Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi

Kompas.com, 15 Mei 2026, 18:40 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah terus berjalan di tengah kedatangan ribuan jemaah Indonesia ke Tanah Suci setiap harinya.

Memasuki hari ke-25 operasional haji 2026, pemerintah mencatat hampir 159 ribu jemaah Indonesia telah tiba di Arab Saudi untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.

Data tersebut disampaikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam konferensi pers yang ditayangkan melalui YouTube Kemenhaj, Jumat (15/5/2026).

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengatakan secara umum seluruh layanan haji Indonesia berjalan lancar sejak keberangkatan dari Tanah Air hingga pelayanan di Arab Saudi.

“Alhamdulillah hari ini kita telah memasuki hari ke-25 masa operasional penyelenggara ibadah haji di mana secara umum seluruh layanan haji Indonesia mulai dari pemberangkatan dari di tanah air, kedatangan di Arab Saudi, akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan bahkan hingga pembinaan ibadah berjalan lancar dengan pendampingan penuh oleh petugas,” ujar Maria dalam konferensi pers tersebut.

Besarnya jumlah jemaah yang telah tiba menunjukkan fase operasional haji kini memasuki periode paling sibuk menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Hampir 159 Ribu Jemaah Sudah Diberangkatkan

Berdasarkan data terbaru Kemenhaj, sebanyak 411 kelompok terbang (kloter) dengan total 158.978 jemaah serta 1.641 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Keberangkatan dilakukan secara bertahap dari berbagai embarkasi di Indonesia sejak awal musim haji 2026.

Pemerintah terus mengatur jadwal penerbangan agar proses keberangkatan berjalan tertib dan mampu mengurangi kepadatan di bandara embarkasi maupun terminal kedatangan di Arab Saudi.

Selain melayani jemaah reguler, pemerintah juga mengoordinasikan keberangkatan petugas haji yang bertugas mendampingi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Petugas tersebut mencakup tenaga kesehatan, pembimbing ibadah, petugas perlindungan jemaah, hingga layanan akomodasi dan transportasi.

Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia karya Muhamad Ilyas dijelaskan bahwa keberhasilan operasional haji sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor karena melibatkan jutaan pergerakan manusia, layanan kesehatan, transportasi, dan logistik secara bersamaan.

Baca juga: Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah

Arus Jemaah dari Madinah ke Makkah Terus Berjalan

Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Masjid Nabawi, jemaah Indonesia secara bertahap mulai bergerak menuju Makkah.

Perpindahan jemaah dari Madinah menuju kota suci Makkah menjadi salah satu tahapan penting dalam operasional haji karena melibatkan ratusan bus dan ribuan jemaah setiap hari.

Kemenhaj mencatat hingga saat ini sebanyak 392 kloter dengan total 151.382 jemaah serta 1.563 petugas telah tiba di Makkah.

Di kota tersebut, jemaah mulai menjalankan umrah wajib serta mempersiapkan diri menghadapi puncak haji yang tinggal menghitung pekan.

Makkah saat ini juga mulai dipadati jemaah dari berbagai negara yang datang hampir bersamaan menjelang fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo dan Shawkat Toorawa dijelaskan bahwa perpindahan jutaan jemaah menuju titik-titik utama haji merupakan salah satu operasi mobilitas manusia terbesar di dunia modern.

Oleh karena itu, pengaturan transportasi dan akomodasi menjadi faktor yang sangat menentukan kelancaran ibadah haji.

Lebih dari 53 Ribu Jemaah Tiba Lewat Jeddah

Selain melalui Madinah, sebagian jemaah Indonesia juga tiba melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.

Data Kemenhaj menunjukkan sebanyak 140 kloter dengan total 53.705 jemaah serta 561 petugas telah masuk melalui jalur tersebut.

Jemaah yang tiba di Jeddah umumnya langsung diarahkan menuju Makkah untuk menjalani umrah wajib sebelum memasuki masa persiapan wukuf.

Pemerintah Indonesia bersama otoritas Arab Saudi terus melakukan koordinasi untuk memastikan proses imigrasi, distribusi bus, dan penempatan hotel berjalan lancar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Saudi memang terus mempercepat digitalisasi layanan kedatangan jemaah melalui sistem biometrik dan layanan imigrasi terpadu.

Baca juga: Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah

Haji Khusus Juga Terus Berdatangan

Selain jemaah reguler, kedatangan jemaah haji khusus juga terus meningkat menjelang puncak musim haji.

Kemenhaj mencatat hingga saat ini sebanyak 11.087 jemaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi.

Pemerintah memastikan pengawasan layanan tetap dilakukan terhadap seluruh penyelenggara haji khusus agar hak-hak jemaah terpenuhi selama berada di Tanah Suci.

Layanan tersebut mencakup hotel, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga pendampingan ibadah.

Dalam buku Fiqih Haji dan Umrah Kontemporer karya Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa penyelenggaraan haji modern membutuhkan sistem pelayanan profesional karena ibadah haji kini melibatkan aspek manajemen, teknologi, kesehatan, dan keselamatan dalam skala internasional.

Layanan Haji Indonesia Disebut Berjalan Lancar

Kementerian Haji dan Umrah menyebut secara umum layanan haji Indonesia sejauh ini berjalan lancar.

Layanan konsumsi, akomodasi hotel, transportasi bus antarkota, hingga pembinaan ibadah disebut terus dilakukan dengan pendampingan petugas.

Pemerintah juga terus memantau kondisi kesehatan jemaah mengingat cuaca di Arab Saudi mulai memasuki suhu panas ekstrem menjelang musim panas.

Selain layanan kesehatan di hotel dan klinik sektor, Indonesia juga menyiapkan tenaga medis serta rumah sakit rujukan bagi jemaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dalam buku Managing the Hajj karya Dr. Muhammad Ilyas dijelaskan bahwa pengelolaan haji modern sangat bergantung pada kesiapan layanan kesehatan dan sistem mitigasi risiko, terutama menghadapi kepadatan massa dan cuaca panas di Arab Saudi.

Baca juga: Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026

Haji 2026 Jadi Perhatian Besar Pemerintah Saudi

Musim haji 2026 memang menjadi perhatian besar pemerintah Arab Saudi.

Selain meningkatkan layanan transportasi dan pengawasan keamanan, Saudi juga tengah memperluas digitalisasi layanan haji melalui berbagai aplikasi dan sistem berbasis kecerdasan buatan.

Pemerintah Saudi sebelumnya mencatat lebih dari 860 ribu jemaah dari seluruh dunia telah tiba di Tanah Suci hingga pertengahan Mei 2026.

Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah mendekati puncak wukuf di Arafah.

Di tengah besarnya mobilitas manusia tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah jemaah terbesar setiap tahunnya.

Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, nyaman, dan tertib.

Menanti Puncak Haji di Arafah

Saat ini, perhatian jemaah mulai tertuju pada fase puncak ibadah haji yang akan berlangsung di Arafah pada 9 Zulhijah.

Wukuf di Arafah menjadi rukun utama haji yang menentukan sah atau tidaknya ibadah seorang jemaah.

Menjelang fase tersebut, pemerintah terus memperkuat layanan transportasi, kesehatan, konsumsi, dan pembinaan ibadah agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian haji dengan khusyuk.

Di balik besarnya angka kedatangan jemaah Indonesia tahun ini, musim haji tetap menjadi perjalanan spiritual yang penuh makna bagi jutaan Muslim yang datang memenuhi panggilan Allah SWT di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Aktual
Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
Aktual
Tawakkalna Hadirkan 19 Bahasa untuk Haji 2026, Termasuk Indonesia!
Tawakkalna Hadirkan 19 Bahasa untuk Haji 2026, Termasuk Indonesia!
Aktual
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Aktual
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Aktual
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Aktual
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
Aktual
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Aktual
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Aktual
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Aktual
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com