Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dokter Gizi Bagikan Tips Bagi jemaah Haji Saat Beraktivitas di Tengah Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci

Kompas.com, 11 Mei 2026, 20:16 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Dokter spesialis gizi klinik, Dr. dr. A. Yasmin Syauki, M.Sc., Sp.GK(K), MHPE, membagikan sejumlah tips kesehatan bagi jemaah haji yang beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas ekstrem di Tanah Suci.

jemaah diminta menjaga asupan cairan dan membatasi aktivitas di bawah terik matahari untuk menghindari gangguan kesehatan selama ibadah haji.

Saat ini, cuaca di Arab Saudi diperkirakan mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius dinilai cukup berat bagi jemaah asal Indonesia yang tidak terbiasa dengan suhu panas ekstrem.

Baca juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026

Karena itu, jemaah diimbau lebih disiplin menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Jemaah Haji Rentan Mengalami Dehidrasi dan Heat Stroke

Yasmin mengatakan risiko kesehatan yang paling sering dialami jemaah haji di Makkah maupun Madinah adalah dehidrasi dan heat stroke akibat suhu panas yang tinggi.

Baca juga: PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Kontrol Penyakit Komorbid dan Hindari Kelelahan

“Risiko kesehatan yang paling sering bisa dialami oleh jemaah haji saat ini, yaitu di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah, itu adalah dehidrasi dan heat stroke,” kata Yasmin ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut dokter lulusan Ilmu Gizi Universitas Okayama Jepang itu, suhu di Arab Saudi jauh lebih panas dibandingkan kondisi cuaca di Indonesia.

“Karena suhu yang ekstrem, di mana di Indonesia itu kita tidak pernah mengalami suhu yang sangat ekstrem, misalnya suhu panas itu bisa sampai 40 derajat hingga 42, 41, 45 bahkan bisa ya,” ujar Yasmin.

Jemaah Diimbau Rutin Minum Air Putih

Untuk menjaga tubuh tetap bugar, Yasmin mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan meski tubuh belum merasa haus.

“Pertama adalah kita menjaga asupan cairan kita, dengan tetap mengonsumsi air putih walaupun itu tidak haus,” katanya.

Ia menyarankan jemaah mengonsumsi air putih secara bertahap sepanjang hari, terutama setelah makan pagi, siang, dan malam.

“Setelah makan pagi, makan siang, dan makan malam, kita minum air putih secukupnya satu gelas, bisa dua gelas,” ujarnya.

Selain setelah makan, konsumsi air putih juga dianjurkan di sela waktu makan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

“Kemudian, di antara makan pagi ke makan siang, kita juga minum air putih satu sampai dua gelas. Di antara makan siang dan makan malam, kita konsumsi air putih juga satu sampai dua gelas,” katanya.

Jemaah Disarankan Konsumsi Buah dan Hindari Panas Terik

Yasmin juga menyarankan jemaah mengonsumsi buah-buahan sebagai tambahan cairan alami bagi tubuh.

“Kemudian, kita bisa mengonsumsi buah-buahan juga di antara makan pagi ke makan siang, makan siang ke makan malam, atau setelah makan malam. Sehingga kecukupan cairan kita itu tetap terjaga,” ujarnya.

Selain menjaga asupan cairan, jemaah diminta menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca sedang sangat panas, terutama sekitar pukul 12.00 siang.

“Hindari berada di luar ruangan pada saat matahari sangat terik, misalnya di jam 12 siang hari. Itu hindari berada di luar ruangan, sebaiknya di dalam ruangan,” katanya.

Menurut dokter dari RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar itu, jemaah sebaiknya lebih banyak berada di area tertutup seperti masjid, hotel, atau pusat perbelanjaan untuk mengurangi paparan panas langsung.

Jemaah Bisa Gunakan Masker dan Kacamata Saat di Luar Ruangan

Saat harus bepergian di luar ruangan, Yasmin mengimbau jemaah menggunakan perlindungan tambahan seperti masker dan kacamata.

“Jika bepergian di luar ruangan, maka sebaiknya memakai kacamata dan memakai masker. Karena pada saat kita berada di luar ruangan, maka udara sangat panas,” ujarnya.

Ia juga menyarankan jemaah rutin menyemprotkan air ke wajah agar kelembapan tubuh tetap terjaga selama beraktivitas di bawah cuaca panas.

Yasmin mengaku pernah merasakan langsung kondisi cuaca ekstrem saat menjalankan ibadah haji tahun lalu.

“Karena alhamdulillah tahun lalu saya juga menjalani ibadah haji, dan suhunya hampir sama dengan tahun ini. Maka saya juga merasakan bahwa hawa sangat panas ketika kita berada di luar ruangan,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Aktual
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Aktual
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Aktual
Dokter Gizi Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke di Tanah Suci
Dokter Gizi Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke di Tanah Suci
Aktual
Dokter Gizi Bagikan Tips Bagi jemaah Haji Saat Beraktivitas di Tengah Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Dokter Gizi Bagikan Tips Bagi jemaah Haji Saat Beraktivitas di Tengah Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Aktual
Ketentuan Ibadah Haji bagi Perempuan Haid, Tawaf Ifadah Harus Menunggu Suci
Ketentuan Ibadah Haji bagi Perempuan Haid, Tawaf Ifadah Harus Menunggu Suci
Aktual
Jemaah Kloter 30 Embarkasi Makassar Mulai Masuk Asrama Haji Sudiang, Berangkat ke Tanah Suci Selasa Malam
Jemaah Kloter 30 Embarkasi Makassar Mulai Masuk Asrama Haji Sudiang, Berangkat ke Tanah Suci Selasa Malam
Aktual
Perjalanan Panjang Jemaah Haji Merauke ke Asrama Haji Sudiang demi Bisa Terbang ke Tanah Suci
Perjalanan Panjang Jemaah Haji Merauke ke Asrama Haji Sudiang demi Bisa Terbang ke Tanah Suci
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Cerita Yusuf Merawat Blecki, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026
Cerita Yusuf Merawat Blecki, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026
Aktual
Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo
Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo
Aktual
Cerita Agus Pemilik “Si Gerandong”, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palu
Cerita Agus Pemilik “Si Gerandong”, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palu
Aktual
Pemkot Palu Keluarkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha 2026
Pemkot Palu Keluarkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha 2026
Aktual
Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026
Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026
Aktual
Ketentuan Umrah Wajib yang Dijalani Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji di Armuzna
Ketentuan Umrah Wajib yang Dijalani Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji di Armuzna
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com