Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026

Kompas.com, 15 Mei 2026, 12:50 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gelombang kedatangan jemaah haji dari berbagai negara mulai memadati Arab Saudi menjelang puncak musim haji 1447 Hijriah.

Hingga Rabu (13/5/2026), lebih dari 860.000 jemaah tercatat sudah tiba di Tanah Suci melalui jalur udara, darat, dan laut.

Peningkatan jumlah jemaah ini menjadi salah satu indikator besarnya antusiasme umat Islam dunia untuk menunaikan rukun Islam kelima setelah beberapa tahun terakhir Arab Saudi terus melakukan pembenahan layanan haji secara besar-besaran.

Dilansir dari Saudi Gazette, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al Rabiah menyebut mayoritas jemaah datang melalui jalur penerbangan internasional.

“Dari jumlah tersebut, sekitar 820.000 jemaah tiba melalui jalur udara, termasuk 240.000 melalui Inisiatif Rute Makkah, sementara 35.000 datang melalui jalur darat dan sekitar 4.000 melalui jalur laut,” ujar Al Rabiah dalam konferensi pers pemerintah ke-34 di Riyadh.

Lonjakan kedatangan ini sekaligus menunjukkan skala besar operasional haji yang kini semakin terintegrasi dengan teknologi digital, pengembangan infrastruktur, dan sistem pelayanan modern di bawah program Visi Saudi 2030.

Arab Saudi Fokus pada Kenyamanan dan Keamanan Jemaah

Pemerintah Arab Saudi menegaskan seluruh sumber daya negara dikerahkan demi memastikan musim haji berjalan aman, nyaman, dan tertib.

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud bersama Putra Mahkota Mohammed bin Salman disebut terus memberikan perhatian besar terhadap pelayanan jemaah dari berbagai negara.

Menurut Al Rabiah, transformasi layanan haji beberapa tahun terakhir bukan hanya menyangkut fasilitas fisik, tetapi juga perubahan sistem pelayanan secara menyeluruh.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi bahkan telah menjalankan lebih dari 100 inisiatif baru untuk meningkatkan kualitas layanan, mempercepat proses administrasi, hingga memperbaiki pengalaman spiritual jemaah selama berada di Tanah Suci.

Langkah ini menjadi bagian penting dari program besar Visi Saudi 2030 yang bertujuan menjadikan sektor haji dan umrah lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi.

Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji karya M. Ma’ruf disebutkan bahwa pelayanan haji modern tidak hanya bergantung pada kesiapan ritual, tetapi juga manajemen transportasi, akomodasi, kesehatan, dan sistem informasi yang terintegrasi.

Arab Saudi kini terlihat mulai mengarah pada konsep tersebut dengan pendekatan pelayanan berbasis digital dan data.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem Saudi, Jemaah Haji 2026 Diminta Minum Air Tiap 10 Menit

Inisiatif Rute Makkah Permudah Proses Kedatangan

Salah satu program yang paling menonjol tahun ini adalah Inisiatif Rute Makkah atau Makkah Route Initiative.

Program ini memungkinkan jemaah menyelesaikan proses imigrasi dan pemeriksaan dokumen sejak dari negara asal sebelum terbang ke Arab Saudi.

Dengan sistem tersebut, proses kedatangan di bandara Saudi menjadi jauh lebih cepat dan efisien.

Tercatat sekitar 240.000 jemaah telah memanfaatkan layanan ini. Bagi banyak calon haji, program tersebut dianggap mampu mengurangi antrean panjang serta mempermudah mobilitas setelah tiba di Tanah Suci.

Selain itu, pemerintah Saudi juga menghadirkan inovasi baru berupa layanan “Haji Tanpa Bagasi”.

Lewat sistem ini, koper jemaah dapat langsung dikirim menuju negara asal tanpa harus melalui proses panjang di bandara.

Menurut Al Rabiah, inovasi tersebut mampu memangkas waktu prosedur bandara dari sekitar 120 menit menjadi hanya 15 menit.

Aplikasi Nusuk Jadi Pusat Layanan Haji Digital

Transformasi digital juga terlihat lewat penguatan aplikasi Nusuk yang kini menjadi platform utama layanan haji dan umrah Arab Saudi.

Aplikasi ini telah digunakan lebih dari 51 juta pengguna dan menyediakan lebih dari 130 layanan digital, mulai dari pemesanan paket ibadah, izin masuk tempat suci, layanan transportasi, hingga panduan ibadah.

Melalui Nusuk, jemaah dari 126 negara kini bahkan dapat memesan layanan haji secara langsung tanpa harus melalui proses konvensional yang panjang.

Sistem tersebut berjalan dengan dukungan lebih dari 60 lembaga pemerintah yang terhubung dalam satu sistem terpadu di bawah pengawasan Program Pengalaman Jemaah.

Dalam buku Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds karya Heidi Campbell dijelaskan bahwa transformasi digital dalam praktik keagamaan modern mulai menjadi bagian penting pelayanan umat, termasuk dalam penyelenggaraan ibadah skala besar seperti haji.

Arab Saudi menjadi salah satu negara yang kini paling agresif menerapkan konsep tersebut.

Baca juga: Saudi Hukum 48 Pelanggar Haji Ilegal, Denda Capai Rp 430 Juta

Padang Arafah dan Mina Dibenahi Besar-Besaran

Selain layanan digital, Arab Saudi juga melakukan pembangunan fisik secara masif di kawasan Makkah dan tempat-tempat suci.

Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci melaksanakan sedikitnya 25 proyek pembangunan baru tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibanding musim haji sebelumnya.

Salah satu proyek yang paling menyita perhatian adalah pemasangan sistem peneduh dan pendingin di area Padang Arafah seluas sekitar 272.000 meter persegi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak cuaca panas ekstrem yang sering menjadi tantangan utama saat musim haji berlangsung.

Tak hanya itu, jalur pejalan kaki dan area istirahat jemaah juga diperluas agar mobilitas jutaan orang lebih aman dan nyaman.

Sementara di Mina, Perusahaan Pengembangan Kidana membangun proyek hunian dan infrastruktur baru di dua lokasi strategis dengan luas mencapai 24.000 meter persegi.

Pemerintah Saudi juga menggencarkan program penghijauan dengan menanam sekitar 60.000 pohon di kawasan tempat suci guna membantu menurunkan suhu udara.

Sistem Transportasi Haji Kini Lebih Modern

Pergerakan jutaan jemaah selama musim haji menjadi tantangan besar yang selalu mendapat perhatian serius pemerintah Saudi.

Oleh karena itu, Pusat Transportasi Umum Saudi kini mengoperasikan ruang kendali pusat selama 24 jam untuk mengatur armada bus dan layanan antarjemput jemaah.

Sistem ini terhubung langsung dengan Jalur Metro Mashair dan kawasan Jamarat sehingga arus perpindahan jemaah dapat dipantau secara real time.

Modernisasi transportasi ini penting mengingat jutaan jemaah harus bergerak hampir bersamaan dari Makkah menuju Arafah, Muzdalifah, lalu Mina dalam waktu yang sangat singkat.

Dalam buku Hajj and the Global Muslim Economy karya Rosie Bsheer dijelaskan bahwa penyelenggaraan haji modern kini telah berkembang menjadi sistem mobilitas manusia terbesar di dunia yang memerlukan koordinasi logistik tingkat tinggi.

Baca juga: Haji 2026 Siap Digelar, Saudi Andalkan AI dan 20 Ribu Masjid Disiapkan

Pengawasan dan Keamanan Haji Diperketat

Arab Saudi juga meningkatkan pengawasan kualitas layanan selama musim haji. Hingga pertengahan Syawal, lebih dari 50.000 inspeksi telah dilakukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi turut memperbarui sistem panduan jemaah dengan teknologi peta tiga dimensi dan layar informasi multibahasa.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah rencana penerjemahan khutbah Arafah ke dalam 50 bahasa agar pesan keagamaan dapat dipahami lebih luas oleh jemaah internasional.

Selain itu, kapasitas kunjungan ke Rawdah Al-Sharif di Masjid Nabawi juga meningkat signifikan dari sekitar 15.000 menjadi 57.000 pengunjung per hari.

Tingkat kepuasan jemaah disebut naik dari 57 persen pada 2022 menjadi 88 persen pada 2025.

Di sisi lain, pemerintah Saudi kembali menegaskan pentingnya kampanye “Tidak Ada Haji Tanpa Izin” untuk menekan praktik haji ilegal yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jemaah.

Haji Bukan Sekadar Perjalanan Fisik

Di balik modernisasi dan pembangunan besar-besaran tersebut, ibadah haji tetap dipandang sebagai perjalanan spiritual yang penuh makna bagi umat Islam.

Jutaan orang datang ke Tanah Suci bukan hanya untuk memenuhi kewajiban agama, tetapi juga membawa harapan, doa, dan kerinduan mendalam kepada Allah SWT.

Dalam buku Rahasia Haji dan Umrah karya Imam Al-Ghazali disebutkan bahwa haji merupakan perjalanan ruhani yang mengajarkan ketundukan, kesabaran, dan pengorbanan.

Oleh karena itu, setiap musim haji selalu menghadirkan kisah-kisah haru tentang perjuangan umat Islam dari berbagai penjuru dunia yang rela menabung bertahun-tahun demi bisa menginjakkan kaki di Makkah dan Madinah.

Dengan jumlah kedatangan yang kini telah melampaui 860.000 jemaah, Arab Saudi diperkirakan masih akan menerima gelombang besar berikutnya dalam beberapa pekan menjelang puncak wukuf di Arafah.

Musim haji 2026 pun kembali menjadi perhatian dunia, bukan hanya karena besarnya jumlah jemaah, tetapi juga transformasi besar pelayanan haji yang terus dilakukan Arab Saudi dari tahun ke tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
Aktual
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Aktual
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Aktual
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Aktual
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Aktual
3 Tokoh Muda NU Kumpul di Cirebon, Sinyal Regenerasi Kepemimpinan PBNU Menguat
3 Tokoh Muda NU Kumpul di Cirebon, Sinyal Regenerasi Kepemimpinan PBNU Menguat
Aktual
4 Jemaah Haji Asal Pasuruan Meninggal, Kemenhaj: Perhatikan Protokol Kesehatan
4 Jemaah Haji Asal Pasuruan Meninggal, Kemenhaj: Perhatikan Protokol Kesehatan
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Waspada Terjangkit Virus Takabur
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Waspada Terjangkit Virus Takabur
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Kurban Mengajarkan Kepedulian dan Pengorbanan
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Kurban Mengajarkan Kepedulian dan Pengorbanan
Aktual
Pejabat Kemenhaj Ikut Dorong Kursi Roda Jamaah Haji, Pastikan Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas
Pejabat Kemenhaj Ikut Dorong Kursi Roda Jamaah Haji, Pastikan Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas
Aktual
Masjid Tan’im Jadi Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia Ambil Miqat Umrah Sunah
Masjid Tan’im Jadi Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia Ambil Miqat Umrah Sunah
Aktual
27 Ribu Liter Air Zamzam untuk Jemaah Haji Aceh Tiba di Asrama Haji Embarkasi Aceh
27 Ribu Liter Air Zamzam untuk Jemaah Haji Aceh Tiba di Asrama Haji Embarkasi Aceh
Aktual
Jemaah Haji Embarkasi Makassar Latihan Jalan Kaki ke Jamarat Jelang Puncak Haji di Mina
Jemaah Haji Embarkasi Makassar Latihan Jalan Kaki ke Jamarat Jelang Puncak Haji di Mina
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com