Editor
KOMPAS.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mengingatkan jemaah calon haji Indonesia untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci.
Imbauan ini muncul setelah insiden kecelakaan bus yang melibatkan jemaah haji di Madinah.
Pembatasan aktivitas di luar ibadah dinilai penting untuk meminimalkan risiko selama pelaksanaan haji. Jemaah diminta fokus menjalankan rangkaian ibadah sesuai arahan petugas.
Baca juga: 21 Rute Bus Shalawat dari Hotel ke Masjidil Haram Lengkap dengan Warnanya, Beroperasi Gratis 24 Jam
Dilansir dari Antara, anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mengimbau jemaah calon haji Indonesia untuk membatasi aktivitas di luar rangkaian ibadah guna menjaga kondisi fisik dan meminimalkan risiko.
"Jemaah jangan memaksakan aktivitas tambahan di luar kepentingan ibadah yang dapat menguras kondisi fisik," kata Atalia dikutip di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Ia menilai pembatasan aktivitas tersebut tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan jemaah, tetapi juga untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
Baca juga: DPR Minta Pengawasan Wisata Jemaah Haji Diperketat usai Kecelakaan Bus Jabal Magnet
Imbauan tersebut disampaikan sebagai respons atas kecelakaan bus yang menimpa jemaah calon haji Indonesia di kawasan Jabal Magnet, Madinah pada Selasa (28/4/2026).
Atalia menegaskan keselamatan dan perlindungan jemaah harus menjadi prioritas utama selama pelaksanaan ibadah haji.
Seluruh aktivitas diharapkan tetap berada dalam koridor yang mendukung kelancaran ibadah.
Menurutnya, fokus pada ibadah utama serta kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi langkah penting untuk menghindari risiko, termasuk kelelahan akibat aktivitas tambahan di luar agenda resmi.
Atalia juga mengapresiasi respons cepat dari Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Luar Negeri, serta KJRI Jeddah bersama petugas haji dalam menangani dan mendampingi jemaah terdampak.
Komisi VIII DPR RI, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan pelayanan, pendampingan, serta pemulihan jemaah berjalan optimal.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan bus yang melibatkan Jemaah Haji Indonesia (JHI) Kloter SUB-2 dan Kloter JKS-1.
“Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Jeddah tengah menangani kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami kelompok Jemaah Haji Indonesia (JHI) pada 28 April 2026 di Arab Saudi,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Heni juga mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut saat rombongan dalam perjalanan kembali dari kegiatan ziarah dan wisata kota (city tour) di Jabal Magnet.
Ia menjelaskan terdapat 10 orang yang mengalami luka, tujuh di antaranya merupakan jemaah dari Kloter JKS-1 asal Jawa Barat. Para korban mengalami luka ringan, telah mendapatkan penanganan medis, dan kembali ke Hotel Andalus Golden.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang