Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Uji RoboBus AI di Masjid Quba, Bus Tanpa Sopir untuk Jemaah Haji 2026

Kompas.com, 13 Mei 2026, 12:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Arab Saudi kembali menunjukkan ambisinya menjadi pusat teknologi dunia Islam lewat peluncuran RoboBus, bus listrik tanpa sopir berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mulai diuji coba di kawasan Masjid Quba, Madinah.

Inovasi ini bukan sekadar proyek transportasi modern, tetapi juga bagian dari transformasi besar Saudi dalam membangun ekosistem kota pintar untuk melayani jutaan jemaah umrah dan haji setiap tahun.

Dilansir dari Saudi Gazette, Otoritas Transportasi Arab Saudi atau Transport General Authority (TGA) bersama Madinah Region Development Authority resmi meluncurkan program percontohan shuttle bus otonom di area pelataran Masjid Quba.

Kehadiran kendaraan tanpa pengemudi tersebut langsung menarik perhatian publik karena menjadi salah satu implementasi nyata teknologi AI di kawasan religius.

Bus pintar tersebut dirancang untuk mengangkut hingga 20 penumpang dalam sekali perjalanan.

Selama masa uji coba selama 60 hari, RoboBus akan melayani mobilitas jemaah dan pengunjung di area sekitar Masjid Quba melalui jalur khusus sepanjang kurang lebih 700 meter.

Baca juga: Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji

Teknologi AI Jadi “Otak” RoboBus

RoboBus termasuk kendaraan otonom level 4 (L4), yakni kategori kendaraan yang mampu beroperasi tanpa pengemudi manusia dalam kondisi tertentu dan area yang telah dipetakan secara detail.

Teknologi ini dianggap satu tingkat di bawah kendaraan full autonomous level 5 yang sepenuhnya tidak membutuhkan intervensi manusia.

Untuk menjalankan operasionalnya, RoboBus menggunakan kombinasi sensor LiDAR, kamera beresolusi tinggi, radar, serta sistem navigasi digital berbasis AI.

Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan membaca lingkungan sekitar secara real-time, mendeteksi pejalan kaki, mengenali rambu, hingga menghitung jarak aman selama perjalanan.

Penerapan LiDAR sendiri menjadi teknologi penting dalam kendaraan otonom modern. Dalam buku Autonomous Driving: Technical, Legal and Social Aspects karya Markus Maurer dkk, dijelaskan bahwa LiDAR berfungsi sebagai sistem pemetaan lingkungan tiga dimensi yang memungkinkan kendaraan memahami kondisi jalan secara presisi bahkan dalam situasi kompleks.

Teknologi serupa kini mulai digunakan di berbagai negara maju, termasuk Amerika Serikat, China, Jepang, hingga Uni Emirat Arab.

Namun, penerapan RoboBus di kawasan religius seperti Masjid Quba menjadi langkah yang cukup unik sekaligus simbol transformasi digital Saudi.

Masjid Quba Dipilih Jadi Lokasi Perdana

Pemilihan Masjid Quba bukan tanpa alasan. Masjid yang berada di Madinah tersebut dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah. Setiap tahun, kawasan ini selalu dipadati jemaah umrah dan peziarah dari berbagai negara.

Karena tingginya mobilitas pengunjung, pemerintah Saudi mulai mencari solusi transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan minim kemacetan.

RoboBus diharapkan mampu membantu distribusi pergerakan jemaah tanpa menambah kepadatan kendaraan konvensional di sekitar area ibadah.

Selama operasional, bus akan berjalan di jalur khusus yang sebelumnya digunakan kendaraan golf car.

Jalur tersebut dirancang agar kendaraan tetap bergerak stabil tanpa mengganggu arus pejalan kaki maupun kendaraan lain di sekitar masjid.

Selain itu, seluruh pergerakan RoboBus akan dipantau melalui pusat kontrol pintar yang terhubung dengan sistem digital kota Madinah.

Baca juga: Jemaah Haji Palestina dari Tepi Barat Mulai Berangkat ke Arab Saudi, Warga Gaza Masih Terhalang

Saudi Serius Bangun Transportasi Masa Depan

Peluncuran RoboBus menjadi bagian dari agenda besar Saudi Vision 2030 yang dicanangkan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Program tersebut menargetkan transformasi ekonomi Saudi dari ketergantungan minyak menuju negara berbasis inovasi, teknologi, dan pariwisata global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Saudi memang agresif membangun infrastruktur berbasis AI dan smart city.

Salah satu proyek paling ambisius adalah pembangunan kota futuristik NEOM yang digadang-gadang menjadi pusat teknologi masa depan dunia.

Tak hanya itu, Saudi juga menetapkan tahun 2026 sebagai “Year of Artificial Intelligence” atau Tahun Kecerdasan Buatan.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa AI akan menjadi fondasi penting dalam berbagai sektor, mulai dari transportasi, keamanan, layanan publik, hingga pengelolaan ibadah haji dan umrah.

Dalam buku Artificial Intelligence: A Modern Approach karya Stuart Russell dan Peter Norvig, dijelaskan bahwa penggunaan AI dalam sistem transportasi mampu meningkatkan efisiensi perjalanan, mengurangi human error, serta membantu pengambilan keputusan secara cepat berbasis data real-time.

Konsep tersebut kini mulai diterapkan Saudi di berbagai lini pelayanan jemaah.

Kamera AI Pantau Jalan Haji 24 Jam

Selain RoboBus, Saudi juga memperluas penggunaan kamera AI untuk memantau lalu lintas selama musim haji.

Berdasarkan laporan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Otoritas Jalan Saudi atau Roads General Authority (RGA) mengoperasikan lebih dari 50 kamera pintar yang aktif selama 24 jam penuh.

Kamera tersebut terhubung dengan pusat kontrol pintar yang menjadi “otak” pengelolaan arus kendaraan selama musim haji.

Sistem AI mampu mendeteksi kepadatan lalu lintas, potensi kecelakaan, kondisi jalan, hingga gangguan perjalanan secara cepat.

Teknologi itu juga dikombinasikan dengan penghitung kendaraan otomatis, papan informasi digital, dan sistem peringatan real-time bagi pengguna jalan.

Menariknya, sistem AI tersebut turut memantau kondisi cuaca seperti badai pasir atau hujan deras yang kerap memengaruhi perjalanan jemaah.

Informasi kemudian diteruskan secara langsung agar pengguna jalan dapat mengantisipasi risiko perjalanan lebih dini.

Baca juga: Saudi Terapkan Kontrak Digital Umrah 1448 H, Visa Dibuka 31 Mei

Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Pelayanan Jemaah

Penggunaan AI dalam layanan haji dan umrah sebenarnya bukan hal baru di Saudi. Sebelumnya, pemerintah Saudi juga mulai menerapkan robot pintar di Masjidil Haram untuk membantu distribusi air zamzam, layanan informasi digital multibahasa, hingga sistem manajemen kerumunan berbasis sensor.

Kini, kehadiran RoboBus memperlihatkan bagaimana teknologi mulai diarahkan untuk mendukung kenyamanan ibadah sekaligus efisiensi mobilitas jemaah.

Di tengah jutaan orang yang datang setiap tahun ke Tanah Suci, Saudi tampaknya ingin memastikan bahwa pelayanan ibadah tidak lagi hanya bergantung pada tenaga manusia, tetapi juga diperkuat kecerdasan buatan yang bekerja tanpa henti.

Jika uji coba berjalan sukses, bukan tidak mungkin RoboBus nantinya akan diperluas ke kawasan lain di Madinah, bahkan Makkah.

Masa depan transportasi jemaah di Tanah Suci perlahan mulai berubah dari kendaraan konvensional menuju sistem mobilitas pintar berbasis AI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Haji 2026: Masjid Nabawi Hadirkan Layanan Khusus untuk Jamaah Lansia dan Disabilitas
Haji 2026: Masjid Nabawi Hadirkan Layanan Khusus untuk Jamaah Lansia dan Disabilitas
Aktual
Tanggal 14-15 Mei 2026 Libur Apa? Ini Penjelasan Tanggal Merah dan Daftar Cuti Bersamanya
Tanggal 14-15 Mei 2026 Libur Apa? Ini Penjelasan Tanggal Merah dan Daftar Cuti Bersamanya
Aktual
Kemenhaj Temukan Dugaan Pelanggaran KBIHU soal Layanan Kursi Roda Jemaah Haji
Kemenhaj Temukan Dugaan Pelanggaran KBIHU soal Layanan Kursi Roda Jemaah Haji
Aktual
Waspada Penipuan Daftar Nikah Catut Nama KUA, Kenali Modus QRIS Palsu!
Waspada Penipuan Daftar Nikah Catut Nama KUA, Kenali Modus QRIS Palsu!
Aktual
Saudi Uji RoboBus AI di Masjid Quba, Bus Tanpa Sopir untuk Jemaah Haji 2026
Saudi Uji RoboBus AI di Masjid Quba, Bus Tanpa Sopir untuk Jemaah Haji 2026
Aktual
Mengapa Fa Inna Ma’al Usri Yusra Diulang? Ini Penjelasan Tafsirnya
Mengapa Fa Inna Ma’al Usri Yusra Diulang? Ini Penjelasan Tafsirnya
Doa dan Niat
Bukan Hanya Jemaah, Petugas Haji 2026 Kini Wajib Vaksin Ini oleh Saudi
Bukan Hanya Jemaah, Petugas Haji 2026 Kini Wajib Vaksin Ini oleh Saudi
Aktual
Awas Kaki Melepuh di Suhu Ekstrem! Ini Pesan Dokter Buat Jemaah Haji
Awas Kaki Melepuh di Suhu Ekstrem! Ini Pesan Dokter Buat Jemaah Haji
Aktual
Jelang Puncak Haji, BSI Bantu 300 Kursi Roda untuk Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas
Jelang Puncak Haji, BSI Bantu 300 Kursi Roda untuk Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas
Aktual
Zayed Foundation Bantu 162 Jemaah Haji Indonesia, Nilainya Capai Rp 3,3 Miliar
Zayed Foundation Bantu 162 Jemaah Haji Indonesia, Nilainya Capai Rp 3,3 Miliar
Aktual
Ketika Pesantren Diuji
Ketika Pesantren Diuji
Aktual
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
Aktual
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Aktual
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Aktual
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com