat tahap pertama akan beroperasi hingga 5 Dzulhijjah untuk mendukung aktivitas ibadah jemaah.
Layanan akan dihentikan sementara saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada 6 hingga 14 Dzulhijjah.
Operasional bus akan kembali normal pada 15 Dzulhijjah setelah fase puncak ibadah selesai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang