Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Persiapan Fase Puncak Ibadah Haji di Armuzna, Fasilitas Jemaah Makin Lengkap

Kompas.com, 9 Mei 2026, 17:48 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Persiapan fase puncak ibadah haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dipercepat menjelang kedatangan jutaan jemaah dari berbagai negara.

Sejumlah pembenahan infrastruktur dan fasilitas pelayanan kini mulai terlihat di berbagai titik kawasan Armuzna.

Tim Media Center Haji (MCH) berkesempatan meninjau langsung kesiapan lokasi yang akan menjadi pusat pelaksanaan puncak ibadah haji tersebut.

Baca juga: Layanan di Makkah Diperkuat, Jemaah Dipastikan Nyaman Jelang Puncak Haji

Berbagai fasilitas baru disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan pelayanan bagi jemaah selama berada di Armuzna.

Memasuki kawasan markaz di Padang Arafah, aktivitas petugas tampak berlangsung di hampir seluruh area.

Petugas Satgas Operasi Armuzna terlihat hilir mudik memastikan setiap fasilitas siap digunakan sebelum fase pergerakan jemaah dimulai.

Baca juga: Fasilitas Penjemuran Pakaian untuk Jemaah Haji Indonesia di Makkah Tersedia dengan Baik

CCTV dan Fasilitas Tenda Mulai Dilengkapi

Lorong antar tenda di kawasan Arafah kini telah dipasangi kamera pengawas CCTV untuk mendukung keamanan jemaah selama 24 jam.

Di dalam tenda, peningkatan fasilitas juga dilakukan secara menyeluruh. Permukaan tanah gurun yang sebelumnya hanya dilapisi karpet kini dilengkapi struktur lantai khusus yang lebih tebal untuk menjaga permukaan tetap rata sekaligus mengurangi hawa panas dari bawah tanah.

Petugas juga menyiapkan kasur baru lengkap dengan bantal, seprai, dan selimut untuk setiap jemaah.

Selain itu, pendingin ruangan dipasang di tiap tenda guna membantu mengurangi suhu panas ekstrem di Padang Arafah.

Fasilitas Toilet Ramah Disabilitas hingga Urinoir Baru

Pembenahan tidak hanya dilakukan pada area istirahat, tetapi juga di sektor sanitasi yang selama ini menjadi perhatian utama saat puncak ibadah haji berlangsung.

Kini toilet di kawasan Armuzna didesain lebih ramah bagi jemaah, termasuk dengan penambahan jalur khusus disabilitas, tangga akses, hingga pemisahan area toilet jongkok dan duduk.

Salah satu pembaruan yang paling mencolok adalah pemasangan urinoir di luar bilik toilet khusus jemaah pria.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk mengurangi antrean panjang, terutama bagi jemaah yang hanya ingin buang air kecil.

Pengecekan Dilanjutkan ke Muzdalifah dan Mina

Setelah meninjau kawasan Arafah, pengecekan fasilitas dilanjutkan menuju kawasan Muzdalifah hingga Mina.

Petugas bersama pihak syarikah juga memeriksa tumpukan kasur dan perlengkapan jemaah di Mina satu per satu guna memastikan seluruh kebutuhan siap digunakan saat puncak haji berlangsung.

Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Muftiono, mengatakan progres pembangunan dan penataan fasilitas mengalami peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir.

“Pada saat awal kita melakukan pengecekan progres baru sekitar 60 persen. Hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya,” ujar Muftiono kepada Tim Media Center Haji (MCH) dalam rilis, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, setiap kekurangan kecil yang masih ditemukan langsung dicatat untuk segera diselesaikan sebelum fase pergerakan jemaah dimulai.

“Melihat perkembangan itu, saya optimistis target H-5 seratus persen bisa terwujud,” tegasnya.

Peningkatan fasilitas di kawasan Armuzna diharapkan mampu membuat jemaah lebih nyaman dan fokus menjalankan rangkaian ibadah puncak haji.

Dengan pembenahan fasilitas dasar seperti tenda, pendingin ruangan, kasur, hingga sanitasi, jemaah diharapkan tidak lagi terbebani persoalan teknis selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Menyusuri Tenda Arafah-Mina, Wajah Baru Fasilitas Haji Mulai dari Lantai Tebal hingga Urinoir". 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
Aktual
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
Aktual
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa dan Niat
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Aktual
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
Doa dan Niat
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Aktual
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Aktual
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Aktual
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Aktual
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Aktual
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com