Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teks Bacaan Bilal Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 19 Mei 2026, 17:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sholat Idul Adha menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling dinantikan umat Islam setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Selain identik dengan gema takbir dan ibadah kurban, pelaksanaan sholat Id juga memiliki tradisi tersendiri yang masih dijaga di banyak masjid dan musala, yaitu adanya bilal yang menyerukan bacaan khusus sebelum dan sesudah sholat.

Meski sholat Idul Adha tidak diawali dengan azan dan iqomah sebagaimana sholat wajib, keberadaan bilal tetap memiliki peran penting dalam membantu mengatur jalannya ibadah berjamaah.

Baca juga: Bacaan Bilal Tarawih 11 Rakaat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan yang disampaikan bilal bukan sekadar seruan biasa, tetapi juga mengandung doa, ajakan beribadah, hingga pengingat tentang makna Hari Raya Idul Adha.

Tidak sedikit umat Islam yang masih mencari tahu bagaimana teks bacaan bilal Idul Adha lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

Terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha, pencarian terkait tata cara sholat Id dan bacaan bilal biasanya meningkat di mesin pencarian.

Lantas, bagaimana bacaan bilal Idul Adha yang benar sesuai tuntunan ulama?

Apakah Sholat Idul Adha Menggunakan Azan dan Iqomah?

Sebelum mengetahui bacaan bilal Idul Adha, penting dipahami terlebih dahulu bahwa sholat Id tidak didahului azan maupun iqomah.

Keterangan ini berdasarkan hadis riwayat sahabat Ibnu Abbas RA dan Jabir bin Abdullah RA:

“Tidak ada azan sebelum sholat Idul Fitri dan Idul Adha.”

Dalam riwayat lain, Jabir bin Samurah RA menyebut bahwa dirinya pernah melaksanakan sholat Id bersama Nabi Muhammad SAW tanpa azan dan iqomah.

Keterangan tersebut juga dijelaskan dalam kitab Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi.

Ia menerangkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mensyariatkan azan dan iqomah untuk sholat Id, sehingga pelaksanaannya berbeda dengan sholat wajib lima waktu.

Meski demikian, mayoritas ulama membolehkan adanya seruan khusus dari bilal sebelum pelaksanaan sholat Id dimulai. Seruan itu biasanya berupa ajakan untuk melaksanakan sholat berjamaah.

Baca juga: 3 Contoh Khutbah Idul Adha 2026 tentang Keikhlasan dan Pengorbanan

Peran Bilal dalam Sholat Idul Adha

Dalam tradisi pelaksanaan sholat Id di Indonesia, terutama di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), bilal memiliki tugas penting untuk memandu jamaah.

Bilal biasanya menyerukan bacaan tertentu sebelum sholat dimulai, setelah sholat selesai, hingga menjelang khutbah Idul Adha.

Dikutip dari buku Kumpulan Doa, Dzikir dan Sholawat Al-Khoirot karya A. Fatih Syuhud, bacaan bilal pada sholat Idul Adha berisi ajakan sholat berjamaah, doa, serta pengingat agar jamaah mendengarkan khutbah dengan khusyuk.

Tradisi ini juga banyak ditemukan dalam kitab-kitab fiqih klasik dan praktik masyarakat Muslim Nusantara.

Bacaan Bilal Idul Adha Sebelum Sholat

Berikut teks bacaan bilal Idul Adha sebelum sholat dimulai:

الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ صَلَاةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ صَلَاةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى جَامِعَةً لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Ash-shalaatu sunnatan li'iidil adhaa rak'ataini shalaatan jaami'atan rahimakumullaah. Ash-shalaatu sunnatan li'iidil adhaa rak'ataini shalaatan jaami'atan rahimakumullaah. Ash-shalaatu sunnatan li'iidil adhaa laa ilaaha illallaah.

Artinya: "(Marilah kita) sholat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada kalian semua. (Marilah kita) sholat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada kalian semua. (Marilah kita) sholat sunnah Idul Adha berjamaah. Tiada tuhan selain Allah."

Seruan ini biasanya dikumandangkan dengan suara lantang sebelum imam memulai sholat Id.

Baca juga: Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya

Bacaan Bilal Setelah Sholat Idul Adha

Setelah sholat selesai, bilal kembali menyerukan bacaan sebagai pengantar khutbah.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى وَيَوْمُ السُّرُوْرِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامَ، إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَنْصِتُوْا أَثَابَكُمُ اللهُ، وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللهُ، وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ الله

Ma'aasyiral muslimina wa zumratal mu'miniina rahimakumullaah, i'lamuu anna yaumakum haadzaa yaumu 'iidil adha wa yaumus suruuri wa yaumul maghfuuri, ahalallahu lakum fiihith tha'aama wa harrama 'alaikumush shiyaama, idzaa sha'idal khatiibu 'alal minbari anshituu atsaabakumullaahu, wasma'uu ajaarakumullaahu, wa athii'u rahimakumullaah.

Artinya: "Wahai sekalian kaum muslimin dan golongan kaum mukminin, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian. Ketahuilah sesungguhnya hari kalian ini adalah hari Idul Adha, hari bahagia, dan hari pengampunan. Allah menghalalkan bagi kalian makan pada hari itu dan Allah mengharamkan bagi kalian puasa pada hari itu. Apabila khatib naik ke atas mimbar, perhatikanlah, dengarkanlah dan taatilah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian."

Bacaan tersebut menjadi pengingat bahwa Idul Adha bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum memperkuat keimanan dan mempererat persaudaraan sesama Muslim.

Bacaan Bilal Sebelum Khutbah Idul Adha

Sebelum khutbah dimulai, bilal biasanya membaca sholawat dan doa untuk kaum Muslimin.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ . اللَّهُمَّ قَوِّ الْإِسْلَامَ وَالْإِيْمَانَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِ الدِّيْنِ، رَبِّ إخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad, allahumma shalli 'ala sayidina wa maulaana muhammad, Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina wa maulana muhammad wa 'ala aali sayyidina muhammad. Allahumma qawwil islam wal imaana minal muslimiin wal muslimaat wal mu'miniina wal mu'minaat al ahyaa-i minhum wal amwaat, wanshurhum 'ala mu'aaniddiin, rabikhtim lanaa minka bil khair, wa ya khairan naashiriina birahmatika yaa arhamarraahimiin.

Artinya: "Ya Allah, kuatkanlah keislaman dan keimanan kaum muslimin (laki-laki) dan muslimat (perempuan), kaum mukminin (laki-laki) dan mukminat (perempuan), yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, mudahkanlah mereka untuk mengokohkan agama, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang."

Di sejumlah daerah, bacaan ini bisa sedikit berbeda sesuai tradisi masing-masing, namun inti pesannya tetap berupa doa dan ajakan mendengarkan khutbah.

Baca juga: Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026

Hikmah Adanya Bilal dalam Sholat Idul Adha

Keberadaan bilal dalam sholat Id bukan sekadar formalitas. Ada sejumlah hikmah yang terkandung di dalamnya.

Pertama, bacaan bilal membantu menertibkan jamaah sebelum pelaksanaan sholat dimulai.

Kedua, seruan tersebut menjadi pengingat bahwa Hari Raya Idul Adha adalah momentum memperbanyak syukur, takbir, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ketiga, bacaan bilal juga menjadi bagian dari syiar Islam yang menambah kekhidmatan suasana hari raya.

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa sholat Id merupakan salah satu syiar besar umat Islam yang dianjurkan dilakukan secara berjamaah dan penuh kegembiraan.

Oleh karena itu, tradisi bilal yang berkembang di masyarakat Muslim Indonesia turut memperkuat nuansa religius dan kekompakan jamaah saat Hari Raya Idul Adha.

Idul Adha Bukan Sekadar Ritual Tahunan

Lebih dari sekadar tradisi, Idul Adha mengandung pesan mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.

Keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi simbol kepatuhan kepada Allah SWT yang terus relevan hingga sekarang.

Karena itu, setiap rangkaian dalam pelaksanaan sholat Idul Adha, termasuk bacaan bilal, sejatinya bukan hanya seremonial semata.

Semua menjadi pengingat agar umat Islam memperkuat iman, memperbanyak amal, dan menumbuhkan rasa peduli kepada sesama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengenal JULEHA, Juru Sembelih Halal yang Berperan Penting saat Idul Adha
Mengenal JULEHA, Juru Sembelih Halal yang Berperan Penting saat Idul Adha
Aktual
Kemenhaj Matangkan Skema Armuzna 2026, Atur Pergerakan Jamaah di Fase Puncak Haji
Kemenhaj Matangkan Skema Armuzna 2026, Atur Pergerakan Jamaah di Fase Puncak Haji
Aktual
Kisah Marbot Masjid Asal Bulukumba Berangkat Haji dari Menabung Hasil Panen Sawah
Kisah Marbot Masjid Asal Bulukumba Berangkat Haji dari Menabung Hasil Panen Sawah
Aktual
Orang Tua Wajib Tahu, Doa agar Anak Dimudahkan Saat Ujian Sekolah
Orang Tua Wajib Tahu, Doa agar Anak Dimudahkan Saat Ujian Sekolah
Aktual
Tidak Hanya Kurban, Ini 7 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
Tidak Hanya Kurban, Ini 7 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
Aktual
5 Toko Oleh-oleh Haji di Jogja Terlengkap, Cocok untuk Belanja Sesuai Budget
5 Toko Oleh-oleh Haji di Jogja Terlengkap, Cocok untuk Belanja Sesuai Budget
Aktual
 5 Toko Oleh-oleh Haji Terlengkap di Semarang, Ada Air Zamzam dan Kurma
5 Toko Oleh-oleh Haji Terlengkap di Semarang, Ada Air Zamzam dan Kurma
Aktual
3 Toko Oleh-oleh Haji di Boyolali yang Lengkap dan Berkualitas
3 Toko Oleh-oleh Haji di Boyolali yang Lengkap dan Berkualitas
Aktual
Teks Bacaan Bilal Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Teks Bacaan Bilal Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Alasan Afifi Pilih Bergaya Nyentrik di Antara Jemaah Haji Asal Bogor, Topi Gelembungnya Jadi Ciri Khas
Alasan Afifi Pilih Bergaya Nyentrik di Antara Jemaah Haji Asal Bogor, Topi Gelembungnya Jadi Ciri Khas
Aktual
5 Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban Menurut Syariat Islam
5 Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban Menurut Syariat Islam
Aktual
Kapan Terakhir Potong Rambut bagi yang Hendak Berkurban?
Kapan Terakhir Potong Rambut bagi yang Hendak Berkurban?
Aktual
Gus Kafa Ajak Jemaah Haji 2026 Perkuat Zikir & Shalawat Jelang Armuzna
Gus Kafa Ajak Jemaah Haji 2026 Perkuat Zikir & Shalawat Jelang Armuzna
Aktual
Saudi Hadirkan Terjemahan 10 Bahasa untuk Jamaah Haji 2026 di Dua Masjid Suci
Saudi Hadirkan Terjemahan 10 Bahasa untuk Jamaah Haji 2026 di Dua Masjid Suci
Aktual
Perjalanan Spiritual 6.600 Jemaah Palestina Menembus Tantangan Demi Haji 2026
Perjalanan Spiritual 6.600 Jemaah Palestina Menembus Tantangan Demi Haji 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com