Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Irfan: Jemaah Haji Nonprosedural Turun Drastis, Tahun Ini Baru Sekitar 60 Orang Tertahan

Kompas.com, 8 Mei 2026, 07:47 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan jumlah jamaah calon haji asal Indonesia yang tertahan karena berangkat secara nonprosedural pada musim haji 2026 turun drastis dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun ini alhamdulillah sudah turun turun banyak. Total sampai hari ini mungkin belum sampai 100 (jamaah calon haji). Tadi malam Wakapolri melaporkan laporan kepada kami sekitar 60 (jamaah calon haji)," kata Mochamad Irfan Yusuf saat pemberangkatan jamaah calon haji asal Jombang di Jombang, Kamis (8/5/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Irfan itu menyebut, pada musim haji 2025 jumlah jamaah calon haji yang tertahan di bandara mencapai lebih dari 1.000 orang karena berangkat tidak sesuai prosedur.

Baca juga: “Jangankan Dorong, Gendong Mama Pun Amri Siap”, Kisah Mengharukan Haji Ibu dan Anak

Menurut dia, penurunan signifikan tersebut terjadi setelah Kementerian Haji dan Umrah RI membentuk satuan tugas bersama [Polri](https://www.polri.go.id?utm_source=chatgpt.com) dan Imigrasi Indonesia untuk mencegah keberangkatan haji ilegal.

Gus Irfan mengaku prihatin terhadap calon jamaah yang nekat berangkat tanpa prosedur resmi karena berisiko mengalami masalah di Tanah Suci.

"Pihaknya prihatin jika ada calon haji yang berangkat dengan sistem demikian, sebab di tanah suci justru bisa bermasalah seperti terlunta-lunta, dikejar-kejar kepolisian, sehingga tidak bisa menjalankan ibadah haji," ujarnya.

Selain pengawasan, pemerintah juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait prosedur resmi keberangkatan haji.

"Alhamdulillah dengan komunikasi baik yang baik dengan masyarakat, dengan edukasi yang baik mereka sudah paham. Tapi tetap saja kami mohon pada mereka-mereka yang berusaha mencari peluang, mencari kemanfaatan ini," kata dia.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji tanpa antrean dari oknum tertentu.

"Tolonglah kasihan mereka ini jangan sampai tertipu oleh iming-iming haji tanpa antri. Prinsipnya tidak ada haji tanpa antri itu, tidak ada," kata dia.

Terkait proses pemberangkatan jamaah haji Indonesia tahun ini, Gus Irfan memastikan seluruh proses berjalan lancar.

“Sekarang sudah sekitar 250 kloter yang berangkat. Sebagian jamaah yang di Madinah juga sudah bergeser ke Makkah,” kata dia.

Baca juga: Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Hikmah di Balik Kisah Ulama yang Gagal Naik Haji

Ia menambahkan, jamaah yang tiba di Arab Saudi kini langsung mendarat di Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

“Alhamdulillah laporan dari teman-teman di sana semuanya berjalan lancar. Memang ada satu-dua kendala kecil, tetapi bisa segera diatasi,” kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lirboyo, 'Pabrik' Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia
Lirboyo, "Pabrik" Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia
Aktual
Kisah Fransiska Mainake Saat Layani Jemaah Haji di Tanah Suci, Pernah Dampingi Jamaah yang Takut Tersesat
Kisah Fransiska Mainake Saat Layani Jemaah Haji di Tanah Suci, Pernah Dampingi Jamaah yang Takut Tersesat
Aktual
 Kemenhaj Temukan Jemaah Haji  di Jeddah Belum Patuhi Aturan Ihram, Gunakan Pakaian Dalam dan Bersepatu
Kemenhaj Temukan Jemaah Haji di Jeddah Belum Patuhi Aturan Ihram, Gunakan Pakaian Dalam dan Bersepatu
Aktual
Arab Saudi Tegaskan Larangan Haji Tanpa Tasreh, Jemaah Terancam Denda hingga Deportasi
Arab Saudi Tegaskan Larangan Haji Tanpa Tasreh, Jemaah Terancam Denda hingga Deportasi
Aktual
Aturan Beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Salah Satunya Jemaah Haji Dilarang Sembarangan Live Streaming
Aturan Beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Salah Satunya Jemaah Haji Dilarang Sembarangan Live Streaming
Aktual
Bahaya Penggunaan Kantong Kresek untuk Pembungkus Daging Kurban, Ahli Gizi: Mengandung Zat Karsinogen
Bahaya Penggunaan Kantong Kresek untuk Pembungkus Daging Kurban, Ahli Gizi: Mengandung Zat Karsinogen
Aktual
Bupati Bandung Ajak Warga Nikah Sederhana di KUA untuk Hindari Utang demi Resepsi Mewah
Bupati Bandung Ajak Warga Nikah Sederhana di KUA untuk Hindari Utang demi Resepsi Mewah
Aktual
Menengok Percetakan Al Quran King Fahd Terbesar di Dunia yang Ada di Madinah
Menengok Percetakan Al Quran King Fahd Terbesar di Dunia yang Ada di Madinah
Aktual
PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Memaksakan Ibadah di Masjidil Haram untuk Jaga Stamina Jelang Armuzna
PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Memaksakan Ibadah di Masjidil Haram untuk Jaga Stamina Jelang Armuzna
Aktual
Hadirnya Makanan Nusantara di Tanah Suci pada Musim Haji 2026 Membuka Peluang Ekonomi bagi UMKM
Hadirnya Makanan Nusantara di Tanah Suci pada Musim Haji 2026 Membuka Peluang Ekonomi bagi UMKM
Aktual
Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Gelombang Kedua Langsung Pakai Ihram Sejak dari Asrama
Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Gelombang Kedua Langsung Pakai Ihram Sejak dari Asrama
Aktual
Butuh Jalan Keluar? Ini Doa Rasulullah saat Memohon Pertolongan Allah
Butuh Jalan Keluar? Ini Doa Rasulullah saat Memohon Pertolongan Allah
Doa dan Niat
Mengintip Persiapan Fase Puncak Ibadah Haji di Armuzna, Fasilitas Jemaah Makin Lengkap
Mengintip Persiapan Fase Puncak Ibadah Haji di Armuzna, Fasilitas Jemaah Makin Lengkap
Aktual
Andre Rosiade Bagi-bagi Uang Saku 100 Riyal untuk Jemaah Haji Kloter Terakhir Embarkasi Padang
Andre Rosiade Bagi-bagi Uang Saku 100 Riyal untuk Jemaah Haji Kloter Terakhir Embarkasi Padang
Aktual
Jangan Tidur setelah Subuh, Ini Keutamaan Rezeki di Waktu Pagi
Jangan Tidur setelah Subuh, Ini Keutamaan Rezeki di Waktu Pagi
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com