Editor
KOMPAS.com - Seekor sapi ras simental berukuran besar menjadi perhatian di Kota Pekanbaru menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Hewan kurban tersebut terpilih sebagai sapi kurban Presiden RI yang nantinya akan dibagikan untuk masyarakat setempat.
Dengan bobot mendekati satu ton, sapi ini menjalani perawatan intensif di kandang peternakan. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara ketat untuk memastikan kelayakannya.
Baca juga: Perumda Dharma Jaya Siapkan 900 Sapi Kurban untuk Idul Adha 2026 di Jakarta
Sapi bernama Manggala ini merupakan seekor sapi jenis simental berada dalam kandang peternakan di Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.
Manggala memiliki postur tinggi dan berotot dengan bulu berwarna cokelat keemasan. Bobotnya mencapai sekitar 907 kilogram dengan tinggi badan sekitar 140 sentimeter.
Kondisi fisiknya yang unggul membuat sapi ini terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI, Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru.
"Berat, memang berat bobotnya, karena yang lain juga hampir satu ton," ungkap Pengelola Wong Cilik Farm, Ari Nanu kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (30/4/2026).
Menurut Ari, sapi berusia enam tahun tersebut didatangkan langsung dari Medan dan dirawat secara maksimal.
Ia memastikan kondisi kesehatan sapi tetap terjaga hingga pelaksanaan Idul Adha, terlebih setelah terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI.
"Apalagi sudah terpilih menjadi sapi kurban Presiden RI bagi warga di Kota Pekanbaru, maka kita jaga selama 24 jam," ungkapnya.
Untuk menjaga kualitas, sapi diberikan pakan terbaik, termasuk rumput alami serta pakan tambahan berupa bungkil sawit yang diberikan sekali sehari.
"Ada juga pakan tambahan, kita pakai bungkil sawit, itu kita kasi sekali saja sehari," jelasnya.
Ari menyampaikan pihaknya akan mengantarkan sapi tersebut ke lokasi pemotongan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pengiriman akan menyesuaikan waktu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha mendatang.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distankan Pekanbaru, drh. Rita Setyawati menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat tiga kandidat sapi kurban Presiden RI. Namun, sapi simental bernama Manggala yang akhirnya terpilih.
"Semua pemeriksaan kesehatan sudah kita lakukan, seperti pemeriksaan fisik," ujarnya.
Selain pemeriksaan fisik, dilakukan juga uji laboratorium untuk memastikan sapi bebas dari cacing dan penyakit lainnya, bekerja sama dengan tim LPKH Provinsi Riau.
Rita menekankan pentingnya menjaga kesehatan sapi hingga hari pemotongan. Ia mengingatkan agar tidak ada sapi lain yang masuk ke area kandang guna mencegah penularan penyakit.
"Sampai hari pemotongan, bisa dijaga kesehatannya, jangan sampai sapi luar masuk, karena berbahya dan bisa menularkan penyakit," ulasnya.
Peternak juga diminta rutin melakukan disinfeksi serta memastikan kecukupan pakan hingga Idul Adha.
"Pengawasan kami saat ini ya itu, mempehatian kesehatan sapi dengan melalui peternak, agar ekstensif memperhatikan kesehatan sapi," paparnya.
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul "Segini Bobot Manggala, Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kota Pekanbaru, Nyaris Satu Ton".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang