Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Balik Bersihnya Masjidil Haram, Ada 3.500 Petugas dan Teknologi

Kompas.com, 1 Mei 2026, 17:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah lautan manusia yang tak pernah surut, Masjidil Haram tetap berdiri sebagai simbol kesucian yang terjaga.

Jutaan jemaah datang dan pergi setiap harinya, terutama saat musim umrah dan haji, namun satu hal yang nyaris tak berubah, kebersihannya yang selalu terpelihara.

Di balik kondisi tersebut, terdapat sistem pengelolaan kebersihan yang terstruktur, melibatkan ribuan tenaga kerja dan dukungan teknologi modern. Bukan sekadar rutinitas, tetapi sebuah operasi besar yang berjalan tanpa henti selama 24 jam.

Baca juga: 40 Tahun Menanti, RI Mulai Bangun Kampung Haji Dekat Masjidil Haram, Ada Terowongan Khusus Jemaah

Ribuan Petugas Bekerja Tanpa Henti

Berdasarkan laporan Gulf News, otoritas pengelola dua masjid suci di Arab Saudi, yaitu General Authority for the Care of the Affairs of the Grand Mosque and the Prophet's Mosque, mengerahkan sekitar 3.500 petugas kebersihan setiap hari.

Para petugas ini terdiri dari laki-laki dan perempuan yang bekerja dalam sistem shift. Mereka tidak hanya menyapu dan mengepel, tetapi juga memastikan setiap sudut masjid tetap steril, aman, dan nyaman bagi jemaah dari berbagai negara.

Menariknya, pekerjaan ini tidak dilakukan secara manual semata. Otoritas menyediakan setidaknya 12 mesin pencuci lantai berteknologi tinggi serta ratusan alat pembersih modern untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Sistem Pengelolaan Sampah yang Terukur

Kebersihan Masjidil Haram tidak bisa dilepaskan dari sistem pengelolaan sampah yang rapi dan terorganisir.

Lebih dari 3.000 kontainer sampah ditempatkan di berbagai titik strategis, baik di dalam maupun di area sekitar masjid.

Setiap hari, sekitar 70 ton sampah berhasil dikumpulkan. Jumlah ini bisa meningkat hingga 100 ton saat puncak musim haji.

Angka tersebut menunjukkan skala besar aktivitas jemaah, sekaligus tantangan yang harus dihadapi petugas kebersihan.

Menurut Saudi Press Agency, proses pengangkutan dan pembuangan sampah dilakukan secara berkala dalam siklus yang telah dirancang agar tidak mengganggu aktivitas ibadah.

Baca juga: 21 Rute Bus Shalawat dari Hotel ke Masjidil Haram Lengkap dengan Warnanya, Beroperasi Gratis 24 Jam

Dibersihkan Hanya dalam 35 Menit

Salah satu hal yang paling mencuri perhatian adalah kecepatan proses pembersihan. Seluruh area masjid dapat dibersihkan dalam waktu sekitar 35 menit.

Kecepatan ini bukan hasil kerja spontan, melainkan buah dari sistem koordinasi yang matang. Setiap petugas memiliki zona kerja tertentu, sementara alat-alat modern mempercepat proses tanpa mengurangi kualitas kebersihan.

Dalam konteks manajemen modern, sistem ini sejalan dengan konsep efisiensi operasional yang dijelaskan dalam buku Operations Management karya William J. Stevenson, di mana koordinasi, pembagian tugas, dan penggunaan teknologi menjadi kunci keberhasilan dalam sistem berskala besar.

Mengutamakan Kebersihan dan Kesehatan Jemaah

Kebersihan di Masjidil Haram tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga kesehatan. Seluruh proses pembersihan menggunakan bahan ramah lingkungan yang aman bagi manusia dan tidak menimbulkan polusi.

Hal ini sejalan dengan prinsip kesehatan publik global yang ditekankan oleh World Health Organization, bahwa kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran penyakit, terutama di tempat dengan kepadatan tinggi.

Operasi kebersihan berlangsung sepanjang hari tanpa henti, namun tetap dirancang agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah.

Petugas bekerja secara senyap, cepat, dan terkoordinasi, sehingga jemaah sering kali tidak menyadari proses besar yang sedang berlangsung di sekitar mereka.

Baca juga: PPIH Minta Jamaah Haji Atur Ritme Ibadah di Masjidil Haram agar Tidak Kelelahan

Kebersihan sebagai Bagian dari Ibadah

Dalam perspektif Islam, kebersihan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Dalam buku Fiqh al-Taharah karya Abdul Karim Zaidan, dijelaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari iman dan menjadi syarat sah dalam banyak ibadah.

Karena itu, upaya menjaga kebersihan Masjidil Haram bukan sekadar tugas teknis, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap tempat suci dan para tamu Allah.

Harmoni Sistem dan Spiritualitas

Apa yang terjadi di Masjidil Haram menunjukkan bagaimana manajemen modern dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai spiritual.

Ribuan petugas, teknologi canggih, serta sistem yang disiplin berpadu menjaga kesucian salah satu tempat paling sakral di dunia.

Bagi jutaan jemaah, mungkin kebersihan ini terasa seperti sesuatu yang “selalu ada”. Namun di baliknya, terdapat kerja besar yang nyaris tak terlihat, sebuah sistem yang memastikan setiap langkah ibadah berlangsung dalam kondisi terbaik.

Dan di sanalah letak keistimewaannya, kebersihan yang terjaga bukan hanya hasil kerja manusia, tetapi juga bagian dari penghormatan terhadap kesucian tempat yang menjadi pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Idul Adha 2026: Cek Syarat dan Ciri Hewan Kurban Layak Disembelih
Idul Adha 2026: Cek Syarat dan Ciri Hewan Kurban Layak Disembelih
Aktual
Di Balik Bersihnya Masjidil Haram, Ada 3.500 Petugas dan Teknologi
Di Balik Bersihnya Masjidil Haram, Ada 3.500 Petugas dan Teknologi
Aktual
Cara Islam Memuliakan Buruh, Kerja Jadi Ibadah dan Jalan Jihad
Cara Islam Memuliakan Buruh, Kerja Jadi Ibadah dan Jalan Jihad
Aktual
Ini Penyakit yang Bisa Gagalkan Izin Haji 2026, Cek Daftarnya
Ini Penyakit yang Bisa Gagalkan Izin Haji 2026, Cek Daftarnya
Aktual
Panduan Menyimpan Sandal di Masjid Nabawi agar Tidak Hilang dan Tertukar
Panduan Menyimpan Sandal di Masjid Nabawi agar Tidak Hilang dan Tertukar
Aktual
Koper Jemaah Haji 2026 Diawasi Ketat di Bandara Madinah, Ini Cara Lapor jika Rusak
Koper Jemaah Haji 2026 Diawasi Ketat di Bandara Madinah, Ini Cara Lapor jika Rusak
Aktual
Saudi Tinjau Embarkasi Makassar, Layanan Makkah Route Haji 2026 Dipastikan Lebih Cepat
Saudi Tinjau Embarkasi Makassar, Layanan Makkah Route Haji 2026 Dipastikan Lebih Cepat
Aktual
Kalender Mei 2026 Lengkap: 10 Tanggal Merah, Long Weekend, Weton Jawa hingga Idul Adha
Kalender Mei 2026 Lengkap: 10 Tanggal Merah, Long Weekend, Weton Jawa hingga Idul Adha
Aktual
Bahasa Ibu: Jembatan Pelayanan Inklusif Jamaah Haji
Bahasa Ibu: Jembatan Pelayanan Inklusif Jamaah Haji
Aktual
Abad Kedua NU: Empat 'Kuda Pacu' dan Keharusan Bersatu
Abad Kedua NU: Empat "Kuda Pacu" dan Keharusan Bersatu
Aktual
“Palestine 36”, Film Perjuangan Rakyat Palestina Lawan Inggris Dominasi Nominasi Critics Awards for Arab Films
“Palestine 36”, Film Perjuangan Rakyat Palestina Lawan Inggris Dominasi Nominasi Critics Awards for Arab Films
Aktual
Kekerasan di Daycare Yogyakarta, MUI: Melanggar Maqoshid Syariah
Kekerasan di Daycare Yogyakarta, MUI: Melanggar Maqoshid Syariah
Aktual
Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Keutamaan Bekerja Mencari Nafkah Halal dalam Islam
Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Keutamaan Bekerja Mencari Nafkah Halal dalam Islam
Aktual
Penampakan Manggala, Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kota Pekanbaru yang Berbobot Nyaris Satu Ton
Penampakan Manggala, Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kota Pekanbaru yang Berbobot Nyaris Satu Ton
Aktual
Plastik Mahal, Pemkot Batu Imbau Gunakan Besek dan Daun Pisang Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha
Plastik Mahal, Pemkot Batu Imbau Gunakan Besek dan Daun Pisang Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com