Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hadirnya Makanan Nusantara di Tanah Suci pada Musim Haji 2026 Membuka Peluang Ekonomi bagi UMKM

Kompas.com, 9 Mei 2026, 18:11 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Penyelenggaraan ibadah haji 2026 tidak hanya menghadirkan dampak spiritual bagi jemaah Indonesia, tetapi juga mulai membuka peluang ekonomi nasional di Arab Saudi.

Salah satu yang kini dirasakan langsung para jemaah adalah hadirnya makanan bercita rasa Nusantara di Tanah Suci.

Produk makanan siap saji hingga bumbu asal Indonesia mulai digunakan untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji selama berada di Arab Saudi.

Baca juga: Jaga Gizi Jemaah Haji 2026, Kemenhaj Pastikan Menu Nusantara Hadir di Tanah Suci

Pemerintah pun menilai momentum haji dapat menjadi penggerak baru bagi ekspor produk dan pengembangan UMKM Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Jaenal Effendi, mengatakan sejumlah eksportir Indonesia kini berhasil menjalin kerja sama dengan mitra usaha di Arab Saudi.

Baca juga: Lidah Nusantara: Dilema Penyediaan Konsumsi Jamaah Haji

Kerja sama tersebut terutama berkaitan dengan penyediaan makanan siap saji atau ready to eat untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia.

“Para eksportir berhasil menjalin kerja sama dengan mitra-mitra yang ada di Saudi terkait makanan ready to eat,” ujar Jaenal di Madinah, Kamis (7/5/2026).

Bumbu Indonesia Mulai Digunakan di Arab Saudi

Jaenal menjelaskan keberhasilan tersebut turut didukung masuknya produk bumbu asal Indonesia ke pasar Arab Saudi.

Menurutnya, bumbu Nusantara kini mulai digunakan dalam penyediaan makanan untuk jemaah haji sehingga menghadirkan cita rasa yang lebih familiar bagi lidah masyarakat Indonesia.

“Terutama ini bisa terwujud dari adanya para eksportir bumbu yang sudah masuk dan sudah dipakai,” katanya.

Kehadiran makanan khas Nusantara disebut mendapat sambutan positif dari para jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Jemaah Haji Antusias Nikmati Masakan Nusantara

Jaenal mengatakan banyak jemaah merasa lebih nyaman dan bahagia karena tetap dapat menikmati makanan bercita rasa Indonesia selama menjalankan ibadah haji.

Menurutnya, antusiasme jemaah terhadap masakan Nusantara di Arab Saudi sangat tinggi.

“Animonya sangat luar biasa. Masyarakat jemaah haji kita sangat bahagia bisa merasakan cita rasa Indonesia, Nusantara yang ada di sini,” ujarnya.

Pemerintah Siapkan Platform Oleh-oleh Haji

Selain sektor konsumsi, pemerintah juga tengah menyiapkan platform oleh-oleh haji berbasis ekonomi nasional.

Platform tersebut diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus memperkuat pasar produk UMKM Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan jemaah haji dan umrah.

“Kami dari Ditjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji menyampaikan bahwa alhamdulillah di Indonesia kita juga sudah punya platform oleh-oleh haji. Ini sedang dimatangkan agar nanti ada nilai manfaat ekonominya,” jelas Jaenal.

Ia menegaskan penguatan ekosistem ekonomi haji menjadi salah satu arahan pemerintah agar penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Ini selalu menjadi pesan Bapak Presiden dan juga Pak Menteri, bahwa pelaksanaan ibadah haji diharapkan memberi manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dan UMKM Indonesia,” ungkapnya.

Kemitraan Diharapkan Berdampak pada Ekspor dan UMKM

Jaenal juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Arab Saudi, khususnya Kementerian Haji Kerajaan Saudi Arabia, yang dinilai membuka ruang kemitraan ekonomi dengan Indonesia selama musim haji berlangsung.

“Kita berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi yang banyak mendukung kemitraan-kemitraan ini,” katanya.

Ke depan, pemerintah berharap dampak ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji dapat diukur secara lebih konkret, termasuk kontribusinya terhadap peningkatan ekspor produk Indonesia serta pengembangan UMKM nasional.

“Harapannya multiplier effect positif dari sisi ekonomi ini nanti bisa kita kuantifikasi,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Prof Jaenal Effendi: Eksportir Makanan Siap Saji Kerjasama Mitra di Arab Saudi". 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Aktual
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Aktual
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Aktual
Dokter Gizi Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke di Tanah Suci
Dokter Gizi Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke di Tanah Suci
Aktual
Dokter Gizi Bagikan Tips Bagi jemaah Haji Saat Beraktivitas di Tengah Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Dokter Gizi Bagikan Tips Bagi jemaah Haji Saat Beraktivitas di Tengah Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Aktual
Ketentuan Ibadah Haji bagi Perempuan Haid, Tawaf Ifadah Harus Menunggu Suci
Ketentuan Ibadah Haji bagi Perempuan Haid, Tawaf Ifadah Harus Menunggu Suci
Aktual
Jemaah Kloter 30 Embarkasi Makassar Mulai Masuk Asrama Haji Sudiang, Berangkat ke Tanah Suci Selasa Malam
Jemaah Kloter 30 Embarkasi Makassar Mulai Masuk Asrama Haji Sudiang, Berangkat ke Tanah Suci Selasa Malam
Aktual
Perjalanan Panjang Jemaah Haji Merauke ke Asrama Haji Sudiang demi Bisa Terbang ke Tanah Suci
Perjalanan Panjang Jemaah Haji Merauke ke Asrama Haji Sudiang demi Bisa Terbang ke Tanah Suci
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Cerita Yusuf Merawat Blecki, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026
Cerita Yusuf Merawat Blecki, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026
Aktual
Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo
Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo
Aktual
Cerita Agus Pemilik “Si Gerandong”, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palu
Cerita Agus Pemilik “Si Gerandong”, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palu
Aktual
Pemkot Palu Keluarkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha 2026
Pemkot Palu Keluarkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha 2026
Aktual
Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026
Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026
Aktual
Ketentuan Umrah Wajib yang Dijalani Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji di Armuzna
Ketentuan Umrah Wajib yang Dijalani Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji di Armuzna
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com