KOMPAS.com – Di tengah lautan manusia yang tak pernah surut, Masjidil Haram tetap berdiri sebagai simbol kesucian yang terjaga.
Jutaan jemaah datang dan pergi setiap harinya, terutama saat musim umrah dan haji, namun satu hal yang nyaris tak berubah, kebersihannya yang selalu terpelihara.
Di balik kondisi tersebut, terdapat sistem pengelolaan kebersihan yang terstruktur, melibatkan ribuan tenaga kerja dan dukungan teknologi modern. Bukan sekadar rutinitas, tetapi sebuah operasi besar yang berjalan tanpa henti selama 24 jam.
Baca juga: 40 Tahun Menanti, RI Mulai Bangun Kampung Haji Dekat Masjidil Haram, Ada Terowongan Khusus Jemaah
Berdasarkan laporan Gulf News, otoritas pengelola dua masjid suci di Arab Saudi, yaitu General Authority for the Care of the Affairs of the Grand Mosque and the Prophet's Mosque, mengerahkan sekitar 3.500 petugas kebersihan setiap hari.
Para petugas ini terdiri dari laki-laki dan perempuan yang bekerja dalam sistem shift. Mereka tidak hanya menyapu dan mengepel, tetapi juga memastikan setiap sudut masjid tetap steril, aman, dan nyaman bagi jemaah dari berbagai negara.
Menariknya, pekerjaan ini tidak dilakukan secara manual semata. Otoritas menyediakan setidaknya 12 mesin pencuci lantai berteknologi tinggi serta ratusan alat pembersih modern untuk meningkatkan efisiensi kerja.
Kebersihan Masjidil Haram tidak bisa dilepaskan dari sistem pengelolaan sampah yang rapi dan terorganisir.
Lebih dari 3.000 kontainer sampah ditempatkan di berbagai titik strategis, baik di dalam maupun di area sekitar masjid.
Setiap hari, sekitar 70 ton sampah berhasil dikumpulkan. Jumlah ini bisa meningkat hingga 100 ton saat puncak musim haji.
Angka tersebut menunjukkan skala besar aktivitas jemaah, sekaligus tantangan yang harus dihadapi petugas kebersihan.
Menurut Saudi Press Agency, proses pengangkutan dan pembuangan sampah dilakukan secara berkala dalam siklus yang telah dirancang agar tidak mengganggu aktivitas ibadah.
Baca juga: 21 Rute Bus Shalawat dari Hotel ke Masjidil Haram Lengkap dengan Warnanya, Beroperasi Gratis 24 Jam
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian adalah kecepatan proses pembersihan. Seluruh area masjid dapat dibersihkan dalam waktu sekitar 35 menit.
Kecepatan ini bukan hasil kerja spontan, melainkan buah dari sistem koordinasi yang matang. Setiap petugas memiliki zona kerja tertentu, sementara alat-alat modern mempercepat proses tanpa mengurangi kualitas kebersihan.
Dalam konteks manajemen modern, sistem ini sejalan dengan konsep efisiensi operasional yang dijelaskan dalam buku Operations Management karya William J. Stevenson, di mana koordinasi, pembagian tugas, dan penggunaan teknologi menjadi kunci keberhasilan dalam sistem berskala besar.
Kebersihan di Masjidil Haram tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga kesehatan. Seluruh proses pembersihan menggunakan bahan ramah lingkungan yang aman bagi manusia dan tidak menimbulkan polusi.
Hal ini sejalan dengan prinsip kesehatan publik global yang ditekankan oleh World Health Organization, bahwa kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran penyakit, terutama di tempat dengan kepadatan tinggi.
Operasi kebersihan berlangsung sepanjang hari tanpa henti, namun tetap dirancang agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah.
Petugas bekerja secara senyap, cepat, dan terkoordinasi, sehingga jemaah sering kali tidak menyadari proses besar yang sedang berlangsung di sekitar mereka.
Baca juga: PPIH Minta Jamaah Haji Atur Ritme Ibadah di Masjidil Haram agar Tidak Kelelahan
Dalam perspektif Islam, kebersihan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Dalam buku Fiqh al-Taharah karya Abdul Karim Zaidan, dijelaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari iman dan menjadi syarat sah dalam banyak ibadah.
Karena itu, upaya menjaga kebersihan Masjidil Haram bukan sekadar tugas teknis, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap tempat suci dan para tamu Allah.
Apa yang terjadi di Masjidil Haram menunjukkan bagaimana manajemen modern dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai spiritual.
Ribuan petugas, teknologi canggih, serta sistem yang disiplin berpadu menjaga kesucian salah satu tempat paling sakral di dunia.
Bagi jutaan jemaah, mungkin kebersihan ini terasa seperti sesuatu yang “selalu ada”. Namun di baliknya, terdapat kerja besar yang nyaris tak terlihat, sebuah sistem yang memastikan setiap langkah ibadah berlangsung dalam kondisi terbaik.
Dan di sanalah letak keistimewaannya, kebersihan yang terjaga bukan hanya hasil kerja manusia, tetapi juga bagian dari penghormatan terhadap kesucian tempat yang menjadi pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang