KOMPAS.com – Malam-malam bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di masjid.
Selain lantunan ayat suci dan doa-doa panjang, ada satu tradisi yang kerap terdengar di sela-sela rakaat sholat Tarawih: seruan bilal yang dijawab oleh jamaah secara serempak.
Tradisi ini hidup di banyak masjid di Indonesia, terutama dalam pelaksanaan Tarawih 8 rakaat dan Witir 3 rakaat atau yang populer disebut Tarawih 11 rakaat.
Bacaan bilal bukan bagian dari rukun sholat, tetapi menjadi pelengkap yang menghidupkan suasana ibadah malam.
Merujuk pada buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet karya Ibnu Watiniyah, bilal Tarawih dan Witir adalah seruan yang diucapkan sebelum dan di antara rakaat sebagai ajakan menunaikan sholat sunnah secara berjamaah. Jamaah kemudian menjawab dengan bacaan tertentu sebagai bentuk syiar dan dzikir bersama.
Sholat Tarawih termasuk dalam qiyam Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Man qaama Ramadhaana iimaanan wahtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzambih.
Artinya: “Barang siapa menunaikan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Muhammad SAW dan tercantum dalam berbagai kitab hadis, di antaranya riwayat Abu Dawud.
Dalam Panduan Ibadah Salat Wajib dan Sunah Terlengkap karya H Ahmad Zacky, dijelaskan bahwa Tarawih menjadi momentum pembinaan ruhani yang memperkuat iman sekaligus memperbanyak sholawat dan doa.
Baca juga: Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih serta Witir Lengkap dan Dalilnya
Bilal mengucapkan:
صَلُّوا سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
Shallu sunnatat tarawihi jami'atan rahimakumullah.
Artinya: “Marilah kita shalat sunnah tarawih secara berjamaah. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua.”
Jamaah menjawab:
الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Ash-shalatu laa ilaaha illallahu Muhammadar rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya.”
Bilal:
صَلُّوا سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Shallu sunnatat tarawihi jami'atan rahimakumullah.
Jamaah:
الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Ash-shalatu laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia menghidupkan dan mematikan dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Bilal:
فَضْلًا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Fadhlan minallahi ta‘ala wa ni‘mah. Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin.
Jamaah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ
Allahumma shalli ‘alaih.
Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad.”
Bilal:
الخَلِيفَةُ الأَوَّلُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدِنَا أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ
Al-khaliifatul awwalu amirul mu’miniin sayyidina Abu Bakrin ash-shiddiiq.
Artinya: “Khalifah pertama adalah Amirul Mukminin Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq.”
Jamaah:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Radhiyallahu ‘anhu.
Artinya: “Semoga Allah meridhainya.”
Bilal kembali melantunkan:
فَضْلًا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Fadhlan minallahi ta‘ala wa ni‘mah. Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin.
Jamaah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ
Allahumma shalli ‘alaih.
Baca juga: Doa Kamilin Tarawih, Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir
Bilal:
صَلُّوا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Shallu sunnatal witri rak‘ataini jami‘atan rahimakumullah.
Jamaah:
رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Rahimakumullah.
Bilal:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin.
Jamaah:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ
Allahumma shalli wa sallim ‘alaih.
Bilal:
صَلُّوا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Shallu sunnatal witri rak‘atan jami‘atan rahimakumullah.
Jamaah:
رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Rahimakumullah.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 103:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Inna ash-shalaata kaanat ‘alal mu’miniina kitaaban mauquutaa.
Artinya: “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
Ayat ini menjadi dasar pentingnya menjaga waktu dan tata cara ibadah, termasuk dalam pelaksanaan Tarawih dan Witir di bulan Ramadhan.
Baca juga: Kapan Tarawih Pertama 2026? Cek Jadwal dan Niatnya
Sebagaimana dijelaskan dalam buku Panduan Ibadah Salat Wajib dan Sunah Terlengkap karya H Ahmad Zacky, doa setelah Tarawih dianjurkan untuk memohon kesempurnaan iman dan keselamatan akhirat.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِينَ ... ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًااللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِينَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَذِيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِينَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِينَ وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِينَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِينَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِينِ، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِينَ. وَعَلَى سَرِيرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ، وَبِحُوْرِ عِيْنِ مُتَزَوَجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيبَاجٍ مُتَلَبِسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِينَ بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنِ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصَّدِيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا . ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا
Allaahumaj'alnaa bil iimaani kaamiliin. Wa lil faraaidhi muaddiin. Wa 'alash shalawaati muhaafidziin. Wa lizzakaati faa'iliin. Wa limaa 'indaka thaalibiin. Wa li'afwika raajiin. Wa bilhudaa mutamassikiin. Wa 'anil laghwi mu'ridhiin. Wa fid-dunyaa zaahidiin. Wa fil aakhirati raaghibiin. Wa bilqadhaa-i raadhiin. Wa bin na'maa-i syaakiriin. Wa 'alal balaa-i shaabiriin. Wa tahta liwaa-i sayyidina muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallama yaumal qiyaamati saa-iriin. Wa 'alal haudhi waaridiin. Wa fil jannati daakhiliin. Wa 'alaa sariiratil karaamati qaa'idiin. Wa bihuurin 'iin mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha'aamil jannati aakiliin. wa min labanin wa 'asalin mushaffaini syaaribiin. Bi akwaabin wa abaariqa wa ka'sin min ma'iin. Ma'alladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyiin, washshidiqiin, wasysyuhadaa-i washshaalihiin, wa hasuna ulaaika rafiiqaa, dzaalikal fadhlu minallaahi wakafaa billaahi 'aliimin.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang rida dengan qada-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang salih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
Dengan demikian, doa ini bertujuan untuk memohon agar menjadi hamba yang sempurna iman, menjaga sholat, sabar atas ujian, hingga dikumpulkan bersama para nabi dan orang-orang saleh di surga.
Seruan bilal dan jawaban jamaah menjadikan Tarawih bukan sekadar rangkaian rakaat, melainkan juga ruang kebersamaan. Ia memperkaya dimensi dzikir kolektif yang menautkan hati jamaah dalam satu irama ibadah.
Di banyak masjid, lantunan ini menjadi penanda pergantian rakaat, sekaligus pengingat bahwa setiap malam Ramadhan adalah kesempatan memperbaiki diri.
Dengan memahami bacaan bilal Tarawih 11 rakaat lengkap Arab, latin, dan artinya, jamaah tidak sekadar mengikuti lantunan, tetapi juga menghayati maknanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang