Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Ays, Jemaah Haji Termuda Malang yang Ikut Ujian Sekolah dari Tanah Suci

Kompas.com, 9 Mei 2026, 09:00 WIB
Pythag Kurniati,
Khairina

Tim Redaksi

MAKKAH, KOMPAS.com- Menjalani ujian akhir Sekolah Menengah Pertama umumnya diwarnai ketegangan di ruang kelas, diawasi guru, dan duduk terpaku pada lembar soal. Namun, tidak dengan yang dialami Aysylla Naila Sari.

Di usianya yang baru menginjak 15 tahun, siswi MTsN 1 Malang ini justru menatap layar ponselnya untuk menuntaskan ujian kelulusan melintasi batas negara. Dia menyelesaikan ujian dari Kota Suci Madinah.

"Jadi mengerjakan ujiannya di Madinah," cerita Ays kepada tim Media Center Haji 2026 di Marjan Alsalam Hostel, Makkah, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda

Pada musim haji 2026 ini, Ays, sapaan akrabnya, resmi mencatatkan diri sebagai jamaah haji termuda asal Kabupaten Malang. Pada pertengahan November 2025, surat pemberitahuan keberangkatan haji itu tiba.

Sambil menahan kegembiraan, hati Ays berkecamuk. Di satu sisi, ia sangat bersyukur mendapatkan panggilan langka tersebut. Namun di sisi lain, dia sebentar lagi melaksanakan ujian akhir sekolah.

Belum lagi mengenai aturan batas minimal berhaji yang dia ketahui adalah usia 17 tahun. Sementara usianya saat itu 14 tahun. Baru kemudian dia tahu ada aturan baru bahwa batas usia minimal diubah menjadi 13 tahun.

Masalah usia selesai, namun jadwal keberangkatannya ternyata berbenturan dengan ujian akhir kelulusan sekolah. Ays lantas berdiskusi panjang dengan wali kelas dan kepala sekolahnya.

Pihak sekolah memberikan dukungan penuh dan merumuskan solusi kreatif. Mengingat Ays harus terbang bersama kloter SUB 16 pada 25 April, dan pulang pada 6 Juni, maka jadwal ujiannya pun terpaksa dimajukan dan harus dibawa serta ke Tanah Suci. Pada 9 Juni mendatang, Ays dijadwalkan mengikuti wisuda.

Baca juga: 8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler

Mengerjakan Soal di Sela Ibadah

Perjalanan Ays sempat tertundak ketika penerbangannya tertahan di Bandara Kualanamu, Medan. Hal ini berimbas pada terpangkasnya masa tinggal rombongan di Madinah menjadi hanya tujuh hari.

Di waktu yang terbatas, anak bungsu dari tiga bersaudara ini dituntut mahir membagi fokus. Dia tak boleh meninggalkan ibadah, tetapi harus bisa mengerjakan soal ujian.

"Ujiannya pakai HP, pakai aplikasi CBT," tuturnya membagikan pengalaman unik tersebut.

Selama lima hari beruntun, Ays berjibaku menyelesaikan 12 mata pelajaran bermodalkan ponsel pintar di tangannya. Tekanan akademik di negeri orang akhirnya berhasil ia lalui.

"Alhamdulillah lancar semua," tambahnya.

Meski masih memiliki tanggungan ujian praktik olahraga dan seni yang harus direkam, ia merasa sangat lega karena beban ujian tulis telah tuntas.

Rutinitas ujian ini pun tidak menghalanginya untuk merasakan syahdunya Madinah. Berbekal pendaftaran via aplikasi Nusuk, Ays telah memasuki Masjid Nabawi dan memanjatkan doa di Raudhah.

Baca juga: Keutamaan Haji Mabrur, Pulang Suci Bak Bayi yang Baru Lahir

Visi Besar Sang Nelayan

Kehadiran Ays di Tanah Suci di usia yang amat belia adalah buah dari pandangan visioner kedua orang tuanya. Sang ayah, yang berprofesi sebagai nelayan, sangat memahami betapa panjangnya antrean haji di Indonesia.

Dia sendiri telah menunaikan rukun Islam kelima itu pada 2006. Tidak ingin anak-anaknya baru bisa berhaji di usia senja, ia segera mendaftarkan Ays yang saat itu masih bayi.

"Waktu itu didaftarkan saat usia 1 tahun 8 bulan," kenang gadis asal Sumbermanjing tersebut. Saat itu, pemerintah memang belum menerapkan aturan batas usia minimal untuk pendaftaran.

Kisah penantian selama 14 tahun ini kerap membuat teman-teman sekolahnya salah sangka. Banyak yang mengira Ays menggunakan jalur haji khusus demi bisa berangkat secepat itu, hingga akhirnya ia harus menjelaskan rekam jejak pendaftarannya sejak masa balita.

Meski sebelumnya sudah pernah mencicipi pengalaman umrah pada tahun 2023, perjalanan haji tetap memberikan resonansi batin yang berbeda bagi Ays.

"Vibes-nya itu berbeda gitu sama umrah, terus juga perjalanan ke masjidnya itu juga beda, hotelnya juga beda," jelasnya.

Baca juga: Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat

Menjadi jamaah muda membuat Ays sadar akan pentingnya kesiapan fisik. Ia sangat mendukung langkah orang tua yang mendaftarkan anaknya sedini mungkin agar kelak bisa beribadah dalam kondisi bugar.

"Karena kalau (berangkat saat) sudah tua, sudah sepuh-sepuh itu, kasihan lihatnya. Jadi mumpung masih usia muda, cepat-cepat daftar aja," pesannya bijak.

Kini, setibanya di Makkah sejak 4 Mei lalu, Ays dan kakaknya baru satu kali ke Masjidil Haram untuk umrah wajib. Atas saran kakak ipar yang turut mendampingi, mereka memilih menyimpan tenaga untuk puncak ibadah haji nanti.

Meski begitu, Ays sudah menyempatkan waktu untuk memborong oleh-oleh saat masih berada di Madinah agar tidak mengganggu fokus doanya di Makkah.

"Sudah dikargoin juga, 20 kilo," imbuhnya mengakhiri cerita.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Rebo Wekasan untuk Tolak Bala Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Rebo Wekasan untuk Tolak Bala Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
Doa dan Niat
Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 Singkat: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 Singkat: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Mad Wajib Muttasil: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Membacanya
Mad Wajib Muttasil: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Membacanya
Doa dan Niat
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Doa dan Niat
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
Aktual
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Aktual
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Aktual
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Aktual
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Aktual
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Aktual
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Aktual
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Aktual
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
Aktual
Pesan Penting Kiai Nuh: Kolaborasi, Bukan Kompetisi di Muktamar NU
Pesan Penting Kiai Nuh: Kolaborasi, Bukan Kompetisi di Muktamar NU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar